Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Tidak baik


__ADS_3

Saat ini Zia sedang mengurus Sesil, dia masih ingin mengembangkan kemampuan Sesilia, Bright juga ada di sana, pemuda tampan itu semakin lengket dan bucin kepada Zia sampai zia sendiri merasa sakit kepala,


"Hubby apa yang kau lihat"? tanya Zia


" Kamu" ucap nya,


"Aku risih, dipandangi terus seperti itu" ucap Zia memasang baud baud kecil di tubuh Sesil


"Apa yang sedang kau lakukan"? Micke masuk dan melihat Zia mengotak atik Sesil


" Aku akan membuat Sesil menjadi setengah manusia"?


Pertanyaan Zia membuat Bright dan Micke menegang, gadis ini seorang jenius yang sangat mengerikan pikir mereka,


"Jangan terlalu gila sayang, hanya tuhan yang bisa menciptakan manusia" ucap Bright


"Huuufftt"


"Lama lama aku jadi ingin punya saudara kembar yang asli" ucap Zia lesu


"Obsesimu tidak normal" ucap Micke


"Sudahkah Zia, rasanya ngilu sekali" ucap Sesil mengelus tangan nya,


"Lihatlah dia sudah seperti manusia" ucap Bright memeluk, dan menenangkan kekasihnya,


"Sayang, ku dengar kamu bertengkar dengan salah satu mahasiswa"? Tanya Bright,


" Deg,, "


" Gawat jangan sampai dia tau, apa yang telah di lakukan oleh pria itu"bathin Zia


"Dia menyentuh Zia" ucap Sesil


"Klik"


Zia mematikan mesin Sesil dan Sesil pun diam seketika,


"Apa yang kamu lakukan, kenapa mematikan sesil"? Tanya Bright curiga


" Apa benar dia menyentuhmu, katakan siapa"? Ucap Bright berdiri


"Jangan dengarkan Sesil Hub, dia hanya menggagguku saja, dia memegang pundak Sesil" ucap Zia berkilah


"Tidak, kamu bohong, katakan siapa"?


" kenapa Kau menaikan suaramu"? Tanya Zia


"Huuufttt"


"Ma, maaf sayang, aku tidak sengaja" ucap Bright


"Cihhh"


Zia berjalan keluar dengan cepat meninggalkan ruang lab nya


"Brakkk"!


"Kenapa jadi Zia yang marah"? Ucap Bright Heran


" Entahlah, tuan muda, mungkin mood nona sedang buruk"sahut Dragon


***


"Hemm caraku menghindari pertanyaan nya sepertinya berhasil" gumam Zia tertawa sendiri, dia tidak masalah dengan nada marah Bright karena dia tau Bright sangat mencintai nya, Zia hanya ingin mengelak dari pertanyaan kekasihnya saja,

__ADS_1


"Nah, kau mau kemana, kenapa cepat sekali pulang"? Tanya Samuel yang melihat Bright keluar rumah


" Zia marah, dia tidak mau bicara padaku, kurasa dia butuh waktu, jadi aku pamit pulang Bro" ucap Bright


"Bersabarlah, Zia masih muda untuk belajar dewasa, " ucap Samuel menepuk pundak Bright


"Ya, aku tau karena itulah aku yang harus lebih dewasa dalam hubungan ini" ucap Bright, lalu diapun pergi meninggalkan kediaman Valmost,


***


Bright sampai di rumahnya, begitu juga dengan jeni,dia baru saja datang untuk menemui moon,namun dari kejauhan Jeni melihat Bright dan berencana untuk mencoba memikatnya,lalu jeni pun pura pura jatuh pingsan, dengan cepat Bright berlari menghampirinya


"Hey kau kenapa"?


"Mooon" teriak Bright,


"Si4l kenapa kau tidak langsung membawaku masuk, dasar bod0h" bathin Jeni


"Ada apa ini, hahhh kenapa dengan pacarku Bright"? tanya Moon


" Aku tidak tau tiba tiba dia pingsan" ucap Bright berlalu, dia melihat mata Jeni berkedut, jadi dia langsung tau bahwa wanita itu hanya berpura pura, jadi dia tidak usah perduli lagi, hanya tinggal berbicara saja pada kakak nya bahwa gadis itu tidak baik,


"Sayang, kamu kenapa"? Tanya Moon panik,


" Ughhh, aku pusing, ayo masuk"? ucap Jeni dramatis


"Biarkan aku menggendong mu" ucap Moon menggendong Jeni masuk kedalam mansion,


"Ada apa dengan Jeni"? tanya Yuri


" Aku tidak tau mom,dia tiba tiba pingsan" sahut Moon


"Moon, kau tidak melewati batas kan"? Ucap Yuri khawatir


Jeni sendiri terkejut, dia memang benar benar pusing, tubuhnya mulai berkeringat dingin, sepertinya memang terjadi sesuatu padanya


"Ah, sepertinya aku tidak enak badan, aku pamit pulang dulu mom" ucap Jeni cepat


"Aku antar kamu kerumah sakit" ucap Moon,


"Tidak apa apa, aku pergi sendiri" ucap Jeni panik, dia ingin memastikannya sendiri, sebelum dia mengambil tindakan selanjutnya,


...****************...


