
"Micke jika kau sudah selesai, kau boleh pergi, Zia tidak di rumah saat ini,dan daddy bilang dia tidak tau Zia pergi kemana"ucap Bright,
Ucapan Bright membuat Micke langsung berdiri, dia ingat tadi Zia sempat menelpon nya, saat dia dipukul oleh tongkat,
Micke berlari dengan cepat, dia menajamkan indra pendengaran dan penciuman nya, dia masih sangat ingat bau Parfum Zia, dia terus berlari menelusuri jalanan,
***
" Cihh ayolahh"!!!
"Bakkkkkk"
Gun memukul setir mobilnya beberapa kali, dia terjebak macet, entah apa yang membuat jalanan macet seperti itu
"Sh*ttttt" umpatnya
Sementara di lain arah Micke berhasil menemukan Zia yang tergeletak di balik rerumputan tepat di pinggir jalan,
"Nona, nona" Micke menepuk nepuk pipi Zia, tapi tidak ada hasil dan akhirnya dia memutuskan untuk membawa Zia ke rumah sakit,
Ketika Micke masuk, Bright kebetulan akan keluar, dan dia terkejut melihat keadaan Zia yang tidak sadarkan diri
"Apa yang terjadi"? Tanya Bright, tapi Micke tidak memperdulikan nya dan terus berlari kedalam
" Ken ikuti dia" ucap Bright
Ken pun mendorong kursi roda Bright,mengikuti arah micke pergi,
***
"Ceklek"
"Bagaimana"? tanya Micke singkat,
" Bagaimana keadaan Zia" ??
Tiba tiba saja Gun datang dengan nafas terengah engah, dia langsung melesat ke arah rumah sakit setelah Bright memberitahunya,
"Apakah gadis itu memiliki riwayat sesak nafas"?
" Benar, nona menderita asma semenjak dia lahir" ucap Micke
"Sepertinya dia hanya kelelahan, lain kali lebih perhatikan lagi, paru parunya sudah tidak berfungsi dengan baik, jika lalai sedikit saja saya rasa"? Dokter tidak meneruskan ucapan nya karena dia yakin mereka akan mengerti apa maksudnya
" Huffftt"
"Seharusnya Winter tidak mengirim Zia kemari, aku tidak mengerti apa yang ada dipikiran nya" ucap Gun memukul dinding
Bright menatap wajah khawatir milik ayahnya, mendengar penyakit Zia, Bright sendiri jadi merasa iba, ternyata gadis angkuh itu hanya lelah dengan sakitnya, sehingga membuat dia senang membuat onar,
Micke berdiri kaku dengan tatapan kosong, tugasnya untuk melindungi putri tuan nya telah gagal, ternyata Zia sakitnya separah itu, Micke berjanji akan membahagiakan nona nya, dan berusaha untuk menjadi lebih hangat kepada Zia,
__ADS_1
"Dadd" panggil Bright
"Ya, sekarang kau paham kan, Zia hanya ingin membuat hidupnya lebih berwarna, karena dia lelah dengan sakitnya, dia senang membuat onar, karena dia merasa lebih banyak perhatian untuknya, Winter dan Vivian terlalu sibuk dengan pekerjaan, Zia di manjakan dengan uang, karena itulah gadis itu menjadi gadis yang angkuh" ucap Gun menjelaskan kepada Bright,
"kau tau Bright, Saat dia menghinamu Zia menangis semalaman karena merasa bersalah, dia hanya tidak ingin kau memiliki pasangan yang penyakitan, itulah yang dia pikirkan" ucap Gun lagi
"Kenapa daddy tidak menjelaskan nya padaku"? tanya Bright
" Karena Zia, dia meminta Dady untuk membiarkan waktu mengalir bagaikan air, jika memang semua orang membencinya maka biarkan lah" ucap Gun
"Dia gadis yang baik Bright" ucap Gun menepuk pundak putra nya
Bright memandang ruang rawat Zia dengan pandangan kosong, dan memilih untuk pergi dari sana,
...****************...
