
Zia duduk di kelasnya, dia melamun, dan berpikir, kenapa dia ingin tau tentang masa lalu pria itu, tidak sopan bertanya pada tuan Gun dan juga nyonya Yuri, jadi Zia berpikir untuk bertanya kepada Bright secara langsung dia tidak akan perduli akan di jawab atau tidak, daripada dia mati penasaran pikirnya,Zia terus melamun sampai dia tidak bisa mendengar panggilan sang dosen killer
Bernama Leo
"Ziana, "!!
" Ya" sahut Zia terkejut, karena suara panggilan Leo sangatlah keras,
"Kamu kenapa melamun di kelas saya, keluar" ucap Leo
Zia keluar dengan senang hati, dia jadi bebas melamun, dia memutuskan untuk pergi ke roftop atas kampus
"Aku naik ke atas, roftop kak, tidak usah khawatir" gumam Zia, dan dapat di dengar jelas oleh telinga Micke, sedangkan pria otu hanya mengangguk Saja,
"Tak, Tak, Tak"
"Aissshhh Zia" sapa seseorang
"Kenapa kau disini, kau bolos ya"? tanya Zia
" Huum, aku malas haha, aku mengantuk di kelas, dan dosen membuatku keluar, lalu angin apa yang membawa mu kesini"?
Dia adalah Green, Green juga bernasib sama dengan Zia, di usir dari kelasnya
"Aku melamun, karena penasaran dengan kisah si pria dingin" sahut Zia berdiri di samping Green,
Green memandang Zia dari samping, dari arah manapun gadis itu tetap saja terlihat cantik
"Apa kau punya pacar Zia"? tanya Green
" Ckk aku masih tujuh belas tahun, ingin menikmati masa remajaku dulu" ucap Zia
"Apa kau punya cinta pertama"?
" Tidak" ucap Zia cepat
"Woah, beruntung sekali, orang yang akan menjadi kekasihmu kelak, andai saja itu aku" ucap Green menutup mulutnya, karena keceplosan
"Apa kak, aku tidak mendengarmu, angin nya sangat kencang" ucap Zia pura pura,
"Ahh lupakan tidak ada apa apa" ucap Green menghela nafas,
"Bukankah kamu tunangan masa lalu Bright"?
" Kenapa harus bertanya jika sudah tau, dia sendiri loh yang menolakku, aku tidak akan mengejar orang yang sama sebanyak dua kali" ucap Zia
"Jika Bright yang mengejarmu bagaimana"?
tanya Green penasaran
" Kenapa kamu kepo sekali kak, urus saja urusan percintaan mu hahaha, kisahku terlalu rumit" ucap Zia tertawa,
"Baik lah kita bahas yang lain, sejak kapan kau suka naik motor, "?
__ADS_1
" Baru baru ini, semenjak daddy memberikanku motor, itu saja" ucap Zia menutupi
"Owh, tapi kau terlihat keren saat menaiki motor mu" ucap Green
"hmmm terimakasih"
"Ciyeeeee pdkt"
Teriak Vox dari kejauhan, dia datang karena menyusul Green yang tidak masuk kelas, dia melihat pemandangan aneh, antara Green dan Zia, mereka sedang tertawa bersama di Roftop atas kampusnya
"Pletakkk, Pdkt mataamuu" teriak Green menjitak kepala Vox,
"Auccchh, pedas sekali" keluh Vox mengusap kepala nya
"Bisa bisa nya kalian sama sama bolos" ucap Vox penasaran,
"Kebetulan saja kak, pulang kuliah aku mau menengok si pria dingin, makanan apa yang dia suka"? tanya Zia
" Sushi, dia suka makanan mentah itu" ucap Green menjawab
"Kurasa tidak perlu menunggu lama, lebih baik aku pergi sekarang, saja bye,, " pamit Zia
"Ehhh"
"Biarkan saja Green, biarkan Bright berbahagia kali ini" ucap Vox
"Bisakah aku egois sekali ini saja Vox, aku benar benar menyukai Zia" ucap Green menatap kedua mata Vox,
Vox menggelengkan kepala nya, ini sudah kedua kalinya, Green menyukai gadis yang sama dengan Bright, yang pertama Serra dan yang kedua adalah Zia,
...****************...
