Perubahan Sikap Ziana Serra

Perubahan Sikap Ziana Serra
Hadiah


__ADS_3

Zia dan Sesilia terus berjalan menuju ruang dekan, tidak ada satupun orang yang tau wajah nona muda keluarga valmost, sehingga mereka tidak menyadari bahwa mahasiswa baru itu adalah seorang nono besar,


"Tok, Tok"


"Masuk"


"ceklek"


Nampak disana sedang duduk seorang dekan yang sudah berumur, namanya adalah Reel


"Kami siswa baru" ucap Sesil Singkat


"Nama"? Ucap nya tak kalah singkat


" saya Ziana serra dan dia kakak ku Sesilia Serra" sahut Zia


"Kalian dari keluarga mana"?


" Keluarga Serra" sahut Zia


"Ckk, oh keluarga kelas menengah" ucap nya dengan nada meremehkan,


Sesil masih tenang, namun dia masih memperhatikan kata kata yang akan di keluarkan oleh pria di hadapannya itu, jika keterlaluan dia pasti akan bergerak untuk menghajarnya,


Zia melirik Sesil, sepertinya gadis itu sudah mulai geram, dengan lembut Zia menyentuh tangan dingin Sesil, dan mengisyaratkan untuk bersabar,


"Kelas kalian sebelah kanan, cepat keluar dan jangan lupa tutup pintu nya" ucap Reel


"Brakk"


Sesil menutup pintunya dengan sekuat tenaga, andai Zia tidak melarangnya kurasa kepala dekan itu sudah habis babak belur,


Zia dan Sesil pun kembali berjalan mencari kelas mereka,


"Tok Tok"


"Pagi sir , kami adalah mahasiswa baru" ucap Zia sopan


"oh masuk lah, kemari" ucap dosen


"perkenalkan saya Ziana Serra"


"Sesilia Serra" ucap Sesil singkat


"Krik, krik, krik"


Mereka menatap aneh ke arah gadis cantik nan dingin itu, dia berkata tanpa nada dan juga ekspresi


"Kalian kembar"?


" Ya, kami kembar" sahut Zia menggenggam tangan Sesil, lalu gadis itupun tersenyum


"Baiklah kalian boleh duduk, saya dosen kalian Afred" ucap nya


Zia dan Sesil pun berjalan mencari tempat duduk yang kosong


"Hey, bukan kah paras mereka itu sangat cantik, bahkan lebih cantik dari bunga kampus kita yang sombong" bisik salah satu siswa


"Benar, tapi sesil itu terlalu datar dan menyeramkan" bisik yang lain


Zia terkekeh mendengar percakapan mereka, andai sesil mendengar sudah di pastikan dia akan memberi mereka pelajaran karena telah membicarakan nya, Zia tidak mengaktifkan pendengaran tajam pada Sesil, karena benda itu akan di aktifkan ketika ada hal darurat saja, dan hanya Zia yang memegang kendali penuh atas Sesil,


...****************...

__ADS_1


Waktu terus berlalu, sudah waktunya Zia mengisi perutnya, sementara Sesil hanya akan menemani Zia saja karena dia tidak butuh makan,


"Wahh, kenapa aku baru sadar bahwa kampus kita menerima Mahasiswa baru" ucap para pemuda di bangku mereka


"Twin bro, cantik cantik" ucap nya


Salah seorang pemuda melirik ke arah mereka, lalu mematung sejenak,


"Hei pett, ada apa dengan mu"?


" Tidak, " ucap nya datar


"bukan kah itu Zia, adik kelas ku dulu, kenapa dia kuliah, bukankah dia masih sma ya" bathin nya bingung


Zia mendengar nya lalu melirik petter, Zia tidak tau pemuda itu, mungkin dia teman Ziana yang asli pikirnya,


"Hai, nona manis boleh kenalan"?


" Apa kau tidak lihat, adikku sedang makan" ucap Sesil ketus


Sedangkan Zia hanya terkekeh, Sesil memang tak ada dua nya pikir Zia,


"Dihhh dingin sekali" ucap pemuda itu kembali ke tempatnya


"Ada apa bro, siapa namanya"? Tanya teman pemuda tadi


" Boro boro, baru menyapa saja aku sudah kena semprot, yang satu nya sangat galak hiiihh" jawab nya merinding


"Hemm, aku semakin tertarik, gadis seperti itu justru perlu untuk ditaklukan"


"Mendingan jangan deh, aku saja merinding"


Peter mendengar ucapan teman teman nya dan terus memperhatikan Zia


***


Hari ini adalah hari ulang tahun Bright, pria tampan itu menolak untuk merayakan ulang tahun nya, dia hanya ingin pesta sederhana saja, seperti makan malam bersama, dan malam ini, keluarga Axelo mengundang keluarga besar Valmost, untuk datang dan makan malam bersama,


