Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Cinta


__ADS_3

"Jadi bisakah Zia memasak untuk makan siang dan malam setelah makan malam selesai Zia akan kembali" ucap gadis itu menatap Yuri, sedangkan Yuri menatap Bright yang diam diam menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan jangan izinkan gadis itu,


" Apa kamu tidak lelah nak,"? Tanya Yuri segan


"Tidak, ya, ya, ya, ayolah ibu mertua" ucap Zia


Yuri terkesiap dan tertawa mendengar panggilan Zia kepadanya,


"Baiklah, baiklah sayang, anggap saja rumahmu sendiri" ucap Yuri


Sedangkan Bright langsung pergi sambil berdecak kesal, kenapa gadis itu terus saja menghantui nya,


***


Zia benar benar serius dengan kata katanya dia tidak mengizinkan satu pelayan pun membantunya, dan saat ini dia sedang berkutat dengan dapur sendirian


Bright dan Yuri sudah duduk di meja makan, sambil memperhatikan gerak gerik Zia yang begitu gesit,


"Zia telah berubah nak, berikan dia kesempatan" ucap Yuri memegang tangan Bright


".... "??


Bright tidak berbicara satu patah kata pun, dia masih bingung dan juga ragu dengan perubahan sikap Zia yang sangat tiba tiba,


" Makanan sudah siap" teriak Zia


Yuri dan Bright mencium aroma masakan yang sangat harum dan menggugah selera, ternyata Zia membuat makanan khas jepang,


"Wahh sayang , kamu pintar sekali, makanan ini mengingatkan ku ke tanah kelahiran ku" ucap Yuri dengan mata berbinar


Bright menusuk salah satu udang dan memakan nya,


Mata nya melotot, masakan Zia benar benar enak, dan bisa mengalahkan restoran bintng Lima,


"Bagaimana sayang"? Tanya Zia


Bright mematung, lagi lagi gadis itu memanggilnya sayang, dan si*lnya itu terdengar begitu manis ketika Zia mengucapkan nya,


" Enak" ucap nya memalingkan Muka


"Baiklah, ayo makan, sebelum semua nya menjadi dingin, kak Micke kak Ken duduk lah" ucap Zia


"Duduklah, kita makan bersama" ucap Yuri


Ken dan Micke pun bergabung bersama mereka,


...****************...


Malam telah tiba, tuan Gun,Sun dan Moon akhirnya pulang dari perusahaan, mereka terkejut melihat Bright sedang bersama Zia di taman belakang, mereka terdiam dan memperhatikan Zia yang terus berbicara dengan Bright sementara Pemuda itu hanya diam dan menatap Zia dengan pandangan datar,

__ADS_1


"Kau tau Bright, sesuatu yang sudah pergi tidak akan bisa kau genggam kembali, seperti aku, saat ini aku mencoba mendekatimu dan kau tidak perduli padaku,, suatu hari nanti Hal ini bisa saja terjadi padamu, hatiku sakit ketika di abaikan" tunjuk Zia ke arah dada bidang milik Bright


Pemuda itu tidak tau, dan tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh Zia, jadi dia tidak memikirkan nya


"Bisakah kau menjauhi wajahku ketika berbicara"? Tanya Bright


" Tidak, aku menyukainya, saat kau memandang wajahku dengan penuh permusuhan, aku semakin tertantang" ucap Zia


"Hentikan Zia, semua orang menatap kita" ucap Bright


Zia terkejut dan langsung menghindar, sementara Bright tersenyum lucu melihat kelakuan Zia


"Selamat malam paman, kakak Sun dan Kak Moon" sapa Zia menetralkan ketegangan nya,


Moon berdiri kaku, dia pikir Zia telah mencium Bright, padahal apa yang mereka pikirkan, tidak sesuai dengan apa yang mereka lihat,


"puk, puk"


"Lupakan lah" ucap Sun menepuk punggung adiknya


"Hai Zia, sejak kapan disini"? Tanya Gun menetralkan rasa keterkejutan nya


" Andai kau disini Win, kau pasti tidak menyangka seberapa bar bar nya putrimu, sehingga putraku yang kaku tidak bisa berkutik"bathin Gun


Ingin rasanya Zia tertawa, mendengar isi pikiran tiga pria di hadapan nya, namun biarlah, Zia malah semakin suka,


***


"Wow, are u really, ini semua kamu yang masak Zia"? Tanya Gun


" Benar, tadi siang dia juga memasak makanan jepang untuk kami berdua" sahut Yuri


"Pokok nya Zia sudah siap jadi menantumu ayah mertua" ucap Zia, dan berhasil membuat semua orang tersedak, kecuali Yuri


"Uhukk, Uhukk" Gun terbatuk batuk, Bright yang sudah mulai terbiasa saja masih terkejut setiap Zia mengeluarkan kata kata mutiara nya,Gun menatap ke arah Bright yang salah tingkah dan dia pun tertawa


"Hahaha, apakah kalian sudah berpacaran"?


