
Keesokan harinya Zia pergi lagi ke rumah sakit untuk menjenguk Bright, dia akan langsung to the point saja, karena Freya bukan tipe orang yang suka bertele tele, hari ini dia berniat untuk meminta kesempatan kedua kepada Bright untuk memperbaiki hubungan mereka, setidaknya dengan begitu Freya punya hak untuk melindungi Bright dari dunia,
"Ceklek"
"Selamat pagi tuan dingin"! Sapa Zia
" Hmm, kau datang lagi"? Tanya Bright
"Kenapa, apa tuan tidak senang, owh sakitnya hati ku ini" ucap Zia dramatis
"Ckk, menyebalkan" ucap Bright
"Awas jangan sebal sebal, nanti jatuh cinta" ucap Zia mendekati ranjang Bright, saat ini pemuda itu sedang memangku laptopnya karena pekerjaan kampus dan juga perusahaan sudah menumpuk, membuatnya sedikit sakit kepala,
"Bright, boleh aku meminta waktumu"? tanya Zia
" Aku sibuk Zia"
"Sebentar, lima menit saja" ucap Zia
Bright menatap Zia dan menutup layar laptopnya
"Bisakah kita mulai dari awal lagi Bright, berikan aku kesempatan kedua" ucap Zia langsung
Bright terkejut dan menatap Zia tak percaya, gadis itu baru saja mengatakan sesuatu yang harusnya seorang pria katakan, apakah gadis itu sudah tak tau malu, pikir Bright
Dalam hati Zia mengutuk isi pikiran Bright yang mengatai nya, namun dia tetap bersabar,
"Aku tidak tau Zia, ini terlalu mendadak" ucap Bright
"Baik, aku memberimu waktu satu minggu dari sekarang, jika kau tidak memberikan ku jawaban maka, jangan salahkan aku jika jalan dengan yang lain, kurasa kak green tidak buruk, dia tampan, keren dan juga seorang pembalap" ucap Zia memuji Green
"Kau baru saja meminta kesempatan, dan sekarang kau memuji pria lain di depanku, kau tidak waras Zia" ucap Bright merutuki sikap Zia
"Haha, cuma satu minggu loh, pikirkan baik baik" ucap Zia menatap Bright, sambil menaikan alisnya tiga kali
Pemuda itu memalingkan wajahnya kembali, si*l sekali, Zia terlihat Manis, namun juga menyebalkan di mata nya,
"Sudah sarapan, sudah minum obat"? Tanya Zia
" Sudah, kau cerewet seperti ibuku saja" ucap Bright membuka kembali Laptopnya
Zia pun memutuskan untuk duduk bermain dengan ponsel, lalu dia mendapatkan pesan singkat dari Micke
Micke
"Zia, aku menemukan lahan kosong, letaknya tersembunyi di dalam hutan, cocok untuk di jadikan gedung laboratorium mu"
"Beli saja"
Zia tersenyum setelah mendapat kabar baik dari Micke, dari ranjangnya Bright menatap kearah Zia yang senyum senyum sendiri,
"Cih, sedang kasmaran begitu sok sok an meminta kesempatan" bathin Bright kesal
__ADS_1
Zia langsung menatap Bright setelah mendengar isi pikiran pemuda itu,
"Hehe, cemburu ya" ucap Zia
"Gila" umpat Bright
Zia pun kembali bermain dengan ponselnya, kini dia bermain game zombie di ponselnya,
"Hai Zia, pagi pagi sudah sampai" ucap Jay menyapa
"Hai kak dokter, iya ni, ingin menjaga pria kesayangan ku" ucap Zia menunjuk Bright dengan wajahnya
"Hahh, apaaa"?!! Jay terkejut Zia mengatakan hal seperti itu
" Dia sudah tidak waras Jay, jangan dengarkan dia" ucap Bright
Jay kikuk, dan merasa aneh dengan sikap Zia yang agak bar bar,
"Apakah salah jika seorang gadis mengejar pria yang di inginkan nya"? Tanya Zia
" Hey, ini Zaman modern Zia, sudah tidak ada orang perduli siapa mengejar siapa, oh jadi kau ingin mengejar Bright ya" tanya balik Jay
"Ya, aku ingin dia memberi kesempatan untukku, tapi ini hanya rahasia kita saja, karena jika Si pria dingin tidak menjawab ku selama satu minggu,maka aku akan berubah arah dan mengejar Kak Green" ucap Zia lantang
"Uhukk, Uhukkk"!
