
Satu minggu telah berlalu, Dea sudah tiada, dia bun*h diri karena tidak tahan dengan siksaan yang Bride berikan padanya, setelah berpikir panjang Bride mulai berpikir untuk datang dan menerima ayah dan ibu kandungnya, karena semua bukan salah mereka,
Saat ini bukan Sesil yang datang, tapi Zia, gadis itu mencoba untuk meminta Bride agar segera kembali kedalam keluarga Axelo,
"Untuk apa kau kemari serra"? Tanya Bride
" Nama ku Zia Bro" ucap Zia
"Tapi bagiku kau adalah Serra,Zia adalah kekasih adikku, dan Serra adalah milikku" ucap nya
Zia terkejut, apa apaan kakak iparnya itu pikirnya,
"Bercanda mu tidak lucu , kau kakak iparku, jadi jangan menggila di hadapan ku" ucap Zia
Bride hanya tersenyum miring saja mendengar jawaban Zia,
"Mom ingin kau pulang Kak"!! Ucap Zia
" Apa yang aku dapatkan jika aku menuruti mu"? Tanya balik Bride
"Tentu saja akan mendapatkan kasih sayang ayah dan ibu , bod0h" desis Zia kesal
"Hahaha kau galak sekali, ehmm bagaimana jika menjadi pacarku dalam sehari"?
Ucap Bride
" Gilaaaa"
Teriak kesal Zia dan berlari keluar mansion Milik Bride,
"Katakan pada mereka aku akan pulang malam ini" ucap Bride sedikit berteriak
"Ehmmm kau benar Serra, aku terlanjur gila karena mu" ucap nya lagi sambil tertawa geli
***
"Cihhh, dia pikir dia siapa, dasar muka jalan tol" Zia terus saja mengumpati kelakuan kakak iparnya yang sangat absurd itu,hingga tidak terasa dia sudah tiba kembali ke mansion axelo
"Hai semua" sapa Zia
Semua orang meluangkan diri untuk berada di rumah, dan mereka sedang menunggu kabar baik dari Zia, Yuri meminta Bright untuk membolehkan Zia membujuk Bride, karena sudah satu minggu mereka menyuruh Sisil gadis itu malah sering bertengkar dengan Bride, bagaimana pun Sesil hanyalah rob0t bukan, dia tidak akan pandai membujuk orang,
"Bagaimana sayang"?
Pertanyaan Yuri membuat semua orang memandang ke arah Zia, lama tak ada jawaban membuat Yuri pesimis, putranya pasti menolak lagi untuk pulang,
" Aku sudah tau jawaban nya" ucap Yuri menunduk sedih,
"Tau apa mom, kak Bride akan datang nanti malam" ucap Zia
"Benarkah, terimakasih sayang" ucap Yuri berdiri dan memeluk Zia
"Kau memang tiada duanya" ucap Bright mengecup tangan Zia
__ADS_1
"Andai kau tau apa yang telah dia ucapkan pada ku hub,ku yakin kau tak akan membiarkan nya memasuki kediaman ini" bathin Zia,
***
Malam telah tiba, Yuri dan Gun membuat makan malam istimewa untuk menyambut anggota baru keluarga mereka, meskipun Moon masih belum ingin pulang, setidaknya mereka merasa lega karena pemuda itu tidak pergi kemana pun,
"Selamat datang tuan muda" sapa para pelayan menyambut kedatangan Bride,
Bride berjalan bersama Silver, dia merasakan suasana hangat tercipta di dalam kediaman itu, dan sebentar lagi dia akan mendapatkan apa yang selama ini impikan, keluarga utuh, saudara yang akur dan juga perhatian di setiap tindakan
"SELAMAT DATANG PUTRAKU" sambut Yuri dan Gun berhambur memeluk Bride,
Bride diam mematung, ini adalah pertama kalinya dia merasakan kehangatan sebuah pelukan,
Air matanya luruh tanpa permisi, dari kejauhan Bright dan Sun saling berpegangan tangan, menyiapkan diri untuk menerima Saudara laki laki mereka yang baru saja ditemukan,
"Selamat datang Bro" sapa Sun, memeluk Bride, bergantian dengan Bright
"Selamat datang tuan datar" sapa Sesil cekikikan
