Pesan Terakhirmu

Pesan Terakhirmu
Ciuman pertama


__ADS_3

Rey POV


Ku buka mataku yang masih menahan kantuk ini. Aku kaget bukannya tadi malam menunggunya mandi. Dimana Kinan sekarang? Dia pasti marah padaku? Bodohnya aku bisa-bisa ketiduran di malam yang sudah ku nanti-nanti sangat lama ini.


Aku membuka pintu kamar, memanggil-manggil namanya. Dan ternyata dia sedang di halaman dengan Pinky. Aku berlari mendekatinya.


"Kinan, maafkan aku semalam ketiduran! Aku tidak tau kenapa mataku berat sekali."


"Tidak apa-apa Rey, Kamu terlihat lelah sekali bahkan sekarang pun juga masih. Kamu mau kerja hari ini?"


"Ya, aku harus masuk sebentar. Ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesaikan. Tenang saja aku akan cepat pulang."


"Kita jadi ke rumahmu?" tanyanya.


"Itu jika kamu mau, atau nanti saat makan siang aku akan kesini menjemputmu."


"Akan ku bantu siapkan bajumu!" ucapnya. Bangga sekali aku dengannya. Begitu bahagia sekali mendapatkan istri sepertinya.


Dia membantu mengenakan dasiku. Baru kali ini dia melakukannya. Ku tatap tajam matanya. Dia membuang mukanya dengan malu-malu. Dengan tangan yang masih sibuk dengan dasiku. "Lihat pipimu merah seperti tomat!" seruku. Lagi-lagi dia tersenyum dan mengalihkan pandangannya.


"Dasinya disini, kenapa pandanganmu kesana?"


"Jangan memandangku seperti itu!" pintanya.


"Memang kenapa?"


"Aku tidak fokus memakaikan dasimu. Sudah selesai." ucapnya. Jika tidak ada masalah di kantor mungkin aku akan tetap bersamamu. Aku tidak peduli, pagi, siang, sore atau malam. Aku hanya ingin menikmati hari bersamamu.


"Ya sudah, aku berangkat dulu!" Dia diam menunduk. "Pinky mana aku belum menciumnya?"


"Dia sudah tidur lagi," ucapnya lirih. Aku menatapnya seperti ada kekecewaan yang dia sembunyikan.


"Apa ada masalah?" Dia hanya menggelengkan kepala dan mengigit bibir bawahnya yang membuatku tidak tahan ingin menciumnya.


Cuuuuup

__ADS_1


Ku beranikan diri untuk mencium keningnya. Dia ternyata tersenyum malu dan menundukan pandangannya dengan bibir bawah yang masih dia gigiti dengan giginya.


Sungguh aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Ku miringkan kepala ini dan mulai mendekati wajahnya, ku pegang kedua pipinya lalu mencium bibirnya. Ku gantikan giginya yang mengigit bibir bawahnya dengan gigiku.


Aku coba untuk mengigitnya secara lembut tanpa menyakitinya sedikit pun. Karena merasa tidak ada perlawanan sedikit pun darinya, lidahku langsung menerobos masuk menyentuh lidahnya, sebenarnya aku ingin bergerak bersamanya tapi sepertinya dia tidak mengizinkannya.


Dia hanya diam dengan memejamkan matanya, napasnya tak beraturan. Dan seperti pasrah dengan perbuatanku kali ini. Rasanya ingin sekali ku jatuhkan tubuhku dan tubuhnya di atas tempat tidur dan melanjutkan kenikmatan ini. Saat ini aku tidak peduli dengan urusan kantorku.


Tiba-tiba bunyi hpku membuyarkan semua ini. Dia melepaskan ciuman ini. Oke, ku sudahi sampai disini dulu, nanti malam akan ku lanjutkan lagi. Ku pegang dahi ini dan mengambil hp di saku celanaku. Dan aku harus ke kantor sekarang.


Aku lihat masih ada kekecewaan di wajahnya. Bibirnya terlihat kebas serta masih basah karenaku. Aku harus bertanggung jawab dengan ini semua. Ku usap lembut dengan ibu jariku. Hei, aku melihat pipinya memerah lagi.


"Aku berangkat dulu ya!" Dia mengangguk dan tersenyum malu.


