
Waktu terus berlalu, semakin sering mereka bertemu semakin besar rasa cinta bride kepada Zia, seperti tidak perduli pada sang adik, dia akan menggoda Zia dimana pun dia mau, namun Bright tidak merasa curiga, karena kelakuan Zia dan bride hanya terlihat seperti bercanda biasa
"Tuan, kening anda berkeringat" ucap Silver
"Badanku tidak nyaman" sahut Bride
"Sudah tiga hari anda kurang beristirahat,kali ini pulang lah biar saya yang mengatur semus nya" ucap Silver
"Sssttt, kepala ku sakit sekali" gumam Bride memijit pelipisnya,
Bride pun memutuskan untuk pulang ke kediaman Axelo,agar bisa bermanja bersama ibu nya,
"Bride, Nak, kenapa wajah mu merah, apa kau sakit"? Tanya Yuri, dia terkejut sang putra tiba tiba datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
" Hanya kecapean mom" sahut Bride, Yuri pun mengantar Bride ke kamarnya dan memberikan perawatan, karena badan Bride sangat panas,
Bride tersenyum menatap ponselnya, dia baru saja mendapatkan nomor ponsel Zia, dengan iseng dia mengirim pesan singkat untuk Zia,
"Sayang aku sakit, datanglah ke kediaman Axelo"
Diseberang sana,Zia tidak memperhatikan siapa yang mengirim pesan, dia hanya membaca nya dan terkejut lalu pergi berlari ke garasi nya dan melesat cepat ke kediaman Axelo,
"Gruunggg"
"Mom, mana Bright" ucap Zia terburu buru
"Hey ada apa sayang, Bai ada di perusahaan, kenapa kamu menanyakan nya"sahut Yuri
" Bukan kah Bright sakit mom"? Ucap Zia bingung
"Oh, yang sakit itu Bride, dia ada di kamarnya, pergi lah temui kakak iparmu" ucap Yuri
"**** kenapa aku tidak teliti tadi" rutuk Zia dalam hati, karena dia tak enak hati dengan Yuri, Zia pun akhirnya pergi ke kamar Bride,
"Brakkk"
"Akhirnya kau datang juga serra" ucap Bride
"Kenapa kau menyuruhku kemari, " ucap Zia kesal
"Aku belum makan, tolong suapi aku, rasanya pahit sekali, jika makan dari tangan mu pasti akan terasa enak" ucap Bride lemas
"MAKAN SENDIRI DASAR MANJA"
"BRAKKK"
Zia Membanting pintu dengan kencang dia benar benar kesal pada Bride,
"Hemmm"
Bride hanya menghela nafas panjang, baru kali ini dia merasakan kegilaan kepada perempuan, terlebih lagi perempuan itu adalah kekasih dari adiknya sendiri,
"Ceklek"
"Silahkan makan tuan" ucap Silver
"Aku tidak akan makan, sampai Serra mau menyuapi ku" ucap nya membalikan badan
Silver terkejut, tuan muda nya seperti anak kecil yang sedang merajuk, itulah kelemahan seorang Bride Chinamon, dia akan berubah manja dan kekanakan ketika dia sedang sakit, dan selama ini biasanya Silver lah yang akan memanjakan nya,
"Bagaimana ini, jika tuan sudah berkata seperti itu maka dia benar benar tidak akan makan" gumam Silver, lalu dia memilih untuk berbicara pada Yuri
"permisi nyonya" ucap Silver
"Panggil momi nak, jangan segan" ucap Yuri
__ADS_1
"Ah, saya tidak berani,begini nyonya, tuan muda Bride tidak mau makan,beliau jika sakit sifatnya akan seperti anak anak,harus di bujuk untuk makan ataupun minum obat" ucap Silver
Yuri terkejut ternyata Bride memiliki keistimewaan, mungkin karena dia biasa hidup mandiri dari kecil, jadi dia butuh perhatian dan kasih sayang,
"Aku akan menemuinya dan membujuknya untuk makan" ucap Yuri,
...****************...
"Tak tak tak"
Zia berjalan dengan kesal dia pergi ke perusahaan Bright, banyak tatap mata yang memandang ke arah nya, para karyawan bertanya tanya siapakah gadis cantik itu,
"Ah nona anda disini"? Tanya Ken
"Mana Hubby"?