" Tidak, " ucap Zia lesu


"hahhh" ucapan Zia membuat mereka tidak mengerti


"Sudah lah, ayo makan, tidak enak kalau hidangan nya keburu dingin" ucap Yuri mengalihkan pembicaraan, lalu mereka pun makan dengan tenang,


Diseberang sana Zia berkutat dengan udang dia membuka kan cangkang nya dan memasukan nya ke mulut Bright, dia memegang pipi Bright lalu menyuapi nya, Bright sama sekali tidak bisa melawan nya, Zia benar benar gadis yang sulit di atasi,


Moon terus memperhatikan interaksi antara mereka berdua, terlihat jelas di sana Zia terlihat lebih mencintai Bright, karena Bright kelihatan acuh tak acuh, yang Moon pikirkan adalah kenapa Zia tiba tiba mengejar Bright, padahal awalnya mereka nampak seperti kucing dan tikus yang selalu bertengkar,


Zia melirik ke arah Moon, dan tersenyum, sementara Bright juga memperhatikan interaksi mereka,

__ADS_1


"Ambilkan tisu" ucap Bright mengalihkan perhatian Zia, sepertinya dia mulai tidak rela Zia bermain mata dengan pria yang lain,


"Ayolah sayang, jangan makan seperti bayi,belepotan sekali" ucap Zia mengelap bibir Bright, dan pandangan mata pemuda itu seperti mengejek ke arah kakak nya Moon, seakan ingin mengatakan bahwa dialah pemenangnya,


Moon mengalihkan pandangan nya, ternyata Sun benar, Zia dan Bright memang menyimpan perasaan yang sama,


"Besok hari kelima, kita pergi ke lahan pembangunan proyek kecil kita, kita lihat saja bagaimana gila nya Bright ketika mencari ku setelah menghilang selama dua hari" ucap Pelan Zia, dan dapat di dengar oleh Micke, sementara pria kaku itu memandang Zia dan mengangguk kan kepala nya,


...****************...


Keesokan hari nya, Zia benar benar pergi, tanpa kabar berita, ponselnya di matikan, dan Micke menutup jejak mereka berdua, sebelumnya Zia sudah memberi tau Winter terlebih dahulu, agar mereka tidak khawatir, karena hampir setiap hari mereka selalu melakukan video call,


"Hey, aku tidak melihat Zia, kemana dia"? Tanya Vox pada Bright


" Aku tidak tau, " jawab singkat Bright yang juga heran dan anehnya dia merindukan kegilaan gadis itu,


"Kau ini pacarnya, masa tidak tau" ucap Vox


"Nomornya saja aku tidak tau"


Jawaban Bright membuat Vox dan Green melotot tak percaya, jadi hubungan apa yang sedang mereka jalani, pikir mereka,


"Apa yang sedang kalian mainkan Bright, Zia seperti tergila gila padamu, lalu sekarang dia hilang tanpa kabar"? tanya Green


" Zia memberikanku waktu tujuh hari, seharusnya besok dia sudah datang meminta jawaban ku" ucap Bright,


"Lalu apa yang akan kau katakan"?


" Aku akan menolak nya" ucap Bright datar


Green merasa lega, ternyata Bright benar benar tidak lagi memiliki perasaan terhadap Zia, padahal masih terlalu dini untuk Green menarik kesimpulan,


***


Lama kelamaan Bright menjadi resah, Zia tidak ada di apartemen nya, orang tua nya sendiri juga tidak tau dimana Zia,


Kenangan yang Zia tinggalkan benar benar membuat Bright merindukan nya, dia melamun sendiri dan tersenyum sendiri mengingat kelakuan Zia, hingga hari ke tujuh pun telah tiba,


Bright semakin khawatir kepada gadis itu,selain tidak ada kabar, dia juga tidak kembali di hari yang telah ditentukan,


"Bugggg"


"Bright, hentikan" teriak Gun meneriaki Bright yang memukuli Ken,


"Mencari Zia saja dia tidak bisa Dadd, aaarggghhhh"


Bright mengamuk setelah mendapat kabar yang sama dari Ken, Ken sudah berusaha semaksimal mungkin tapi dia tidak bisa menemukan Zia,


"Zia, kau kemana, kenapa kau melukai hatiku lagi" gumam Bright, air mata nya Luruh, sekuat apapun dia menepis perasaan nya, tetap saja tidak bisa, Bright masih mencintai Zia, dan dia merasakan nya setelah Zia menghilang,.

__ADS_1


__ADS_2