Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Sedih


__ADS_3

Acara telah selesai, semua tamu telah kembali ke kediaman masing masing, dan saat ini Keluarga Valmost masih duduk bersama di ruang keluarga


"Kenapa daddy tidak memberitahu momy, kalau Zia akan di kirim ke negara NY"? tanya Vivian menunduk


" Sam, tidak setuju, dad tau seberapa lemah daya tahan tubuh Zia, kenapa dady malah menjauhkan nya dari kita" sela Samuel kesal


"Dan daddy tau dia masih kecil, dan juga sangat nakal" ucap Evelyn menambahkan


"Ada Micke bersama nya" jawab Winter singkat


"Apakah menjamin bahwa dia akan baik baik Saja"?


" Nyawa nona adalah nyawa saya" sahut Micke


Winter tersenyum, hanya dia yang tau bahwa didalam tubuh Zia adalah Freya, maksudnya mengirim Zia kesana adalah untuk mengembangkan bakat terpendam Freya, Rider telah memberi tau nya bahwa Zia berniat untuk membangun laboratorium nya sendiri, karena itulah Winter mendukungnya secara diam diam,


"Bisakah Zia tidak pergi dad, Zia ingin disini bersama kalian" ucap Zia sedih


"Terbang lah Zia, kepak kan sayapmu dengan bebas, raihlah semua cita cita mu" ucap Winter


Zia terkesiap, apakah ayahnya tau apa yang dia inginkan,Winter mengangguk seakan mengisyaratkan semua akan baik baik saja dan akhirnya Zia pun mengerti apa maksud dari ayah nya itu,


***


Saat ini Zia berada dalam ruang pribadi Winter, mereka sedang berbicara empat mata,


"Terimakasih Freya, kau tetap hidup sebagai Zia, dady tidak ingin egois, meskipun ragamu adalah putriku, namun kebebasan hidupmu adalah milikmu sendiri" ucap Winter


Freya menatap dalam mata Winter, air mata nya menetes tanpa permisi


"Apa tuan sudah tidak menginginkan saya lagi"? tanya Freya,Winter terkejut, bukan itu maksud nya,


" Bukan begitu Freya, dad tau kau sedang berusaha membangun laboratorium mu sendiri, untuk merawat kelemahan yang ada di tubuh Zia, dad mendukungmu, setelah berhasil, kembali lah pulang," ucap Winter menjelaskan


Freya berlari memeluk Winter, dia sudah terlanjur menyayangi kelurga ini, dia tidak pernah sekalipun berpikir untuk meninggalkan keluarganya sekarang ,


"Jaga dirimu baik baik, ingat Zia mempunyai asma yang bisa kambuh kapan saja, jangan pergi balapan lagi, apa kau mengerti" ucap Winter memeluk putrinya dengan erat


"Zia mengerti Dady" sahut Zia


"Minggu depan kamu sudah harus pergi, apartemen dan kendaraan sudah dadd siapkan semua, ingat kemana pun kamu pergi harus ada micke, dia juga akan kuliah disana, sudah waktunya untuk dia menikmati masa remaja nya" ucap Winter


"Benarkah, kalau begitu Zia jadi semangat dad" ucap Zia senang


"Kau akan selalu Bertemu dengan Bright disana, bersikaplah baik Freya, Zia terlalu menyakitinya dulu" ucap Winter


"Huuftt pria dingin menyebalkan" ucap Zia keluar dari ruangan Winter

__ADS_1


...****************...


Satu minggu kemudian, sudah tiba saatnya Zia meninggalkan keluarga nya, saat ini Vivian dan Evelyn sedang menangis sesegukan, mereka tidak ingin melepas Zia pergi, tapi apa boleh buat keputusan Winter semua nya adalah mutlak, Samuel juga berusaha untuk menyembunyikan kesedihan nya, dia tidak pernah jauh dari Zia selama ini,


"Ingat jaga diri Zia, jangan telat makan, bawa selalu Fentolin mu, kalau ada apa apa telpon momy" ucap Vivian sesegukan


"Jangan nakal, jangan tidur terlalu malam Hiks" sambung Evelyn yang juga menangis pilu


"Abang sayang adek"ucap Samuel memeluk Zia dengan erat,


" Hiks, hiks" akhirnya tangis Zia pecah juga, tidak pernah terpikirkan olehnya bahwa hari ini akan datang juga,


"Naiklah, Jet mu sudah siap" ucap Winter melepaskan pelukan samuel dan Zia


"Selamat jalan sayang"ucap mereka melambaikan tangan ke arah Zia, sedangkan Zia sudah tidak bisa berkata apa apa lagi


" Pergilah Micke, jaga Zia seperti kau menjaga nyawamu, anggap dia adikmu, dan darahmu" ucap Winter


"Baik tuan" ucap Micke tegas


Pesawat Zia dan Micke pun akhirnya lepas landas,


...****************...