"Selamat nona anda hamil" ucap dokter


"Apa, aku ha, hamil" ucap Jeni


Bagai tersambar petir di siang hari Jeni terkejut dengan kenyataan itu, dengan cepat dia menghubungi kekasihnya Edward


"Edward angkatlah" ucap Jeni, namun tidak ada jawaban, dengan hati gelisah dia pun memutuskan untuk mendatangi apartemen yang Edward tempati,


"Brakk"


Jeni terkejut, Kekasihnya dalam keadaan polos bersama dengan seorang wanita,


"Apa yang kau lakukan bod0h, aku sedang mengandung anak mu dan kau malah selingkuh" ucap Jeni mengamuk dan melempari kedua orang itu dengan barang barang yang ada di dekatnya,


"Cihh, jangan kau pikir aku tidak tau, kau juga tidur dengan pria itu kan" ucap Edward


"Tapi ini anakmu, dia selalu memakai pengaman" teriak Jeni


"Menikah saja dan minta lah pertanggung jawaban nya dasar b0doh, KELUAR KAU" usir Edward


"Kau harus tanggung jawab brengs3k" maki Jeni,

__ADS_1


"Penjagaaa"


tiba tiba para penjaga datang dan mengamankan Jeni yang terus mengamuk dan menangis


"Kurang 4jar kau Edwardd" teriak Jeni frustasi, dia tidak tau bagaimana caranya dia meminta pertanggung jawaban, karena terlalu banyak pria yang tidur dengan nya, jadi dia juga tidak bisa menyalahkan Edward


Lalu kemudian Jeni punya ide, dia akan membuat Moon mabuk lalu b3rcinta dengan nya tanpa menggunakan pengaman, wanita itu benar benar sudah kehabisan akal,


***


"Moon, apa kau yakin Jeni gadis yang baik"? ucap Bright tiba tiba


" Apa yang ingin kau tanyakan"? Ucap Moon penasaran


"Tadi dia hanya pura pura pingsan" ucap bright


"Badan nya memang sedikit panas" ucap Moon


"Khem, sebaiknya kau berpikir dulu sebelum menjalani hubungan yang serius dengan nya" ucap Bright


"Ada apa denganmu Bai, apa kau tidak menyukai aku bersama dengan jeni, sampai sampai kau memintaku untuk melakukan hal itu" ucap Moon mulai emosi, dia tidak terima Jeni dikatai gadis yang tak baik


" Hey, sabar brodi, aku tidak bermaksud"


"Sudah hentikan, kau tidak perlu mengajari ku, kau pikirkan saja dirimu sendiri, apakah Zia gadis yang baik juga, dia sangat cantik, mana tau dia memiliki pria lain di belakangmu" ucap Moon


"Brengs3k"


"Bughhh"


Bright langsung naik pitam dan memukul Moon dengan keras ketika Zia nya di hina seperti itu, jelas jelas Zia gadis yang baik pikirnya,


"Hahah, bagaimana rasanya Bai, tidak enak kan, begitu juga aku, puiiihh" ucap Moon pergi dan meludahkan darah dari bibirnya yang sobek akibat pukulan Bright,


"Arghh, kau terlalu buta dalam mencintai seseorang Moon, dasar bod0h" maki Bright geram,


Moon terus berjalan dengan kesal, dan berpapasan dengan ayahnya


"Moon kenapa wajahmu"? Tanya Gun heran melihat Wajah moon yang memar,


" Putra kesayangan dady memukulku" ucap nya kesal dan pergi,disusul oleh Bright yang juga berjalan penuh dengan kekesalan,


"Ckk, ada apa ini Bai"? Tanya Gun pada Bright


" Jeni, dad, kurasa dia bukan gadis yang baik" ucap Bright


"Dady juga merasakan nya, tapi bagaimana lagi, kakakmu sangat mencintai nya, kita cari tau dulu semua tentang nya, baru kita berikan bukti pada Moon, sebenarnya dad malas untuk mencampuri urusan kalian, tapi dady juga tidak bisa melihat kalian salah jalan" ucap Gun


"Iya dad, maaf aku tadi memukul nya karena emosi" ucap Bright,


"Dad mengerti" ucap Gun menepuk pundak putra kesayangan nya itu,


***


Sesil telah dibangkitkan kembali, gadis itu sedang cemberut karena kesal pada Zia


"Sudah jangan marah, kau tidak tau apa yang akan di lakukan Hubby kalau dia tau Petter menyentuhku, dia akan menggila Sesil" ucap Zia


"Itu urusan mu, lagipula dia kan tunangan mu, kenapa kau harus mematikan program ku" ucap Sesil sebal


"Ya, ya, ya sebagai permintaan maafku ayo kita pergi cari kesenangan" ucap Zia


Sesil langsung kembali ceria mendengarnya, karena jika ada kata kesenangan maka itu artinya adalah sesuatu yang akan dia bantai, kali ini Zia menargetkan seorang pengedar nark0ba yang sudah lama di buru para petugas,.


Itulah keseharian Zia dan Sesil, ketika ada waktu, mereka akan turun bersama para Yakuza untuk memberantas kejahatan, meskipun Zia hanya diam memerintah dan Sesilia yang akan bergerak,.

__ADS_1


__ADS_2