
Keluarga Valmost tiba di Kota X dengan selamat, mereka langsung memanggil Robert untuk merawat Zia, dan dia merasa aneh dengan keadaan Zia yang babak belur
"Sayangi kulitmu Zia, kau adalah seorang gadis, bagaimana kau akan menghadapi dunia dengan badan yang penuh luka"? ucap Robert ngeri
"Paman dokter, apakah kau tau tempat belajar tentang obat"? tanya Zia
" Jika kau ingin tau, maka masuklah dalam jurusan kedokteran hehe" jawabnya ngawur
Zia diam, dia tau bertanya pada sahabat ayahnya ini sama sekali tidak akan membuahkan hasil,
"Ceklek"
"Daddy sudah meminta cuti untukmu, kamu harus istirahat selama satu bulan penuh, jika belum pulih maka perpanjang" ucap Winter datar
"Astaga, lama sekali"! Keluh Zia, belum apa apa dia sudah merasakan jenuhnya berdiam diri di rumah, tapi dia bersemangat dan berencana untuk mengurung diri di kamarnya untuk belajar ilmu pengobatan, dengan iQ nya yang sangat tinggi, tentu waktu satu bulan lebih dari cukup untuk mempelajarinya,
Satu bulan kemudian***
Zia benar benar telah menguasai semua ilmu pengobatan, dan akan mulai melakukan aksinya, yaitu diam diam membangun sebuah laboratorium rahasia miliknya sendiri, dia akan mencari lokasi yang strategis terlebih dahulu, selain itu satu minggu ke depan adalah hari ulang tahun Zia, seperti biasa keluarga Valmost hanya akan membuat pesta sederhana dan hanya ada orang terdekat saja yang mereka undang,
" Keluarga Valmost mengundang kita datang ke acara ulang tahun Zia yang ke tujuh belas" ucap Gun membuka suara, saat ini dia sengaja mengumpulkan anak dan istri nya di ruang keluarga,
Bright tersenyum miring, mungkin ini saatnya melihat perubahan Zia secara langsung, dia biasanya tidak tertarik, dari dulu keluarga itu selalu mengundang, tapi mereka tidak pernah datang karena menghargai perasaan Bright,
"Bagaimana, apa akan seperti biasa nya son"? tanya Gun pada Bright
" Aku pergi"
Jawaban singkat Bright membuat semua orang terkejut, mereka senang, akhirnya Bright bisa melupakan masa lalu nya,
"Baiklah aku akan bersiap, dan mencari baju yang bisa membuatku tampan dua kali lipat" ucap Moon pergi,
"Dasar anak itu, semangat sekali hehe" ucap Yuri terkekeh
"Apa kau baik baik saja, andai Moon benar benar mendapatkan Zia"?
Bright kaget, mendengar pertanyaan ambigu dari kakak tertua nya, kenapa dia bisa bertanya seperti itu,
" Dia bukan siapa siapa ku, kenapa aku tidak baik baik saja"? ucap Bright
__ADS_1
"Saat itu kau masih muda dan belum mengerti, kau merasakan sakit hati yang begitu dalam, dan itu berarti kau sudah jatuh cinta padanya selagi kau kecil" ucap Sun menepuk pundak Bright
Bright yang memang bod*h dalam percintaan sama sekali tidak perduli, dan masa bod0h dengan ucapan kakak nya itu,
***
"Bolehkah kami ikut, aku ingin menemui Dante, dan juga ingin jalan jalan di pantai kota X" ucap Jay martin
"Kurasa aku juga akan pergi, berlibur sesekali sepertinya tidak buruk, dan aku penasaran dengan gadis yang membuat sahabat kita ini mati rasa terhadap gadis lain haha" sela Green
Bright menatap mereka, dan berdecak kesal
"Cihh, gadis itu memang cantik, sayang sekali dia jahat" ucap Bright
"Hati hati dalam membenci seseorang Bright , nanti kau akan benar benar cinta padanya" ucap Green
"Dalam mimpi" ucap Bright datar
"Baiklah sudah diputuskan kita akan pergi bersama ke negara X, dan jangan lupa mengajak Vox, aku yakin dia juga tertarik untuk pergi" ucap Jay, lalu mereka semua pun mengangguk tanda setuju
***
"Beuhh oli motorku bocor, diam diam Zia mengendap endap menuju garasi, dan benar saja motornya mengeluarkan cairan hitam, tiga minggu yang lalu atas permintaan Zia, Winter membelikan nya sebuah motor, tapi dengan catatan tidak boleh lagi ikut balapan, dan Zia pun menyetujui nya,
Zia sudah mandi tapi masih memakai baju rumahan, jadi dia tidak takut kotor,
Keasyikan berkutat dengan mesin motor miliknya Zia sampai lupa waktu, dan melupakan bahwa hari ini hari ulang tahun nya, dia tidak tau saat ini keluarga nya sedang kalang kabut mencari nya,
" Aarrrghhhh Ziaa" !!
