Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Memaafkan


__ADS_3

Kedua orang ternama itu akhirnya duduk dan saling berhadapan, terdapat sedikit ketegangan disana, karena Yuri memandang Zia dengan tajam, sedangkan Zia tidak merasa takut sedikitpun dengan tatapan yang di berikan Yuri,


"Kenapa kau tidak memberitahuku, aku bisa membuat acara jamuan atas kedatangan kalian" ucap Gun membuka suara


"Tidak, aku sengaja datang diam diam, agar kau ada di rumah" sahut Winter


"Ekhem, langsung saja Dadd" ucap Vivian


Winter menarik nafas dalam dalam dan langsung mengutara kan isi hatinya


"Aku membawa Zia kemari atas keinginan nya sendiri, dia ingin meminta maaf secara langsung kepada putra bungsu kalian Bright Axelo" ucap Winter


Semua mata menatap kearah Zia yang terlihat cantik malam ini,


"Si*al ternyata dia adalah Zia, tunanngan adiku" bathin Moon


Dahi Zia mengernyit ketika mendengar bathinan seseorang, lalu Zia pun menatap Moon, dia sama terkejutnya dengan Moon, ternyata pemuda yang waktu itu dia tolong adalah salah satu putra dari tuan Axelo,


"Apakah Bright adalah dia"? tunjuk Zia pada Moon


Gun tertawa, tentu saja Zia tidak akan mengenali anak anak nya, karena mereka tumbuh dewasa dan sangat tampan


" Dia kakak kedua Bright, namanya Moon" sahut Gun


"Apa kamu kecewa jika dia bukan Bright"? Pertanyaan sinis keluar dari mulut Yuri, dia masih ingat bagaimana kejam nya mulut Zia ketika menghina putra kesayangan nya


" Tidak tante, saya tau dulu saya pernah menghina putra tante, tapi tante harus tau, saat itu usia saya masih tujuh tahun, saya belum bisa berpikir mana yang baik dan mana yang tidak, jangan khawatarir sekarang saya tidak memandang orang dari kekukarangan tetapi kelebihan" ucap Zia


Yuri menatap Vivian dan Winter, dia tidak menyangka, gadis angkuh itu kini berubah menjadi seorang gadis manis dan juga sangat bijak


"Sebagai tanda maaf saya, saya ingin memberikan sesuatu untuk seorang ibu yang anaknya pernah saya hina" ucap Zia memberikan sebuah kotak ber ukuran sedang,


Winter dan yang lainnya saling lirik, mereka tidak tau bahwa Zia telah menyiapkan sesuatu,


"Krakk"


Ketika kotak itu di buka Yuri menatap dan mengelus sebuah lukisan tiga dimensi yang sangat indah, dia ingat saat itu dia dan Bright duduk sambil berpelukan ketika Bright dihina Zia,


Jika kalian bertanya dari mana Zia tau, itu dari Rider yang saat itu sempat memotret kejadian dimana Bright bersedih dan memeluk Yuri dengan erat, Freya adalag gadis dengan segudang talenta, Dia pandai nerakit s3njata, dan tentu saja sebelum merakit dia harus bisa menggambar nya bukan, dari itulah Freya berinisiatif untuk melukis Bright dan Yuri, karena dia yakin, diantara yang lain Mereka lah orang yang sangat terluka atas ucapan Zia,


"indah sekali" ucap Moon

__ADS_1


Yuri pun memperlihatkan apa yang telah Zia berikan, Gun dan yang lainnya juga sampai terpana, bahkan Vivian dan lainnya juga, kecuali Winter tentu nya, sedangkan Rider dia masih tetap diam tanpa Ekspresi


"Terimakasih Zia, lukisannya sangat indah, anggap saja semua angin lalu, tapi tante tidak tau, apakah Bright memaafkan mu atau tidak" ucap Yuri menunduk


"Dimana dia"? Akhirnya pertanyaan itu lolos dari bibir Winter, dari tadi dia tidak melihat Bright dan lupa untuk menanyakan nya,


" Bright sedang melakukan perjalanan bisnis, tunggu sebentar, aku akan mencoba menghubungi nya"ucap Gun


"Tuuuttt"


"Youre number Calling is Buzy now"