Keesokan harinya Zia bangun dari tidurnya, dia melihat sekitarnya berwarna putih, adapun Micke yang tertidur di sampingnya dengan kepala yang diperban, membuat mata Zia langsung segar dan langsung terbangun dengan kepala yang sedikit berdenyut,
"Awhh"
"Nona, anda sudah sadar"? tanya Micke yang langsung sadar ketika mendengar suara Zia
" Hemm, aku pasti di rumah sakit" ucap Zia lesu
"Maafkan saya lalai nona, saya siap dihukum" ucap Micke
Zia menggelengkan kepalanya, dia tidak mau Winter menghukum nya dengan kejam, karena setiap kesalahan besar atau pun kecil Winter tidak akan membiarkan anak buahnya lolos dari hukuman,
"Tidak kak, demi aku," ucap Zia menyentuh tangan Micke,
"Tapi"
"Sssttt, percayalah padaku" ucap Zia
Micke tersenyum, ini pertama kali nya dia tersenyum lagi setelah kematian Freya, ada lesung pipi yang indah di pipi kanan nya,
"Ayo pulang" ucap Zia turun dari ranjang nya
"Hati hati nona" ucap Micke, membantu Zia bersiap untuk pulang,
...****************...
"Grunggg"
"Grungg"
Bright terkejut melihat kedatangan Zia dan Micke, dia pikir gadis itu tidak akan masuk kelas hari ini, ternyata dia tidak selemah kelihatan nya pikir Bright,
"Zia masuk juga" ucap Green dengan wajah lebamnya, dia tidak bisa meninggalkan mata pelajaran nya karena dia bertekad untuk lulus dengan nilai terbaik, begitu juga yang lain nya, meskipun mereka terlihat liar, namun mereka adalah para pemuda yang disiplin,
"Kau baik baik saja Zia"? Tanya Vox
__ADS_1
" Hemm, aku tidak apa apa, pingsan begitu sudah biasa bagiku" ucap Zia menatap Bright, sedangkan Bright memalingkan wajahnya, karena telah ketauan menatap wajah Zia,
Zia melihat pemuda itu baik baik saja, lalu dia pun memutuskan untuk membawa micke masuk kedalam kelas nya,tanpa mereka sadari ada orang yang memperhatikan nya semenjak tadi
"Hai teman teman, malam ini aku mengundang kalian ke acara pembukaan bar terbaru milik ayahku, kuharap kalian bisa datang, dan kau juga anak baru, kalian di undang, ada kasino di sana loh, kalian bisa bertaruh sampai bangkrut haha" ucap seorang gadis menyodorkan kartu undangan kepada para mahasiswa,
"Ckkk, bagaimana, apa kau tertarik" ucap Zia pada Micke
"Hmm" jawabnya singkat
"Baiklah kakak cantik, kami akan pergi" sahut Zia
"Awww, apa aku setua itu sampai di panggil kakak, panggil saja aku Lea oke"! Ucap nya
" Baiklah Lea" ucap Zia
"Good girl" sahut Lea menyentuh kepala Zia dan pergi membagi undangan kepada yang lain nya,
***
"Bright apa kau akan pergi"? tanya Vox
" Tidak tertarik"
"Aku juga tidak mungkin pergi dengan wajah begini" ucap Green
"Tapi ku dengar Zia dan Micke pergi loh" ucap Vox
"Boleh di pertimbangkan" ucap Green cepat, sementara Bright juga berpikir untuk pergi, sebelum gadis itu membuat ayahnya khawatir lagi,
"Baiklah aku akan membawa Jay, kurasa dia juga tertarik dengan kasino" ucap Vox,
...----------------...
malam telah tiba, saat ini Zia dan Micke sedang bersiap untuk pergi ke pesta pembukaan bar milik ayah Lea,
"Jangan membuat onar nona" ucap Micke membuka suara
"Panggil aku Zia, anggap aku adikmu, maka aku akan mendengarkanmu kak" ucap Zia bernegoisasi
"Setuju" ucap Micke cepat, dan Zia ternganga mendengar jawaban cepat dari pria kaku itu,
"Pakai ini" ucap Zia memberikan setelan kaos santai kepada Micke, lalu Micke menerimanya dan mengganti pakaian nya dengan cepat,
"Ceklek"
"Woow, kau tau kak, kau tampan sekali dengan pakaian seperti ini" ucap Zia takjub
Micke menggaruk kepalanya yang tak gatal, si*l sekali hatinya sedikit tersipu malu mendengar pujian Zia.,
"Hahah, wajahmu memerah" gelak Zia
__ADS_1
Micke menetralkan perasaan nya dengan cepat, nona nya ini benar benar pikirnya,
Zia memutuskan untuk pergi satu kendaraan dengan Micke, mereka terlihat serasi dengan pakaian senada, mungkin orang lain akan berpikir bahwa mereka adalah sepasang kekasih ketika melihat mereka bersama,.