Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Benci


__ADS_3

Bright membawa Zia ke kediaman Axelo, dan tak sengaja mendengar percakapan ibunya dengan Ayumi, dan juga paman nya


"Kami sudah berpacaran, dan Aku akan melamar Zia kembali" ucap Bright memandang Zia penuh cinta


"Be, benarkah, momi ikut bahagia untuk kalian" ucap Yuri memegang tangan Zia


"Cihh"


Ayah Ayumi melirik ke arah Zia, gadis itu cantik, mungil dan lucu, memang cocok bersanding dengan keponakan nya, namun dia ingat bagaimana putri nya mencintai nya, dia tau itu salah, dan semoga dengan kehadiran Zia bisa membuat putrinya sadar,


"Ayo masuk, kalian pasti sudah lapar" ucap Yuri bersemangat, lain hal nya dengan Yumi dia memandang Zia penuh dengan kebencian,


"Berhentilah, Bright sudah kembali pada Zia nya" ucap Ayah yumi yang bernama Hirosima


"Aku tidak akan berhenti ayah, kak Bright adalah milik ku" ucap nya pergi meninggalkan Hirosima


...****************...


"Oh, jadi gadis itu memiliki riwayat asma, haha baik lah mari kita beri dia pelajaran" ucap Yumi menyeringai


Ayumi menyuruh seorang hack3r untuk mencari tau semua tentang Zia, dia bukanlah peretas abal abal, dia bisa melakukan apa aja, namanya adalah Drag si mata elang,


Setelah mengetahui kelemahan Zia, yumi pun kembali ke rumah untuk bergabung dan makan bersama keluarga itu,


"Makan ini sayang"? ucap Zia menyodorkan brokoli


"Kak Bright tidak suka makan sayur, katanya kau pacar nya masa tidak tau" sindir Yumi


"Apa itu benar"?


" Benar, jauhkan ini dariku" ucap Bright


"Apa kau mencintaiku"? tanya Zia


"Sangat" ucap Bright mengelus kepala Zia


"Maka makan ini untuk ku, sayur tidak akan membuat anda mati, tuan muda Bright Axelo" ucap Zia menekan kan nama Axelo


"Semua orang menatap ke arah Bright dan menunggu keputusan Bright


Bright melirik ke kanan dan ke kiri, lalu menerima sendok yang Zia sodorkan


Yuri tersenyum, akhirnya ada seseorang yang bisa menjaga putranya, dan yang hanya bisa merasa salut ketika Zia bisa membujuk Bright untuk memakan sesuatu yang dia benci,


" Hemm, anak pintar, baiklah ini hadiahmu"


"Cupp"


Mata Bright berkedip kedip, dia merasa ini adalah mimpi, Zia baru saja mencium bibir nya dan itu merupakan ciuman pertama nya,

__ADS_1


"Brakkkk"


"Apa kau tidak tau malu Zia, kau mencium kak Bright di depan kami" tunjuk Yumi setelah dia menggebrak meja


"Kenapa, kurasa bibi Yuri tidak keberatan, iya kan ibu mertua" tanya Zia


Yuri hanya bisa mengangguk kaku, karena terlalu shock dengan apa yang di lakukan Zia


"Lihatkan, sayang apa kamu marah"? Tanya Zia menatap Bright


" Ti, tidak" sahut Bright menetralkan keterkejutan nya, tubuhnya menegang, bibir itu terasa lembut, sehingga membuat Bright terus memandangi bibir Zia


Jawaban Bright lagi lagi membuat Yumi semakin kesal dan meninggalkan meja makan,


"Maaf paman, sepertinya putri anda tidak menyukai saya" ucap Zia, dan perkataan nya itu membuat Hiro langsung bungkam, sementara Zia tersenyum kecut mendengar isi hati Hiro yang mengatakan bahwa, putrinya mencintai Bright,


...****************...


"Apa kau ingin sembuh"? Tanya Zia tiba tiba, saat ini mereka sedang berada di balkon kamar Bright


" Tentu saja, aku ingin menjadi normal dan bisa menjagamu" ucap Bright menatap bibir Zia


"Kenapa kau memandangiku terus dari tadi"?


" Berikan aku hadiah seperti tadi" ucap Bright


"Hah"?


" Oh, Belajarlah dulu, karena aku ingin ciuman pertama kita lebih mengesankan" ucap Zia


Bright tertawa mendengar jawaban Zia, dan langsung menariknya duduk di pangkuan Bright, semilir angin dan bintang bintang di langit menjadi saksi cinta mereka berdua,


...****************...


