Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
kagum


__ADS_3

Akhirnya Zia dan Micke sampai juga di depan Bar yang di berinama Lc Bar setelah di share lock oleh Lea,


Suara dentuman musik mulai terdengar ketika mereka masuk kedalam ruangan bernuansa hitam itu,


"Heyy Zia, di sini" seru Green, dia semangat sekali ketika melihat ada Zia di sana,


Jay, Vox dan Bright menoleh, ternyata gadis itu benar benar datang, Jay yang baru melihat Zia lagi merasa kagum, gadis itu semakin hari semakin bersinar saja pikirnya,


"Hai nona kita bertemu lagi" ucap Jay


"Hai, kemana saja"? tanya Zia basa basi


" Biasalah masih dalam masa orientasi kedokteran" ucap Jay


"Owh ternyata anda adalah seorang dokter,pak dokter bisa tolong obati saya" ucap Zia,


"Sakit fisik pasti bisa, asal jangan sakit perasaan saja" sahut Jay terkekeh,


Bright hanya diam mendengarkan obrolan mereka saja, tanpa bersuara sedikitpun sepertinya suara pemuda itu sangatlah mahal untuk di perdengarkan,


Sementara Micke,diam mengawasi suasana bar yang saat ini sangat ramai, banyak pengunjung yang mulai berdatangan,


"Hey, Bright kudengar kau adalah dewa judi, bagaimana kalau kalian bergabung untuk bermain tebak dadu" ucap Lea mendatangi meja Mereka


"Aku tidak tertarik" ucap Bright


"Bagaimana kalau aku saja" ucap Zia menunjuk ke arah wajahnya sendiri


"Krik, Krik, Krik"


"Puuuffttt"


"Ahahahahhaha"


"Nona, ini bukan permainan anak sd, taruhan ini hanya bisa di menangkan oleh orang orang berotak cerdas" ucap Vox tertawa


Micke menatap tajam ke arah Vox, dan membuat pemuda itu terdiam seketika,


"Aku tau, lagipula aku hanya ingin mencoba" ucap Zia


"Sekali kamu main, tidak bisa berhenti di tengah jalan, setidaknya kamu harus bermain sebanyak lima putaran" ucap Lea menjelaskan


"Aku tau" gumam Zia pelan


"Kalau kamu kalah, uang jajanmu akan habis dalam satu kali main" ucap Green menjelaskan dengan lembut, dia pikir gadis itu merasa sedih karena diremehkan, padahal Zia biasa saja,


"Bermainlah, aku yang akan bertaruh" ucap Bright


Semua orang menatap tak percaya ke arah Bright yang tiba tiba bersuara, dan Zia mengembangkan senyumnya


"Kau percaya padaku Bright"? tanya Zia


" Ya" ucapnya memalingkan wajah, dia tidak tahan melihat wajah imut Zia,


"Yess, ayo kak, antar aku kesana" ucap Zia menggandeng tangan Lea


"Eh, lagi lagi kau memanggilku kakak, aku tidak setua itu tau, usiaku baru saja dua puluh dua tahun" omel Lea

__ADS_1


"Umurku tujuh belas tahun" ucap Zia


"Hahh"


Lea cengo mendengar ucapan Zia, dan berjalan tanpa bersuara lagi,


Sedangkan Bright dan yang lainnya juga ikut berjalan mengikuti langkah Zia dan Lea,


***


"Tolong beri jalan, nona ini akan bermain, sedangkan yang bertaruh adalah tuan Bright, jadi tolong beri tempat" ucap Lea


"Mereka siapa"? Bisik ayah Lea,


" Dia tuan muda Axelo, sedangkan gadis itu adalah putri saudara tuan Gun" ucap Lea


Mata ayah Lea langsung melotot ketika mendengar nama sang penguasa negara NY tersebut


"Baiklah ada lima orang bermain disini siapa yang tebakan nya benar maka dialah yang menang, anda berani bertaruh berapa"? Tanya Jockey


" Dua juta dollar" ucap seorang pria botak


"Lima puluh juta dollar" ucap Zia


Semua orang terkejut mendengar nominal yang Zia sebutkan, gadis itu gila apa bagaimana pikir mereka,


Bright tersenyum miring, mungkin Zia ingin menghabiskan uangnya, dan membuatnya bangkrut, tapi Bright malah semakin tertantang, karena uangnya tidak akan habis sampai tujuh turunan,