Zia dan Sesil terlihat sangat cantik, Zia sengaja membeli gaun serupa untuk memberi kejutan kepada keluarga Axelo, mereka tidak tau tentang Sesilia, karena Zia hanya ingin Bright saja yang tau bahwa Sesil hanyalah rob0t, Sun dan Moon juga datang dari negara NY khusus untuk menghadiri undangan adik bungsu nya Bright,


Moon sudah move on dari Zia, bahkan malam ini dia membawa kekasihnya untuk hadir di acara itu,


" Selamat datang" sambut tuan Gun kepada keluarga Valmost


"Zia mana"? Tanya Yuri


" Zia datang terlambat, mungkin masih di jalan" sahut Vivian, lalu Yuri pun mengajak mereka semua masuk ke dalam,


"Wah siapa ini cantik sekali" ucap Vivi bertanya pada Moon


"ini pacar Moon tante, namanya Jeni" sahut Moon


"Sepertinya ada yang mau punya mantu ni" ucap Vivian kepada Gun dan Yuri


"Hahaha, ya sepertinya" ucap Gun lalu mereka pun tertawa bersama,


Ken mendorong kursi roda Bright, pemuda itu di sulap menjadi dua kali lipat lebih tampan, dan membuat semua mata terpana


"Bright, ya tuhan, kamu tampan sekali nak" puji Vivian kepada calon menantunya


"Hemm biasa saja mom" ucap nya


Jeni melihat Bright kagum, ini pertama kalinya Jeni melihat adik dari kekasihnya Moon

__ADS_1


"Gila, tampan sekali, andai kutau adiknya setampan itu, aku pasti akan mengejarnya saja" bathin Jeni


Moon merasakan nya, karena jeni selalu melirik ke arah Bright, dan dia pun mencoba mengalihkan perhatian jeni padanya,


"Tak, Tak, Tak"


"Selamat malam"


Semua mata melirik ke arah dua gadis yang sangat cantik, keluarga besar Axelo sampai tercengang melihat Zia ada dua orang,


"Ekhem perkenalkan dia Sesilia Serra Valmost, putriku yang ku sembunyikan di negara Z, dia baru saja kembali dari sana dan bergabung bersama kami"


Ucapan Winter membuat semua orang terkejut, ternyata Valmost memiliki dua keturunan kembar, benar benar hebat,


"Kemari lah" ucap Bright menyambut Zia


"Selamat ulang tahun Hubby" ucap Zia membungkuk dan mencium kening Bright,


Jeni terkejut, ternyata adik Moon sudah memiliki kekasih,


Zia melirik Jeni dan tersenyum smirk, sementara Jeni langsung tegang melihat cara Zia tersenyum


"Tampan sekali, aku jadi semakin cinta" ucap Zia membelai wajah Bright


"Kamu juga cantik, dan membuatku semakin gila" ucap Bright


"Hey, sudahi dulu kebucinan kalian itu aku sudah lapar" teriak Evelyn, dan membuat semua orang tertawa kecuali jeni dan Sesil,


Moon melirik Sesil, dia benar benar mirip dengan Zia, dan jantungnya malah berdetak kencang,


"Kenapa kau menatapnya seperti itu" ucap Jeni kesal


"Aku baru tau Zia punya saudara kembar" sahut Moon


"Ya, terus kenapa"?


" Hey kenapa marah, aku juga tidak perduli kamu daritadi menatap adiku" ucap Moon


"Degg"


Jeni kalang kabut karena ketahuan, akhirnya dia memilih untuk meminta maaf kepada Moon, sebelum pemuda itu benar benar marah,


Makan malam masih berlangsung tapi Zia sudah selesai dan akan memberikan hadiahnya untuk Bright,


"Selamat ulang taun Hub, ini hadiahmu" ucap Zia memberikan sebuah kotak berukuran sedang


"Terimakasih sayangku"


"Ayo buka, kami ingin tau apa hadiah dari kesayanganmu" ucap Yuri bersemangat


"Buka lah"


Atas persetujuan Zia, Bright pun membuka kotak hadiahnya, sedangkan yang lain memandang nya dengan tidak sabar , terlihat disana ada satu botol kecil cairan berwarna biru dan juga alat suntik, membuat mereka semua bertanya tanya, benda apa itu, dan untuk apa


"Biar ku jelaskan" ucap Zia berdiri


"Jen, apa kau bisa menjaga rahasia"? Tanya Zia pada jeni, karena bagaimana pun dia hanyalah orang luar,


" Ya tentu aku akan memegang rahasia dengan nyawaku" ucap jeni


"Bagus, Sesil kau sudah dengar"?


" Tentu, jika kau berkhianat maka aku yang akan mem0tong anggota tubuh mu" ucap Sesil tajam

__ADS_1


Bulu kuduk semua orang meremang, ternyata saudara kembar Zia itu sangat lah menakutkan,keturunan Valmost memang tidak ada dua nya pikir mereka,.


__ADS_2