"Bright, hari ini Ayumi akan masuk ke fakultas yang sama dengan mu, tolong jaga dia" ucap Hiro, semalaman Ayumi menangis dan meminya Hiro untuk membantunya mendapatkan Bright, Hiro serba salah, dilain sisi Ayumi tidak mencintai Bright, itu hanya obsesi saja, dilain sisi juga Hiro sangat menyayangi putri satu satu nya itu, dari kecil Ayumi telah di tinggalkan ibu nya, dan Hiro selalu memanjakan nya, sehingga Ayumi tumbuh menjadi gadis keras kepala seperti ini, apalagi semalam Yumi telah mengancam ayahnya, jika dia tidak bisa mendapatkan Bright maka dia akan bun*h diri, mau tak mau Hiro harus memberikan jalan kepada putrinya untuk dekat dengan keponakan nya,


"Kenapa tiba tiba, bukankah kalian hanya sementara"? Tanya Bright


" Paman memutuskan untuk tinggal di NY dan meneruskan pekerjaan di sini, setelah ini paman akan mencari rumah untuk kami tinggali" ucap Hiroshima


"Selamat pagi Kak Bai" ucap Yumi merubah panggilan nya


"Jangan panggil aku begitu, aneh sekali" ucap Bright tak suka


"Ini panggilan sayang ku padamu kak Bai" ucap Ayumi,


Bright tidak enak hati, dia takut Yumi membuat onar di kampusnya dan membuat Zia marah,


"Aku masuk kelas kedokteran loh, aku berharap bisa menemukan obat yang akan menyembuhkan mu" ucap Yumi

__ADS_1


"Wah, baik sekali, terimakasih nak" ucap Yuri bersemangat mendengar niat putri kakak nya tersebut,sebaliknya Bright semakin resah mendengar ucapan sepupunya itu, dan dia pun memutuskan untuk menjauhi nya,


...****************...


"Gruuung,"


Seperti biasa Zia berangkat bersama Micke mereka berjalan berdampingan membelah lautan mahasiswa yang sedang menatap kagum kepada keduanya,


"Wah, tuan putri sudah datang" ucap Vox


Bright pun menatap ke arah yang Vox tunjuk, Zia berjalan dengan rambut berkibar tertiup angin, Bright menelan ludah nya kasar, Si*l sekali, Zia terlihat sangat sexy di matanya,


"Morning sayang" sapa Zia


"Morning Zia" sahut Bright, dia tidak bisa mengucapkan kata mesra untuk Zia, lidahnya terlalu kaku untuk berucap, dan dia bukan Type pria yang jago merayu,


"Morning kiss"


"Cupp"


Teman teman Bright terkejut melihat perkembangan Bright, dia sudah berani mencium Zia di hadapan mereka, tapi itu bukan ciuman di bibir melainkan di kening Zia,


"hmm, bagaimana aku tidak gila, tuan dinginku begitu menggemaskan" ucap Zia mendekatkan wajahnya pada Bright


"Jika begitu maka beri aku hadiah" ucap Bright memanyunkan bibirnya


"Hemm, belajar dulu baru ku berikan,bye semuanya" ucap Zia pergi


"Ekhemm, sejak kapan pangeran es pandai merayu" ucap Green menggoda Bright


"Semenjak aku jatuh dan jatuh cinta kepada Zia" ucap nya


"Oowww, so sweet sekali" teriak para gadis yang mendengarkan percakapan para most wanted itu, mereka semakin iri pada Zia yang bisa mendapatkan hati seorang Bright Axelo,


***


Di kelas Zia kosong, dosen tidak dapat masuk karena ada halangan, dengan Bosan Zia memilih untuk bermain dengan ipadnya, dia melihat perkembangan pembangunan laboratorium nya yang hampir selesai, dia sudah mempelajari ramuan apa saja yang harus dia dapatkan, dan bahan itu berada jauh di kota K, demi kesembuhan nya dan juga Bright apapun pasti akan dia lakukan, dengan kelebihan yang dia miliki semua akan terasa mudah bagi nya, sedang serius tiba tiba dia mendapatkan pesan dari nomor tak dikenal,


"Zia, aku ada di ruang praktek bedah fakultas kedokteran, ponsel ku mati dan aku meminjam nomor teman sekelasku" Bright,


Zia langsung pergi dan tidak merasa curiga sedikitpun, karena dia pikir Bright memang kehabisan daya di handphone nya,.


...****************...


Apa yang terjadi,


Siapa yang mengirim pesan..


Penasaran kan,,??

__ADS_1


baca terus, jangan lupa like, komen, vote dan subscribe ya💕


__ADS_2