Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Berkorban


__ADS_3

Zia tersenyum, akhirnya pria dihadapan nya setuju untuk menerima tantangan dari nya, sedangkan Jay dan yang lain nya menatap tak percaya ketika melihat gadis itu benar benar ingin menantang seorang Green Manuele,


Zia benar benar terlihat keren dengan pakaian balapnya, meskipun nampak kebesaran tetap tidak bisa menutupi Auranya sebagai pembalap,seorang jockey membawa bendera berwarna hitam dan putih berjalan melewati Zia dan Green lalu berdiri di tengah lintasan dan


"Dorr"


Dia mengibarkan bendera tanda pertandingan telah di mulai, para penonton mulai menjerit dan mengelu elukan nama Green manuele, meskipun tanpa dukungan Zia tetap bersemangat untuk bertanding


"Gruuuunggg"


Kedua motor balap itu melaju dan saling susul menyusul, Saat ini Green berada di garis terdepan namun Dengan mudah Zia menyusulnya, dan hal itu membuat semua orang sangat Syok dengan keterampilan Zia dalam berkendara


"Woahh, gadis ini benar benar keren" ucap Jay takjub


Bright dan Ken hanya diam dan tenggelam dalam pikiran masing masing, mereka juga berpikiran sama dengan Jay, gadis itu memang keren dan hebat tentunya


Setengah jam berlalu, belum ada hasil yang ditentukan Green dan Zia sama sama tangguh, namun lagi lagi Zia dapat menguasai lintasan


"Ckkk, jangan senang dulu gadis" ucap Green menambah kecepatan, tanpa dia sadari motornya telah di sabotase oleh seseorang sehingga kecepatan motor Green menjadi terbatas, dan Green baru menyadari ketika motornya sedikit bergetar


"Si*l" ucap Green memukul stang motornya


"Ada apa dengan orang ini" ucap Zia, dia menyadari hal yang tidak beres pada kendaraan Green dan mulai mengejar motor Green tang tiba tiba berubah arah


"Ada apa dengan dia, kenapa dia keluar lintasan"? ucap Jay heran melihat Green


"Sepertinya Green dalam bahaya" teriak Bright yang juga sadar dengan keadaan


"Ken, pergi bantu dia" ucap Bright


"Tapi tuan"


"Aku akan menjaganya" ucap Vox mendekati Bright


Ken dan Jay pun berlari mencari motor untuk mengejar Green sedangkan Bright menunggu bersama dengan Vox di tempat tadi


"Apa yang terjadi"? Teriak Zia


Green terkejut, gadis itu tidak meninggalkan nya, dan malah mengejarnya


" Ada yang salah dengan motor ku" ucap Green masih mencoba menyeimbangkan dirinya, Rem motornya blong dan terus melaju dengan cepat


Saat ini Green melaju ke arah jalan raya, walaupun sepi namun dipinggir jalanan terdapat berbagai tebing yang curam dan berbahaya


"Tidak ada cara lain" gumam Zia


"Maafkan aku,karna tidak bisa mempertahankan jasad mu, maafkan aku jika memang aku harus mati dua kali Zia, " ucap Freya lagi, dan dia memakai kecepatan penuh untuk menyusul Green, sedangkan Green menatap gadis itu tak percaya, Zia menghadang motor Green di tengah jalan untuk menghentikan Laju motor Green

__ADS_1


"Kau Jangan Gila " teriak Green


"Brugghhhh"


Motor Green menabrak motor Zia dan kedua motor itu sama sama terhempas di jalanan


"Brakkkk"


"Ckiiittttt"


"Arggghhhh"


Green terselamatkan, begitu juga dengan Zia, meskipun mereka harus babak belur


Zia mengalami luka di tangan dan kedua kakinya akibat terhempas jalanan, begitu juga dengan Green, tapi syukurlah mereka berdua selamat


"Kau tunggu teman mu aku akan pergi sendiri, tolong urus motorku ini" ucap Zia pergi dengan cepat dan menaiki sebuah taxi yang kebetulan sedang melintas


"HEI GADIS KAU TERLUKA AYO PERGI KE RUMAH SAKIT" teriak Green, namun Zia tidak mendengar dan langsung pergi


"Green, kau tidak apa apa"? Tanya Jay dan Ken bersamaan


" Gadis itu menyelamatkan nyawaku, dia terluka sepertinya cukup parah dilihat dari cara dia berjalan, tapi dia pergi tanpa menunggu ku untuk berterima kasih" ucap Green meniup tangan nya yang terasa perih