Di dalam mobil rasanya aku masih mabuk kepayang dibuatnya. Aroma stroberry dari bibirnya seperti masih menempel di bibirku dan ku jilati bibir ini dengan lidahku, sungguh masih manis sekali rasanya.


Semoga dia mau memberikan bibirnya untukku saat aku berangkat dan pulang kerja nanti ke depannya. Ini sangat membuatku bersemangat untuk mengawali dan menutup hari-hariku.


Kinan POV


Aku tidak peduli lagi. Ku baringkan tubuhku di atas tempat tidur. Ku pejamkan mataku. Rasanya aroma mint dari mulutnya masih menempel di bibirku. Hangat napasnya pun belum hilang dari ingatanku. Benar-benar masih berputar-putar di kepalaku kejadian tadi.


Usapan lembut di mulutku yang basah dibuatnya membuatku seperti ingin terbang melayang. Senyuman manismu tadi juga menambah rasanya ingin mengulangnya lagi. Aku harap tidak hanya kali ini. Aku harap kamu menciumku setiap hari.


Sudah cukup, aku harus segera membereskan baju-bajuku. Aku ingin semua sudah siap saat Rey nanti siang pulang.


Waktu sudah menunjukan pukul 11.30 WIB sebentar lagi Rey pulang. Namun tiba- tiba hpku berbunyi. Ada pesan darinya.


Rey : Maaf Kinan siang ini aku tidak bisa pulang! Pekerjaanku masih belum bisa untuk Ku tinggalkan.


Ada kekecewaan dalam hatiku. Rasanya ingin sekali bertemu dengannya lagi siang ini. Tapi dia kan lagi sibuk. Ku helakan napasku, dan cepat-cepat aku membalas pesannya.


Aku : Iya tidak apa-apa Rey.


Ku rebahkan tubuhku. Ku letakkan hpku di bantal. Dan mencoba untuk tidur siang saja. Namun tiga menit kemudian terdengar bunyi pesan darinya lagi.

__ADS_1


Rey : Maafkan aku yang tadi pagi tiba-tiba menciummu. Terima kasih ciuman tadi pagi membuatku sangat bersemangat.


Mataku membulat seketika. Rasa kantukku hilang secara tiba-tiba. Aku tersenyum-senyum sendiri melihat dan mengingatnya.


Aku : Tidak apa-apa. Apa kamu menyukainya?


Ku coba untuk memberanikan diri bertanya padanya. Semoga dijawab, jika tidak aku akan mengutuk diriku sendiri seperti wanita murahan. Dan benar satu menit kemudian dia membalasnya. Sangat cepat sekali menurutku.


Rey : Tentu saja, bibirmu sangat manis aku menyukainya. Apa boleh aku menciummu setiap hari?


Ku pegangi jantungku yang rasanya ingin lepas ini. Ku ciumi hpku. Aku masih belum percaya dan terus menerus membaca balasanya kali ini.


Aku : Boleh.


Semoga dia membalasnya lagi.


Rey : Apa boleh nanti malam kita meneruskan rencana yang semalam gagal karena aku ketiduran?


Aku : Jangan menyalahkan dirimu terus!


Aku rasanya sudah tidak sabar untuk mempersiapkan jauh-jauh ini semua. Jangan sampai seperti semalam gara-gara menungguku di kamar mandi dia sampai ketiduran.


Rey : Aku hanya menyesal tidak melihatmu memakai lingerie itu. Pasti sangat cantik sekali.


Apa ini mimpi? Dia bilang aku cantik. Aku masih memegangi jantungku yang berdegup kencang ini. Tak selang beberapa lama dia mengirim pesan lagi.


Rey : Kamu suka bunga? Aku akan pulang membawakannya untukmu. Tunggu aku ya!


Ingin rasanya aku berteriak. Berarti perasaanku dulu salah padanya. Sampai-sampai aku pergi dari rumahnya. Ternyata dia menyukai itu semua. Benar kata Wina, tidak mungkin laki-laki menolak begitu saja.


Tapi entah kenapa wajahku lesu seketika. Pertanyaan-pertanyaan konyol lagi-lagi bersarang di otakku. Apa cuma karena aku berpakaian seperti itu dia menginginkan ini semua? Mengapa tidak dari hatinya? Apa dia belum mencintaiku?


"Huuuuff."


**Dukung terus Author,

__ADS_1


Dengan like, coment, votenya**! ^_^


__ADS_2