"Tuan muda sedang meeting" ucap Ken
Zia tidak perduli dia benar benar marah kepada kakak iparnya, dan dia ingin bicara dengan Bright hari ini juga
"Ceklek"
Semua mata menatap ke arah Zia, Bright benar benar tengah meeting saat ini,
"Sayang" ucap Bright
Zia langsung berjalan ke arah Bright,
"Hubby, ayo kita menikah"
"..... "
Bright terkejut, sedang banyak orang disana, dan tiba tiba Zia mengajak nya menikah, ada apa dengan gadis itu pikirnya,
"Ekhemm, meeting di tunda satu jam lagi, saya ada urusan" ucap Bright menarik tangan Zia,
"Oh, jadi kamu malu mempunyai kekasih seperti aku" ucap Zia semakin kesal,
"Bukan begitu" ucap Bright
"Ckk, sudahlah kau lanjutkan pekerjaan mu, maaf sudah mengganggu" ucap Zia
"Ada apa ini, kenapa kau tiba tiba menjadi kekanakan begini" ucap Bright menarik tangan Zia
"Aku ingin menikah, " ucap Zia
"Kita akan menikah, tapi tidak mungkin mendadak dan tanpa diskusi kan Zia" ucap Bright mulai merasa sakit kepala
"Kau meninggikan suara padaku Hub, kau juga menyebut namaku, jika tak ingin menikah jujur saja" ucap Zia, pergi dan berlari dengan kencang
"Ziaaa, Ziaaa"
Bright terus memanggil Zia dan berlari mengejarnya, namun sayang, Zia sudah melajukan mobilnya dengan cepat,
"Ckkk, Aargggghhhh"
"Ada apa dengan mu Zia" ucap Bright mengacak rambut dengan kasar, dia tidak mengerti dengan perubahan sikap Zia yang tiba tiba itu,
...****************...
Dua hari berlalu, Bright terus mencari Zia, namun gadis itu selalu tidak ada, bahkan Zia tidak pulang ke kediaman Valmost, dan hal itu membuat Bright menjadi Frustasi,
"Bagaimana Bai"? Tanya Yuri
" Tidak ada, aku tidak tau Zia pergi kemana mom " ucap Bright lemah, sedangkan Bride tersenyum miring, dia mendengar percakapan Adiknya dengan sang ibu, dia mengatakan bahwa tiba tiba Zia mengajak Bright untuk menikah
__ADS_1
"Gadis konyol, hanya karena ingin menjauh dariku kau sampai berpikir untuk langsung menikah" bathin Bride
Bright melirik ke arah kakak nya yang senyum senyum sendiri
"Kau terlihat sedang bahagia Bride"! Tegur Bright
" Ekhemm"
Bride menetralkan kembali raut wajahnya, dia terlalu larut dalam lamunan sehingga membuatnya tidak sadar apa yang sedang dia lakukan,
...****************...
"Bright terus mondar mandir mencari mu Zia, kenapa kau marah padanya, yang salah itu dirimu, kau tiba tiba mengajak nya menikah di saat dia tengah meeting bersama klien nya, dia mengatakan bahwa dia ingin, dirinyalah yang melamarmu dengan cara yang benar" ucap Micke menjelaskan
"Ckkk, biarkan saja, aku sedang ingin menyendiri" ucap Zia
"Kling"
*Kau lucu sekali Serra, kau mengajak adikku menikah hanya karena ingin lari dariku, pikirkan masa depan mu bukan egomu, dasar konyol* ponsel Zia berbunyi, dan ternyata yang mengirimnya pesan adalah Bride, dan isi pesan itu membuat Zia semakin kesal
"Dasar Pria Gila"
"Prangggg"
Zia melempar ponselnya setelah mendapatkan pesan dari Bride, Zia tidak mengerti kenapa ada pria yang tidak tau malu seperti Bride di dunia ini, sudah jelas Zia adalah milik Bright, tapi pria itu seolah tidak pernah menyerah,
"Ada apa denganmu sebenarnya Freya"? tanya Micke
" Aku akan pulang, siapkan mobil" ucap Zia tak memperdulikan pertanyaan Micke, sedangkan pria itu hanya bisa mengangguk kepala pasrah,
Satu jam kemudian Zia pun sampai dikediaman Valmost, Winter yang melihatnya pun langsung berdiri menyambut kedatangan putrinya yang sudah dua hari pergi dari rumah
"Selamat datang sayang" sambut Winter
"Hemm terima kasih dad" ucap Zia
"Kau seperti anak kecil saja Zia, ingat usia mu sudah sembilan belas tahun" ejek Sesil
"Diam kau" ucap Zia pergi ke kamarnya,
"Huuhh, marah"ucap Sesil
"Biarkan dia sendiri dulu, jangan ada yang menegurnya" ucap Winter menatap semua anggota keluarga nya, Vivian, samuel dan Sesil pun hanya bisa menganggukkan kepala tanda mengerti,
Zia melamun di dalam kamarnya, dia berpikir jernih, ternyata dia benar benar konyol, tentu saja dia salah, karena mengajak Bright menikah secara tiba tiba, Zia akhirnya hanya bisa merutuki diri sendiri
"Dia sedang apa ya, aku merindukan nya, " gumam Zia,
Karena ponsel Zia telah hancur, jadi Zia memutuskan untuk menelpon bright menggunakan telpon rumah
"Hallo" sapa Bright
Zia senyum senyum sendiri, sudah dua hari dia tidak mendengar suara kekasihnya itu,
"Aku merindukan mu Hub" ucap Zia
"Sayang, "
"Aku dirumah kemarilah"
"Tuutt, Tuutt"
Zia mematikan telpon nya, sedangkan Bright dia langsung bersemangat dan pergi menuju Mansion Zia, padahal saat ini dia tengah bekerja, namun rasa rindu nya pada Zia sudah tidak dapat di tahan lagi,.
...****************...
__ADS_1
Ya elaaahhh anak muda
Lebay amatπππ