Ken dan Jay kembali membawa Green sedangkan kedua motor tadi sudah di urus oleh Vox, dan mereka saat ini sedang mendengarkan Green menceritakan kejadian yang menimpanya


"Arghhh"


"Aku harus mencari gadis itu dan berterimakasih padanya" ucap Green


"Dia hebat sekali, dan aku salut, gadis itu bertaruh nyawa untuk lawan nya, padahal jika dia mau, maka dia tidak akan memperdulikan mu dan memenangkan pertandingan dengan mudah" ucap Vox


Pertama kalinya Bright merasa salut dan tertarik kepada seorang gadis, dia benar benar memiliki keprimanusiaan yang sangat tinggi pikirnya


"Siapa namanya Vox"? Tanya Bright


" Wah, ada apa dengan tuan muda kita ini, sepertinya dia mulai tertarik pada seorang gadis" ucap Jay


"Serra, dia bilang namanya adalah Serra"


"Ken"


"Baik tuan muda" Ken langsung mengeluarkan ipad nya dan mencari nama Serra


"Wow, kau benar benar serius Bright, aku akan memberikan mobil baruku jika kau berhasil mendapatkan gadis itu" ucap Jay tertawa


"Tidak ada tuan, gadis itu memakai nama palsu" ucap Ken

__ADS_1


"Sudah ku duga" ucap Bright mengusap wajahnya


"Patah hati abang dedek, hahahaha" ejek Jay


"SEKALI LAGI KAU BERSUARA MAKA KEPALAMU AKAN BERLUBANG" ucap Bright dingin


"Isshhh pemarah sekali dia ini"


"Sudahlah Jay berhenti mengejeknya, aku sendiri juga tertarik pada gadis tadi, dia sangat hebat , kita lihat Bright, siapa yang akan menemukan nya lebih dulu" ucap Green Serius


"Prok, prok woah, benar benar gadis yang memiliki pesona tinggi" ucap Jay takjub, padahal dalam hati nya juga ingin mencari gadis tadi, namun apalah daya melihat kedua sahabatnya bersaing dia memilih untuk mundur teratur,


...****************...


"Ckkk, bagaimana aku berbicara pada daddy"gumam Zia, saat ini dia sedang berada di rumah sakit, kedua lututnya memar parah, kedua tangan nya juga terluka karena terseret di jalan raya, dia merasa kebas di seluruh badan nya, dan menangis karena tak kuasa menahan sakit,


" Lebih baik jujur saja, daripada mengecewakan terlalu dalam" pikir Zia


"Tuuuttt"


"Hallo"


Winter langsung mengangkat panggilan Zia dengan cepat


"Dad, Zia terluka,antonius hospital satu kosong enam" ucap Zia singkat


Sedangkan di sebrang sana Winter menjatuhkan ponselnya dan berdiri mematung, saat ini dia sedang memeriksa semua file yang baru saja mereka diskusikan dengan klien, namun tiba tiba ponselnya berdering dan mendengar suara Zia yang bergetar,


"Tuan ada apa"? Tanya Rider, dia sangat peka ketika Tuan nya tidak baik baik saja


" Antonius Hospital Ride" ucap Winter


Tanpa bertanya Rider langsung melesat menuju parkiran, sementara Winter berlari melalui tangga darurat, seluruh karyawan sudah dipulangkan hanya tinggal mereka berdua saja, jadi Winter bisa berlari tanpa halangan,


***


Setengah jam kemudian Winter dan Rider sampai di rumah sakit tempat Zia berada, dan langsung membuka pintu dengan kasar


"Brakkk"


Winter dan Rider menatap Zia dengan tatapan yang sulit diartikan, ini sudah pukul sebelas malam, dan gadis itu berada disana sendirian, hal apa yang sudah gadis kecil itu lakukan, sedangkan Zia, dia menunduk takut


"Maafkan Zia daddy" ucap Zia lemah


Winter berlari dan memeluk putrinya, kemudian mencari apa saja yang terluka,


Kedua tangan dan kedua kakinya terbalut perban dengan sedikit darah yang merembes keluar,

__ADS_1


"Apa yang terjadi Zia" ?


Bibir Winter bergetar, dia benar benar hancur melihat keadaan putrinya tersebut.


__ADS_2