
Zia dan Sesil berdiri melihat para pekerja yang akan memulai pembangunan perusahaan yang akan menjadi milik mereka kelak
"Hey Zia, kurasa ada yang memperhatikan kita, namun tidak berbahaya" ucap Sesil
"Tentu saja, aku tau, ada sesuatu yang mengintai kita " ucap Zia melirik ke udara
Sedangkan di seberang sana seseorang tersenyum, karena takjub, dia menerbangkan kamera berupa lebah, tapi kedua gadis itu bisa mengetahui nya, benar benar menarik pikirnya,
"Jadi mereka saudara kembar "?
"Tidak biasanya anda tertarik dengan hal hal seperti ini tuan"?
" Mereka berbeda silv"
Ya, mereka adalah Bride dan juga Silver, semenjak kejadian di acara lelang, Bride benar benar tertarik pada dua gadis dari serra group tersebut,dan mencoba mencari tau tentang mereka, namun nihil,Silver sama sekali tidak bisa menemukan dat4 tentang mereka berdua, jadi Bride memilih untuk mengintai mereka di lahan pembangunan,
"Itu dia" ucap Zia
"Tak"
"Sluuurppp"
"Hehe, kampungan" ucap Sesil tertawa, dia menggunakan katapel besi untuk membidik kamera berupa lalat tersebut, hingga lalat itu jatuh dan jaringan nya mati
"Hemm, ketahuan" ucap Bride menutup layar laptopnya,
"Sudah cukup, kita tunggu sampai mereka benar benar bisa berdiri" ucap Bride malas, kedua gadis itu terlalu lihai dan membuatnya bosan karena tidak bisa bermain main,
Sementara Zia dan Sesil masih berada di lokasi pembangunan untuk melihat pekerjaan para pekerja,
...****************...
"Tuan, hari ini ada pengajuan kerja sama dari perusahaan Evil" ucap Aron
Winter terkejut, kenapa mereka ingin bekerja sama pikirnya,
"Apa yang mereka inginkan"?
" Menjalin bisnis pembangunan Real estate di kota Mercy" ucap Aron lagi
"Terima saja, katakan besok bertemu di restoran xx jam sebelas siang" ucap Winter lalu Aron mengangguk dan mengatur jadwal,
"Tuan winter menerima pengajuan kita tuan" ucap Silver melapor
"Bagus" ucap Bride puas,
Keesokan hari nya Winter dan Aron datang ke restoran xx, dan disana sudah ada Silver menunggu kedatangan mereka berdua,
"Seperti rumor yang beredar, Ceo Evil corp tidak pernah turun dan menemui Klien" ucap Winter
"Maaf tuan, beliau hanya suka bekerja di belakang layar" sahut Silver
"Tidak apa , silahkan mulai Persentasi anda" ucap Winter,secara kebetulan Zia dan Sesil juga sedang berada di sana, karena restoran tersebut dekat dengan lahan baru mereka
"Dad" sapa Zia
Silver terkesiap, dia menatap ke arah dua gadis yang datang menyapa Winter,
"Apa, jadi mereka putri tuan Winter"? Bathin silver
Zia menengok ke arah Silver, dan tersenyum Smirk, ternyata dia bertemu lagi dengan lalat penguntit, sedangkan Sesil langsung datang mendekati nya
__ADS_1
"Hey, datar kita bertemu lagi" sapa Sesil mencolek dagu Silver, ingin marah namun Silver tak bisa, karena gadis itu adalah putri dari tuan Winter
ingin rasanya Zia tertawa saat mendengar umpatan kesal yang ada dalam hati Silver,
"Kau mengenalnya sayang"? Tanya Winter
" Tentu dia tuan misterius yang tiba tiba mengundurkan diri saat lelang" ucap Sesil,
"Bicara yang sopan sayang, dia adalah wakil Ceo Evil Corp" ucap Winter
"Hemm, maafkan saya tuan" ucap Sesil mengalah
"Tidak apa apa nona, sungguh saya terkejut ternyata nona kembar ini adalah putri anda" ucap Silver
"ini adalah rahasia yang harus anda bawa mati" bisik Winter
Silver mengangguk pelan setelah mendengar ucapan Winter, Silver mengerti bahwa mereka adalah kelemahan seorang Winter Valmost,
...****************...
"Tok, Tok, Tok"
"Brakkk"
"Ada apa anda kemari"? Tanya Bride datar
" HEI KAU LIHAT DULU, KAU BICARA PADA SIAPA ANAK BR3NGSEK, KENAPA KAU TIDAK MENJAWAB TELPONKU"?
"Aku sibuk"
"Brakkk"
Dia adalah Dealova, ibu kandung Winter dia datang dengan kesal, karena putranya tidak mau mengangkat telpon nya, seperti biasa dia akan meminta uang,
"Kali ini uang untuk apa"? tanya Bride sabar
" UNTUK MEMBAYAR HUTANG, AKU KALAH TADI MALAM, DAN GARA GARA KAU TIDAK MENGANGKAT TELPON KU AKU JADI DI PERMALUKAN DI SANA, MEREKA MENGATAKAN BAHWA AKU TELAH JATUH MISKIN"
"ckk Sudah cukup,aku bosan memberikanmu uang "?
