Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Melihatnya lagi S2#


__ADS_3

Malam telah tiba, Halana di sulap menjadi seperti bidadari, dan hal tersebut membuat Axel merasa bangga karena tidak salah dalam memilih orang,


"Jangan permalukan aku saat di sana sayang"! Ucap Ax mengelus pipi Lana


Halana terkejut bukan kah perjanjian nya hanya akan memanggil sayang saat di luar mansion saja, kenapa sekarang berbeda, namun Lana langsung ingat pada pasal pertama, yang mengatakan bahwa perkataan tuan nya adalah benar,


" Malah melamun" ucap Ax mengejutkan Lana lagi,


Mata Halana mengerjap ngerjap lucu, Axel ingin sekali tertawa melihat ekspresi konyol itu, namun dia tahan sebisanya,


"Oke tu tuan" ucap Lana


Ax menekan pinggang Lana dengan kuat dan mengatakan sesuatu yang membuat gadis itu semakin salah tingkah,


"Panggil aku sayang dimanapun kau berada, mulai saat ini juga" bisik Axel di telinga Lana


Halana menepuk pipi nya pelan untuk mengetahui ini mimpi atau bukan, sedangkan sang pelaku tertawa dengan puas sambil berjalan menuju tempat parkir,


***


Hanya ada kesunyian saat di dalam mobil Halana maupun Axel tidak ada yang berbicara satu patah kata pun,


"Ah, i, itu tu, maksudnya sayang, apa anda se serius kepada sa, saya"? Ucap Halana gugup


" Serius apa"? Tanya Axel berpura pura


"Hemm, apakah dengan sebutan sayang itu, menandakan bahwa saya adalah istri sah anda"? Tanya Halana lagi


Axel diam saja, dan melihat kediaman Axel itu membuat harapan Lana hancur seketika


" KAU ISTRIKU DAN SATU SATUNYA YANG AKAN JADI ISTRIKU" ucap Axel


Halana terkejut dan langsung memeluk pinggang Axel yang sedang mengemudi


"Hey gadis konyol, kau ingin membuat kita celaka ya" ucap Axel


"Hehe maafkan aku sayang Pisss" ucap Lana mengacungkan dua jari tangan nya pada Axel


Pria dingin itu hanya bisa menarik sudut bibirnya, sepertinya keputusan dia mengambil langkah ini adalah benar, diam diam Axel sudah membuang semua foto Ziana yang ada di dalam kamar maupun ponsel nya, dia berpikir bahwa dia tidak mencintai Ziana dia hanya terobsesi, dan dia juga berpikir untuk meminta maaf jika dia sudah siap nanti,


"Halana, seandainya kau mengetahui masa lalu ku yang kelam apa kau akan tetap berdiri disampingku"? Tanya Axel


Halana terdiam,lalu tersenyum,


" Ceritakan lah masa lalu kelam anda dan saya siap mendengar nya" ucap Lana bijak


Karena perjalanan mereka membutuhkan waktu lama jadi Axel memutuskan untuk menceritakan semua masa lalu nya kepada Halana,di sepanjang perjalanan berbagai macam ekspresi muncul di wajah cantik Lana, kadang dia kesal kadang juga dia terenyuh


"Asalkan anda berjanji untuk melupakan nya maka saya akan menerima anda dengan lapang dada" ucap Halana

__ADS_1


"Terimakasih Lana" ucap Axel singkat


"Haduhh, sabar sabar nasib punya suami kaya papan triplek ya begini, tidak bisa mengekspresikan diri" omel Lana dalam hati,.


***


Axel dan Halana telah tiba di depan gedung megah tempat para kolega melakukan bisnis kerja sama, undangan makan malam hanyalah sebagai alasan mereka untuk berkumoul dan bertemu satu sama lain,


Tak terduga, ternyata Zia hadir bersama dengan Sun, kakak iparnya, Sun datang sebagai perwakilan dari perusahaan milik Gun, sedangkan Zia perwakilan dari perusahaan milik suaminya yaitu Bright, pria tampan itu sedang terkulai di rumah sakit dan Yuri lah yang saat ini sedang menjaga nya,


"Selamat datang tuan Axel" ucap Salah satu pembisnis dengan suara lantang


Semua mata langsung menatap kearah seorang pria gagah yang menggandeng seorang wanita cantik,


"DEG, DEG"


Tangan Axel berkeringat, dia menatap lurus kedepan, dia melihat seorang wanita cantik berbalut gaun berwarna Hitam, wanita yang pernah menjungkir balik kan kehidupan nya, gadis yang pernah ingin dia renggut kesucian nya, dan gadis yang membuatnya menutup diri terhadap wanita lain, tanpa dia sadari dia menggenggam kuat tangan istrinya Halana