Zia melirik Bright, gadis itu mendengar isi pikiran Bright, dan dia malah terkekeh, dia justru akan membantu Bright semakin kaya, karena Zia memiliki kekuatan mata tembus pandang, Zia mengetahui kekuatan nya itu ketika melihat seorang pria mengantongi sebungkus s*bu di saku celana nya, awalnya Zia tidak percaya, namun lama lama dia semakin yakin bahwa dia punya kelebihan itu,


"Anda gila nona, "! ucap Para petaruh yang lainnya


Semua orang terdiam mendengar ucapan tajam seorang Bright Axelo, lalu mau tak mau mereka pun mengikuti keinginan Zia,


"Baiklah karena semua sudah setuju, maka pertaruhan pertama akan di mulai"


"Klakk, klakk, klakk" si jockey mengoc0k dadu dengan cepat dan menaruhnya kembali meja, semua orang telah memegang kartunya masing masing , dan mereka siap membuka nya


"enam"


"Lima"


"Empat"


"Dua"


"Tiga" ucap Zia lantang


"Baiklah, karena semua telah menjawab, maka saya akan membuka kan gelasnya" ucap Jockey


"Tak"


"Woaahhhhh"


Semua mata orang orang melotot, tebakan Zia tepat, dia memenangkan ronde pertama,


"Yess"!!

__ADS_1


Zia meloncat dan memeluk Micke, sementara pria kaku itu hanya terdiam kaku atas respon yang Zia lakukan, sedangkan Bright berdecak sebal, sepertinya dia iri pada micke haha


" Selamat nona" ucap Jockey memberikan selembar kertas hasil taruhan, kertas itu adalah resi uang yang bisa di cairkan,


"Jangan senang dulu nona, anda hanya beruntung" ucap si kepala botak,


Zia tersenyum miring, tidak akan ada yang bisa menebak secara tepat selain dirinya,


***


Satu jam berlalu, semua petaruh mengusap dahinya yang berkeringat dingin, pasalnya dalam lima putaran semua di menangkan oleh Zia, mereka salah karena telah menganggap remeh gadis itu, Bright dan teman teman nya juga sangat merasa takjub dengan kelincahan gadis itu, bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi kaya dalam satu hari pikir mereka,


"Zia, apa kau mempunyai kekuatan mata bathin"? Ucap Vox


" Pletakkk"


"Awwww"


"Pertanyaan mu konyol sekali, kau pikir Zia manusia planet"? Ucap Green menjitak kepala Vox


'' Hehe, aku hanya beruntung" ucap Zia


"Bagaimana kalau kita bagi dua"? Tanya Zia pada Bright


" Uangku sudah banyak, kau pakai saja sendiri" ucap Bright


"Ckkk sombong sekali anda, banyak uang pun percuma kalau kau tak punya istri" ucap Zia melangkah pergi dengan kesal


Bright hanya tersenyum melihat wajah cemberut Zia yang menurutnya sangat menggemaskan itu,


"Hey, kau tersenyum"? Tanya Vox menunjuk wajah Bright, dan Bright pun langsung membuat wajahnya datar kembali, lalu pergi meninggalkan mereka


" Apa menurutmu Bright masih menyukai Zia"? Tanya Green pada Jay,


"Kurasa iya"


Jawaban Jay membuat Green lesu, mencari Serra tak dapat, mengejar Zia malah ada saingan,dia memilih untuk mundur saja jika memang Bright sebagai saingan nya


***


"Apa kita akan pulang Zia"? tanya Micke


" Ya, kita cairkan uangnya besok saja, huaaahh, aku sudah mengantuk" ucap Zia,


Lalu tiba tiba terdengar sebuah suara ledakan di salah satu bangunan terbengkalai


"Duaaaaaaarr".


" Boooooommmm"!!


"Tiarappppp"


Semua orang merunduk, sedangkan di sana Bright terkena reruntuhan gedung, kaki nya terhimpit bangunan,


"Arghhhhhh"


Bright mengerang kesakitan, sedangkan Zia, langsung melesat kearah Bright secara spontan, dan hal itu membuat Micke terdiam kaku dengan wajah tak percaya,

__ADS_1


"Kenapa Zia bisa melakukan ilmu teleport, yang hanya di kuasai oleh para Yakuza" ? bathin Micke.


__ADS_2