" KAU JANGAN SEENAKNYA,ATAU AKU AKAN M3MBUNUHMU ANAK H*RAM, DASAR PEMBAWA SI*L" ucap nya
"CUKUP"bentak Bride tak tahan dengan makian ibunya,
"Aku lelah, bisakah kau melihatku sekali saja, bertanya apakah aku sudah makan, apakah aku baik baik saja, sekali saja kau perhatikan aku bu" ucap Bride gemetar
"KAU SUDAH BESAR, URUS SAJA DIRIMU SENDIRI, DAN JANGAN LUPA BERIKAN AKU UANG" ucap Dealova pergi dan membanting pintu dengan keras
"brakkkk"
"Eeuhhhhh"
"Arrrrrgggghhhhh"
Bride mengamuk dan melempar semua barang yang ada di meja nya, dia sangat muak dengan perlakuan ibunya itu, dengan kesal dia meneguk satu botol minuman k3ras, dan terduduk dengan penuh amarah,
Satu jam kemudian Silver kembali, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat keadaan ruangan Bride,
Pemuda itu sangat kacau, kertas berserakan di mana mana, dan juga banyak pecahan gelas di lantai,
"Apa yang terjadi dengan anda tuan"? Tanya Silver memapah Bride menuju kamarnya
__ADS_1
" Hiks, Hiks, aku lelah Silv, aku juga manusia biasa, aku ingin keluarga yang utuh" ucap Bride meracau
Silver paham sekarang, sepertinya ibu dari tuan nya datang lagi untuk mengacaukan suasana hati Bride, Silver menggertak kan rahangnya, andai Bride tidak melarang, Silver pasti sudah mencinc4ng tubuh wanita itu,
...****************...
Keesokan harinya Zia dan Bright membuat janji, mereka akan berkencan dan berbelanja bersama di sebuah plaza milik keluarga Valmost, tanpa Sesil, karena pria tampan itu meminta Zia untuk meninggalkan nya, dan mau tak mau Zia mengiyakan keinginan kekasihnya itu,
Di lain sisi, Bride juga berjalan tanpa Silver, pemuda itu ingin menghirup udara segar dan sesekali menjadi pemuda normal seperti yang lain nya, tanpa kertas, gadget dan juga pena,
"Wussshhh"
Bright dan Bride berjalan berpapasan, mata Bride sedikit melirik ke arah gadis yang berjalan disamping Bright, dan dia tau bahwa gadis itu adalah Serra,
Zia juga melirik ke arah Bride, dengan genit dia mengedipkan mata kanan nya,
"Tingg"
Bride sedikit terkejut namun pura pura tidak perduli,
"Datar sekali" bathin Zia
Bright sendiri menoleh ke arah belakang, dan Bride berjalan lurus kedepan,
"Sayang, kenapa kau melamun"? Tanya Zia
"Tidak apa apa, aku hanya merasa familiar dengan orang itu" tunjuk Bright dengan dagu nya
"Memang sedikit mirip denganmu" ucap Zia
"Mirip dari mana"? Tanya Bright
"Dari wajah yang sama datarnya haha" ucap Zia cekikikan, sedangkan Bright menggelengkan kepala mendengar ejekan Zia,
"Ayo kita menonton bioskop" ucap Zia melihat poster yang memberitahu bahwa ada drama yang baru saja rilis
"Sesuai keinginan anda tuan putri" ucap Bright menggandeng tangan Zia,
Dan secara kebetulan lagi,Zia duduk di antara Bride dan Bright, tak disangka Bride tertarik dengan Film yang berjudul Super women itu juga, melihat judulnya membuat dia ingat pada gadis yang bernama Serra, dan lucunya mereka tidak menyadari satu sama lain bahwa mereka duduk berdampingan karena di dalam sana sangatlah gelap,.
Suasana di dalam sana sangat tegang bagi yang lain, tetapi tidak untuk Zia, gadis itu terus saja mengoceh dan mengomentari Film yang sedang di putar itu,
"Ckk, harusnya dia mematahkan leher pria itu, lemah sekali" ucap Zia kesal
Bride tersenyum mendengar perkataan gadis yang ada di sampingnya,
"Kamu terus saja mengoceh sayang, gadis itu bukan gadis kejam seperti mu" ucap Bright dan Bride bisa mendengar obrolan mereka berdua
Tanpa sengaja Zia menjatuhkan Pop corn Bride ke lantai, dan mereka berdua reflek mengambil kembali Pop corn yang terjatuh
Tangan Zia menyentuh tangan Bride, mereka saling tatap dalam gelap, hanya diam tanpa suara, sedangkan Bright Fokus melihat film nya, dan tidak sadar dengan apa yang dilakukan Zia,
"Ah maaf" ucap Zia tersadar dari lamunan nya
"Ehmm" sahut Bride datar
Zia kembali duduk dan sedikit melirik Bride, lalu berbisik
"Tangan mu dingin sekali , kamu perlu banyak istirahat" bisik nya
Bride terkejut, baru kali ini ada orang yang memperhatikan nya, apalagi orang tersebut adalah orang asing, Bride tidak merespon dan hanya tersenyum secara diam diam,.
__ADS_1