Jay tersedak ludahnya sendiri mendengar ucapan Zia, ternyata gadis itu juga mempunyai perasaan pada Green, bisa gawat jika sampai Green tau, dan membuat Bright tidak membuka hatinya, karena orang yang sedang jatuh cinta akan melakukan apapun demi cinta nya benar bukan,
" Benar benar tidak tau malu" ucap Bright lagi
"Hahha, jangan katakan bahwa kau berharap aku akan mencium mu tuan dingin, bibirku ini masih suci, dan akan kuberikan kepada orang yang mencintaiku" ucap Zia terbahak
"Pufftt"
Jay menahan tawa nya, melihat Bright mati kutu di hadapan Zia, biasanya pemuda itu akan menekan setiap orang yang berani mengganggunya, ternyata memang hanya Zia lah gadis yang bisa menakluk kan Bright, dan Jay yakin bahwa Zia akan berhasil membuat Bright bertekuk lutut suatu hari nanti,
"Sudah lah Zia, jangan kau goda dia terus, kasihan wajahnya sudah seperti kepiting rebus" ucap Jay
"Si*l kau Jay" umpat Bright
"Hemm baiklah, aku ikut kelas online ku dulu" ucap Zia membuka laptop nya dan mulai mengikuti mata kuliah nya,
Diam diam Mata Bright memperhatikan gerak gerik Zia, yang terkadang merengut, tersenyum dan juga nampak kesal,
"Jangan diam diam memperhatikan ku Bright, aku tau loh" ucap Zia
"Cihhh, percaya diri sekali" ucap Bright, namun diam diam dia tersenyum geli dengan sikap nya sendiri,
Ken memperhatikan Tuan muda nya, dia senang akhirnya hari hari Bright menjadi lebih berwarna setelah kepindahan Zia ke negara NY,
"Kriingg"
Ponsel Zia berbunyi, itu adalah video call dari Samuel dengan cepat Zia menekan tombol accept
__ADS_1
"Haiii tampan" ucap Zia, Bright langsung menajamkan telinga nya dan menatap Zia yang sedang berbicara
"Hai cantik sedang apa"?
"Sedang menjaga cintaku yang masih sakit" ucap Zia
"Uhukkk, Uhukk"
"Minum tuan muda" Ken menyodorkan segelas air putih karena Bright tiba tiba tersedak mendengar ucapan Zia
"Kamu sudah punya pacar, cepat sekali, siapa dia" tanya Samuel di seberang sana
"Tuan muda Bright Axelo" sahut Zia
"Whattt,, are you really"? giliran Samuel yang terkejut mendengar jawaban Zia
" Hem, Zia duluan yang mengejarnya, tapi dia tidak mau, dia menolak Zia loh Kak" ucap Zia pura pura mengadu
"Masa sih, memang nya ada ya pemuda buta yang tidak mau pada adikku yang cantik" ucap Samuel sengaja
Bright melotot kan mata nya ke arah Zia, sementara Zia malah mengejek nya dengan menjulurkan lidah nya
"Wleeeee"
"Sudah dulu ya kak, Zia sedang ikut kelas online, Bye"!!
" Byeee"
Mereka pun mengakhiri video call nya, sedangkan Jay yang dari tadi berada di sana hanya bisa tertawa pelan melihat kelucuan Zia dan Juga Bright,
"Klik"
"Huuufftt, selesai" ucap Zia menutup kembali laptop milik nya,dia berdiri dan berjalan mendekati Bright yang sedang serius mengerjakan file perusahaan nya
"Hey, apa kau tidak merasa aneh, disini terlihat diagnosa nya sebesar tujuh puluh lima persen, tapi yang di bangun hanya sebesar ini ada yang sedang main main di perusahaan mu" ucap Zia
Bright terkejut dan memperhatikan diagnosa yang Zia tunjuk tadi, lalu dia menggertakkan rahang nya, dia paling benci penghianat,
"Ken, bereskan dengan cepat, jika melawan Habisi" ucap Bright tajam,
"Kau tau, aku suka dirimu yang seperti ini, sangat tampan dan macho" ucap Zia mengelus wajah Bright
"Jangan melewati Batas Zia" ucap nya dingin
"Huuufftt baik lah, apa kau merasa aku menganggu mu"? Tanya Zia
"Sangat"
"Aku tidak perduli aku akan tetap mengganggu mu, bersiaplah" ucap Zia mengecup hidung Bright lalu pergi
Bright cengo, gadis itu baru saja mencium hidungnya, wangi Zia menempel di indra penciuman nya
"Deg, deg, deg"
__ADS_1
"Si*l gadis ituu"!!! ucap Bright geram,.