Lima jam di udara, akhirnya jet pribadi milik keluarga Valmost itu pun mendarat dengan sempurna, disana sudah ada beberapa orang penjaga yang menjemput kedatangan Zia, Winter benar benar menjaga Zia dengan ketat


***


"Nona Zia telah sampai di negara NY tuan muda" ucap Ken melapor


"Ckkk, sudah, jangan cari tau lagi tentang dia" ucap Bright,


"Baik tuan muda" sahut Ken


"Hari ini ada kelas siang, aku akan masuk dalam kelasku" ucap Bright


Ken terkejut, biasanya tuan nya hanya akan mengikuti kelas online,dia hanya akan pergi dua atau tiga kali saja dalam setahun, selebihnya adalah online, ada apa dengan tuan muda nya itu, pikir Ken


Bright berpikir dia ingin membuka diri untuk lingkungan umum, dia ingin mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, dan juga ingin memiliki pacar seperti teman teman nya yang lain, sudah cukup dia menutup diri selama ini, dan selalu terpuruk dengan kondisinya yang harus duduk di kursi roda, lagipula dia sudah tidak menyimpan dendam lagi pada Zia, dan hal itu membuat dirinya merasa lebih baik dari sebelum nya,


Memang benar kata pepatah, jika ingin membalas dendam maka balaslah dengan membuat dirimu lebih baik dari sebelumnya,


***


"Aarrgghhh"


"Lihat itu, Bright akhirnya masuk kelas lagi setelah sekian lama purnama" teriak para gadis

__ADS_1


"Kenapa wajahnya tampan sekali sih , omaygat, hampir tidak ada cacat sedikitpun"


Bright menjalankan kursi rodanya dengan tenang, dan melewati para gadis yang terus mengelu elukan namanya.


"Yow, bro, kau masuk juga" ucap Green


"Tentu,mulai sekarang aku akan datang lebih sering" ucap Bright


"Ckk apakah karena Zia juga kuliah disini" goda Vox


"Tidak ada hubungan nya dengan dia, aku hanya ingin menikmati masa remajaku" ucap Bright


"Bagus, aku setuju, kau harus lebih banyak bergaul dengan sekitar" ucap Green


"Apa kau sudah menemukan informasi tentang Serra"?


" Tidak, Ken tidak bisa melacak nya" sahut Bright


"Huuft sudahlah karena kau sudah disini, ayo kita masuk kelas" ucap Vox mendorong kursi roda Bright,


"Jay mengatakan kau ada terapi hari ini, pulang kuliah, kau harus langsung ke rumah sakit" ucap Green memperlihatkan pesan dari Jay martin


"Ya, aku tau " ucap Bright singkat


"Kami juga akan pergi, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada Jay" ucap Vox, lalu mereka pun masuk kedalam ruangan,


...****************...


"Kapan kita masuk kelas"? tanya Zia


" Besok sudah bisa masuk nona" ucap Micke menjawab


"Ayolah kak, panggil aku Zia" ucap Zia


"Tidak bisa nona" ucapnya tegas


"Hufft, terserahmu" ucap Zia pergi ke dalam kamarnya, hati nya sedih, melihat perubahan sifat Micke, dulu dia adalah pria ceria yang ramah, sekarang sifatnya berubah tiga ratus enam puluh derajat, dia jadi dingin, datar dan lebih suka bungkam


"Kak micke kemari" panggil Zia


Micke pun masuk kedalam ruangan Zia


"Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku adalah Freya" ucap Zia


"Jangan bercanda nona, anda adalah tuan saya, nyawa saya, darah saya" ucap Micke tegas


Zia diam, tidak ada guna nya berdebat dengan Micke, dia adalah anak buah ayahnya yang sangat memegang erat janji janjinya.

__ADS_1


__ADS_2