Beberapa kali mencoba nomor Bright tetap tidak dapat dihubungi, dan Gun pun memutuskan untuk menelpon nya lagi nanti,


"Bright tidak menerima panggilanku, mungkin dia sedang sibuk" ucap Gun


Winter dan yang lain nya pun mengangguk mengerti, sebagai seorang pembisnis muda yang sukses, tentu mereka tau jadwal Bright pasti sangat padat,


"Tapi kurasa dia akan mencoba untuk memaafkan Zia, namun, aku minta maaf Win, Bright telah menolak perjodohan yang telah kita sepakati" ucap Gun lagi


"Syukurlah, lagi pula aku tidak mau cepat memiliki pasangan, aku ingin berterimakasih kepada keluarga ku dan melindungi mereka terlebih dahulu" bathin Zia


Winter langsung menyentuh tangan Putri nya pertanda dia harus diam,


" Hemm, mungkin ini yang terbaik untuk mereka Gun, jangan khawatir, aku juga tidak akan memaksa putriku, aku ingin dia belajar dengan rajin dan sukses terlebih dahulu" ucap Winter


Akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk melupakan kejadian masa lalu,


Moon menatap Zia dengan semangat, adiknya sendiri telah memutuskan pertunangan mereka, dan tidak ada salahnya Jika Moon mencoba untuk mendekati Zia


"Hai, ku kira kau bukan Putri bungsu paman Win'' sapa Moon


" Ya, kukira Kakak juga bukan putra paman Gun" sahut Zia


Sun menatap Zia dari atas sampai bawah, tidak heran dia tumbuh cantik dan sempurna karena genetik itu sudah terlihat ketika Zia masih kecil dulu


"Kalian saling mengenal"? tanya Gun


" Ah dadd, Zia dan paman ini yang telah menolongku di mall waktu itu" ucap Moon


"Sudah kuduga, siapa lagi orang yang mempunyai kecepatan dewa kecuali Rider asisten Winter" ucap Gun

__ADS_1


"Ada apa ini"? Tanya Winter penasaran, lalu Moon pun menceritakan kejadian yang menimpa dirinya tempo hari


" Apa kau ingin aku untuk memberantas mereka"? tanya Winter


"Jangan dulu, aku ingin tau siapa dalangnya terlebih dahulu, untuk saat ini aku ingin meminta anak buahmu untuk melindungi keluargaku" ucap Gun


"Ride"


"Siap Tuan"!!


Tanpa bertanya lagi Rider langsung keluar untuk melakukan perintah dari Winter,


" Hebat, dia benar benar peka" ucap Gun takjub


"Apa kau ingin mengambil satu"? Tanya Winter


" Apa dia akan setia seperti Rider"? ucap Winter balik bertanya


"Tidak ada kata tidak setia dalam kamusku,jika pun ada maka Rider akan menghapuskan nya" ucap Winter datar


"Baiklah, kirim padaku salah satunya" ucap Gun, sedangkan yang lain hanya diam mendengarkan karena tidak mengerti apa yang sedang dibahas oleh kedua penguasa tersebut,


"Terimakasih Zia, kau dan Rider telah menyelamatkan hidup putra kedua ku" ucap Gun menatap Zia


"Tidak apa paman, sesama manusia kita memang harus saling tolong menolong" ucap Zia


" Kau mendidiknya dengan baik Win" ucap Gun menepuk pundak Winter


Hati Winter terasa dicubit, Zia yang sekarang adalah Freya tentu saja mereka berbeda,walau begitu Winter tetap bangga karena Freya kini telah menjadi Zia putri bungsu nya,


Zia menggenggam tangan Winter, dia tau apa yang ayah angkatnya pikirkan, sedangkan Winter melirik Zia dan tersenyum


"Keluarga yang Sangat hangat" bathin Gun, dan Zia bisa mendengarnya,


...****************...


Karena hari sudah larut malam, akhirnya Keluarga Valmost pun pamit untuk pulang, kini hati Winter sudah tenang, tidak akan ada lagi kecanggungan dalam persahabatan nya dengan Gun, sedangkan Gun saat ini sedang menghubungi Bright,


"Tuuuttt"


"Hallo Dad"!.

__ADS_1


__ADS_2