Tubuh Winter bergetar,dia benar benar berada di puncak kemarahan, dia khawatir terjadi sesuatu lagi pada putrinya
"Riderr cari Zia sampai ketemu" ucap Winter
Rider menajamkan indra penciuman dan pendengaran nya, lalu dia mendengar suara alat alat yang berbunyi, lalu Rider pun melesat pergi
"Ada apa Win"? Tanya Gun masuk ke ruang Winter
" Putriku entah pergi kemana"! Ucap nya memegang kepala karena pusing memikirkan si bungsu
__ADS_1
"Sabarlah dia tidak mungkin meninggalkan hari ulang tahun nya sendiri ucap Gun menenangkan sang sahabat
***
" Mana gadis itu, kenapa tidak muncul"? Ucap Jay penasaran, Bright benar benar datang bersama sahabatnya, dan tentu atas izin dari tuan Winter, karena ini adalah pesta tertutup hanya orang dekat saja yang di undang,hal ini dilakukan untuk melindungi privasi keluarga Valmost
"Nona, sedang apa anda disini, tuan sangat marah" ucap Rider menatap ke arah Zia yang sedang berkutat dengan motornya,
Zia sangat kotor, wajahnya hitam penuh dengan oli, lalu dia cengengesan dan merasa bersalah
"Maafkan Zia paman, ayo masuk" ucap Zia, dia lupa tidak lewat belakang, dan malah masuk lewat pintu depan, dan membuat semua orang menatap Zia,
"Krik, Krik, Krik"
"Puuufftttt"
"Hahahahahahha"
Tawa Jay dan Vox pecah melihat keadaan Zia yang sangat lucu menurutnya, dengan cepat Evelyn dan samuel berlari mendekati adiknya
"Astaga Zia, kau sangat memalukan" geram Evelyn, sedangkan samuel langsung menggendong Zia ke kamarnya
"Maafkan putriku, dia memang sedikit nakal" ucap Vivian kepada para tamu
Bright menaikan sudut bibirnya, ternyata gadis itu sangat konyol, tapi juga sedikit lucu melihatnya berlumuran cairan berwarna hitam,
"Kenapa wajahnya bisa kotor seperti itu, seperti terkena oli"? tanya Green, dia seorang pembalap tentu tau apa yang telah mengotori wajah dan juga pakaian Zia,
Tidak ada yang menjawab, mereka hanya tenggelam dalam pikiran nya masing masing
Satu jam kemudian Zia sudah siap dengan gaun nya dan berjalan keluar
" Tak, Tak, Tak"
Semua mata menatap ke arah suara, disana berdiri seorang gadis putih yang sangat cantik dan anggun, sehingga membuat semua mata terpana, termasuk Bright, dia diam mematung, dengan mulut yang sedikit terbuka, Ken menepuk pelan tangan nya, hingga Bright kembali sadar, dan merasa malu sendiri mengingat apa yang barusan dia lakukan.
*Ziana Serra Valmost
__ADS_1