Bride menatap Sesil datar dan melirik ke arah Zia ,Bride mengedipkan matanya dan membuat Zia terkejut setengah mati,Zia pun langsung memalingkan wajah nya,
"Ckkk, apa apaan dia tak tau malu" gumam Zia,
"Zia, Zia"
"Ya"
"Ada apa dengan mu, momy memanggilmu dari tadi, melamun saja,ayo kemari duduk,kita makan" ucap Evelyn,
Zia duduk bersama Bright, dan di hadapan nya ada Bride dan Silver,
"Si*al sekali, kenapa harus selalu ada dia" bathin Zia
"Selamat datang di kediaman Axelo nak, apa kau akan datang dan pindah kemari"? Tanya Gun
" Satu minggu dua kali, Aku akan datang kemari"! Ucap Bride
"Panggil Dady Bride" ucap Gun penuh harap
"Ya Dad, Mom" ucap nya melirik ke arah Yuri,
"Bisakah kita bertukar tempat duduk Silv"? Tanya Yuri pada Silver
" Silahkan nyonya"
Yuri pindah ke kursi tempat silver, dan duduk di samping Bride, dia menyiapkan piring dan menyiapkan makanan untuk Bride,
Yuri memandang Bride penuh kasih, air mata nya berjatuhan, untuk pertama kalinya Yuri menyuapi putra nya yang baru saja di temukan,
Bride membuka mulutnya dan menerima suapan dari Yuri, dia menghapus air mata Yuri yang terus berjatuhan,
"Jangan menangis Mom, aku ingin kau selalu bahagia" ucap Bride mencium kening Yuri,
__ADS_1
Zia menatap penuh haru, hati nya tersentuh melihat adegan ibu dan anak itu,
"Hiks, Hiks"
"Sayang"
Ucap Bright terkejut ketika mendengar suara isakan Zia, Winter paham apa yang di rasakan putrinya, dia pun duduk disamping Zia dan memeluk nya dengan erat,
"Jangan di pikirkan, kami lah keluargamu" bisik Winter
Vivian menatap heran ke arah Zia dan Winter, mereka seperti sedang saling menguatkan, namun entah tentang apa,
Bright sendiri merasa aneh, melihat Zia menangis seperti itu, tidak biasa nya,
Freya hanya iri kepada Bride, karena dia bisa bertemu dengan kedua orang tua nya, sedangkan Freya dia adalah anak yang tidak di ketahui asal usul nya, Winter menemukan Freya dari dia masih bayi,
"Jika kau ingin mencari mereka, Dad akan membantumu" ucap Winter pelan
Zia menggelengkan kepala, dia tidak boleh tamak, mendapatkan kasih sayang Keluarga Valmost sudah lebih dari cukup,
Bride juga menatap Zia yang memeluk ayahnya dengan erat, dia merasa heran, kenapa gadis itu tiba tiba menangis pilu, seperti ada hal yang di sembunyi kan nya,
Winter mengusap air mata Zia, dan menoleh kearah semua orang yang sedang memperhatikan mereka,
"Maaf ini lah Zia, dia gadis yang mudah menangis ,tidak usah Khawatir Zia hanya ikut merasa bahagia untuk keluarga besar Axelo" ucap Winter,
Bright memeluk Zia, dia tidak tau sisi Zia yang lain nya, ternyata Zia memiliki hati yang selembut sutra,
"Kau bukan menangis karena itu, gadis lucu" bathin Bride
Zia melotot dan menatap Bride, sedangkan pemuda itu menaik turunkan alisnya ke arah Zia
"Berikan aku hadiah karena aku sangat keren, mengetahui bahwa kau bisa mendengarkan suara hatiku" bathin Bride
Zia semakin kalang kabut, pemuda itu ternyata bukan lah pemuda biasa,
"ini hadiahmu" bathin Zia memberikan kepalan tangan kepadanya
Zia berhenti berpikir karena bisa gawat jika ada orang yang tau rahasianya selain Winter dan juga Micke,.
"Kau gadis misterius, aku menyukainya" bathin Bride lagi,
Makan malam terus berlanjut, akhirnya mereka bisa menerima satu sama lain, tapi entah apa yang akan terjadi ke depan nya, karena Adik dan kakak itu menyukai satu gadis yang sama,.
...****************...
Tolong ya Zia, jangan oleng😝
Ini Bride
ini Bright hihii
__ADS_1