"Ceklek"
Terlihat Zia memasuki ruangan Bright dengan membawa satu kantong Sushi, disana hanya ada Ken yang setia menemani tuan nya, pria itu baru saja sadar dari pingsan nya semalam,
"Selamat siang" sapa Zia
"Siang" sahut Bright yang sedikit kaget melihat Zia datang menjenguk,
"Ini, temanmu bilang kau menyukai ini tuan dingin" ucap Zia menyodorkan Sushi ke arah Bright dan Bright pun menerimanya
"Tuan ken, bisakah anda tinggalkan kami berdua, aku butuh privasi" ucap Zia, dan ken pun keluar,
"Kenapa tiba tiba"? tanya Bright datar
"Apa aku boleh bertanya"? Ucap Zia
" Apa"?
"Kenapa kakimu bisa lumpuh"?
" Deg, Deg, Deg"!!
__ADS_1
Tiba tiba kilasan masa lalu melintas di pikiran Rain,setelah mendengar pertanyaan dari Zia, dan dia mulai mengingat kejadian kelam itu lagi,
Flashback on
"Tuan muda, hati hati jangan bermain terlalu lelah" ucap seorang anak laki laki yang berusia sekitar dua belas tahun, dia adalah Ken kecil yang memang sudah di rawat tuan Gun dari dia kecil,
Bright dan keluarga Axelo sedang melakukan bisnis di negara M, Bright kecil saat ini sedang bermain di sebuah lapangan bola di pinggir jalan,
Dari kejauhan dia melihat seorang gadis kecil yang mungkin usianya masih lima tahunan, namun dia terlihat sangat hebat, gadis kecil itu sedang berlatih pedang, karena tubuhnya yang masih kecil, pedang yang di pegang gadis itu pun terlempar ke jalanan,
Bright yang melihat ada sebuah mobil yang melintas pun membuatnya langsung spontan berlari untuk menyelamatkan gadis kecil tersebut,
Bright mendorong si gadis kecil, sedangkan dirinya sendiri tertabrak, dan terlempar sampai empat meter, dan pingsan di tempat, lututnya yang rapuh terbentur batu jalanan sehingga membuatnya lumpuh sampai saat ini,
Si gadis kecil selamat, dan menangis, dia langsung di gendong oleh seorang pemuda, gadis itu terus menyebut nyebut anak yang telah menyelamatkan nya,
"Kakak tampan, Kakak tampan" ucap nya menangis,
Flashback Off*
"Aaargghhh"
Bright mengingat kembali kejadian itu dan merasa trauma, tiba tiba dia berteriak ketakutan,
Ken langsung menerobos masuk setelah mendengar teriakan Bright,
Zia, dia bahkan tidak tau dan tidak mengerti, apa yang terjadi pada pria tampan itu, Zia hanya panik dan Bergerak sesuai nalurinya,
"Argghhhh"teriak Bright lagi
" Apa yang terjadi nona, apa yang anda lakukan"? tanya Ken
Jay juga menerobos masuk,tadi dia sedang berjalan menuju ruang rawat Bright dan mendengar teriakan pemuda itu,
"Hey Bright, ada apa,ada apa ini Zia"? Tanya Jay memegang tangan Bright,yang langsung di hempaskan oleh Bright
"Aku tidak melakukan apa apa, hey Bright, sadarlah, kau kenapa"? tanya Zia panik
" Tidakkk"
"Greppp"
Zia memeluk tubuh Bright yang gemetar, sepertinya, dia salah karena bertanya, ternyata pemuda itu memiliki trauma yang mendalam,
"Tenang lah, Bright, ada aku" ucap Zia mengelus kepala dan punggung Bright, perlahan pemuda itu mulai tenang, dan tertidur di pelukan Zia,
Jay dan Ken saling tatap, bisa bisanya si pria dingin itu langsung tenang setelah di peluk Zia, biasanya dia akan mengamuk dan berteriak sepanjang hari ketika dia teringat akan trauma di masa kecilnya,
"Bright"
Tuan Gun dan nyonya Yuri beserta kedua saudara Bright langsung menuju rumah sakit, setelah mendapat pesan singkat dari Jay martin,
"Bright sudah tenang di tangan Zia" ucap Jay pelan
__ADS_1
Mereka menatap kearah Zia yang memeluk Bright dengan erat, sedangkan Pria itu sudah tertidur dengan pulas, sungguh sebuah keajaiban pikir mereka semua, .