"Sayang ada apa"? Tanya Halana heran


Dengan cepat Axel berbalik dan menjauhi tempat Zia berada,


Zia menatap kepergian pria bermasker itu dengan perasaan yang sangat aneh,


" Siapa dia kak sun"? Tanya Zia


"Jika kita bisa berkerja sama itu berarti perusahaan kita bisa selamat" ucap Zia bersemangat


"Ya, tapi mustahil Zia kemungkinan nya hanya Lima puluh persen" ucap Sun,.


"Ada apa dengan mu"? Tanya Halana mengusap keringat di dahi Axel,


" Ga, gadis itu ada disini" ucap nya terbata bata


"Siapa"?


" Ziana" ucap Axel


"Hahhhh, "?


Halana terkejut, baru saja mereka menceritakan nya tadi, kenapa tiba tiba Zia ada di sana pikirnya


" Sayang, jika kau memang ingin melupakan nya, hadapi dia, dan kuatkan iman mu, ingatlah bahwa kau sudah memiliki aku" ucap Halana


Axel menatap mata istrinya,dan menggenggam tangan Lana,sangat suci dan murni itulah yang Axel rasakan dari setiap sentuhan Halana


"Bisakah kita menghadapi nya bersama, tapi jangan beritahu dulu siapa aku, aku belum siap" ucap Axel


Halana mengangguk dan mengerti apa yang suami nya rasakan, kemudian mereka pun berjalan bergandengan,

__ADS_1


"Maaf tadi kami ada urusan sebentar" ucap Halana kepada para kolega yang menunggu kedatangan mereka


"Ah tidak apa apa, oh ya jika boleh tau nona ini siapa"?


" Dia istriku"


Ucapan Axel membuat semua orang terkejut, pantas saja Axel tidak dekat dengan wanita manapun ternyata dia memiliki seorang istri pikir mereka,


"Tuan axel, bisakah saya meminta waktu anda" ucap Zia


Jantung Axel berdebar kencang, dia memandang Halana, dan halana menggantikan suami nya untuk berbicara,


"Ada hal penting apa nona"?


" Perkenalkan saya Ziana, saya perwakilan dari BZ corp, saya ingin mengajukan kerjasama dengan tuan Axel" ucap Ziana


"Mari duduk dan bicarakan perlahan" ucap


Halana tersenyum, jujur saja dia tidak mengerti tentang hal ini, karena dia tidak mempelajarinya,


Axel masih diam, lidahnya terlalu kaku untuk berbicara, namun setelah dia membaca proposal milik Zia betapa terkejutnya Axel melihat saham yang anjlok, setau dia Bz Corp menduduki peringkat ke empat di negara X, kenapa jadi begini pikirnya


"Semoga tuhan mendengar doa kita hubby, " bathin Zia


Axel menatap Zia, ada sinar kesedihan di dalam sana, dan hal itu membuat Axel jadi penasaran dan memutuskan untuk menerima proposal Zia, dan akan mencari tau secara diam diam,


"Baiklah nona, proposal anda di terima" ucap Axel


"Terimakasih tuan" ucap Zia berbahagia dan berjabat tangan dengan Axel,


Setelah semua sudah selesai Zia pun langsung pamit kepada semua orang,


"Selamat atas keberhasilan anda Nona Zia, apakah benar suami anda sedang sakit"? Tanya salah satu kolega


"Benar karena itulah saya harus segera pulang untuk menemaninya"? Ucap Zia pamit,


Axel diam diam mendengarkan percakapan mereka, dan bertanya tanya, apa yang terjadi pada adiknya Bright,


Makan malam selesai, Halana dan Axel pun kembali ke kediaman mereka,


" Bereskan barangmu, mulai malam ini kau akan tidur di kamarku"


"Deggg"!!!


Ucapan Axel membuat jantung Halana berdebar, akhirnya impian dia untuk menjadi istri yang sebenarnya akan segera terwujud, dan jangan kan Halana, para pelayan dan penjaga pun sangat terkejut mendengar ucapan Axel yang sangat tiba tiba itu,


"Baik sayang" sahut Halana


Lagi lagi ucapan Halana membuat mereka semakin bingung, apa yang telah mereka lewatkan pikirnya, sementara Steve hanya bisa tersenyum dia bahagia akhirnya Axel bisa move on dari masa lalu nya,.

__ADS_1


__ADS_2