Pesan Terakhirmu

Pesan Terakhirmu
Terungkap


__ADS_3

Kinan POV


Tok tok tok tok


Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. Apakah Rey sudah pulang? Sepertinya ini masih sore. Apa dia ingin memberiku kejutan? Dia kan tadi berjanji akan membawakanku bunga.


Aku sudah tidak sabar untuk membuka. Ku benahi rambutku dan ku pastikan semua ini penampilan terbaikku. Walaupun hanya sederhana seperti ini tapi ini menurutku sudah sangat menguras pikiranku.


Ku buka pintu itu dengan penuh senyuman, "Rey."


Deg


Dahiku mengkerut seketika melihat yang datang bukanlah suamiku tapi mantan tunangannya. "Selena," ucapku lirih.


"Wah, pengantin baru bahagia sekali ya sepertinya? Aku cari di rumah Rey tidak ada ternyata ngumpet disini." ucapnya dengan melihat kuku-kuku panjangnya.


"Maaf Sel, ada perlu apa kamu kesini?" tanyaku ragu.


"Ingin bertemu calon suamiku," tegasnya dengan tatapan penuh amarah padaku. Kenapa Selena belum mengikhlaskan Rey? Apa begitu besar cintanya? Aku sungguh seperti benalu di antara kalian berdua.


"Rey belum pulang," jawabku singkat.


"Ya sudah aku akan menunggunya disini."


"Silahkan masuk!"


"Tidak perlu. Aku akan masuk saat Rey pulang. Aku sangat merindukannya."


Deg


"Sel, bukankah Rey sudah berbicara padamu? Kenapa kamu belum menerima kenyataan ini? Rey dan aku sudah menikah."


"Jika kamu jadi aku apakah kamu akan terima dengan kenyataan ini?" tanyanya dengan mata seperti akan loncat keluar.


"Aku minta maaf, bukan maksudku merebut Rey darimu tapi aku sudah berulang kali bilang pada Rey, tidak perlu menikahiku tapi dia masih bersikeras menikahiku."


Selena mendekatkan wajah yang mengkerut ke padaku, "Ya jelas dia akan menikahimu karena itu impiannya dari dulu!"


Dahiku mengekerut seketika mendengar ucapanya, "Maksudmu apa Sel?" tanyaku.

__ADS_1


"Kamu itu pura-pura bodoh apa memang bodoh beneran?"


"Sel, aku benar-benar tidak tau apa maksudmu?" tegasku.


"Oh jadi kamu selama ini belum tau kalau Rey sudah menjadi budak cintamu? Bahkan sebelum Kevin meninggal dan juga bahkan saat kamu masih pacaran dengan Kevin. Kamu tidak sadar dengan itu semua?"


Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku, "Budak cinta apa? Bukankah selama ini Rey itu pacaran denganmu?"


"Ya dia memang berpacaran denganku, tapi yang ada di pikirannya hanya kamu!" teriaknya yang membuat rahangku mengeras seketika.


Aku diam sejenak, "Sel mungkin kamu salah paham. Aku minta maaf jika Kevin dulu terlalu berlebihan sampai-sampai selalu meminta tolong pada Rey untuk memperhatikanku juga. Tapi aku tau cintanya Rey hanya untukmu."


Dia tertawa lebar mendengar ucapanku. "Kamu itu memang wanita bodoh ya!" teriaknya.


"Cukup Sel!" teriakku karena sudah tidak lagi dengan hinaannya.


"Apa? Kamu pikir Rey memperhatikanmu dulu itu karena disuruh Kevin. Itu karena dia tergila-gila padamu. Dia memacariku hanya untuk menutupi rasa cintanya padamu. Dia akan menikahiku karena otaknya selalu dibayangi kemesraanmu dengan Kevin."


Deg


"Dasar wanita maruk, pantasnya kamu kembali ke dunia malammu. Pasti bahagia sekali ya kamu sekarang mengetahui kenyataan yang sebenarnya, kalau dua laki-laki itu telah merebutkanmu."


Mataku membulat seketika mendengarnya. Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku. Semua ini tidak benar.


Mataku sepertinya sudah tidak bisa menampung air mata ini lagi. Aku sungguh tidak tau kenyataan ini. Aku masih bingung dengan semua ini. Aku hanya menunduk merenungi kesalahanku.


"Andai kamu tidak datang diantara mereka, mungkin nasib Kevin tidak akan seperti ini. Rey juga akan menjadi milikku seutuhnya. Kembalilah ke tempat asalmu sana! Disini bukanlah tempatmu! Enak sekali setelah kematian Kevin, kamu masih bisa menikmati hartanya sekaligus menjadikan sahabatnya sebagai suami penggantimu," teriaknya yang membuatku semakin terpuruk dengan keadaan ini.


"Cukup Sel! Pergi dari sini!" teriakku yang sudah tidak kuat dengan ocehannya. Ku banting pintu rumah ini. Ku berlari menaiki anak tangga menuju kamarku. Ku ambil foto Kami yang tersimpan rapi di laci lemari. Ku tumpahkan semua air mataku disana.


"Keviiiiin, huu, huu, huu." Ku peluk erat fotoku dengannya. Apa benar semua ini aku penyebabnya?


Rey POV


Tidak sabar rasanya untuk pulang sore hari ini. Aku sudah mendapatkan bunga mawar ini untuknya. Aku ingin sekali melihat pipinya yang memerah seperti tadi pagi.


Ku lajukan mobilku dengan cepat. Lagi-lagi aku tersenyum sendiri seperti orang gila. Ya aku memang lagi di mabuk cinta. Cinta yang selama bertahun-tahun aku impikan. Cinta yang sudah aku genggam tak akan pernah ku lepaskan.


Di tengah keseruan perjalanku, ku lihat mobil Selena melintas dari arah rumah.

__ADS_1


Deg


Apa yang dia lakukan? Apa jangan-jangan dia sudah membongkar semuanya pada Kinan?


Ku hentikan mobilku, dan dengan cepat ku putar arah mengejar mobil Selena. Ku bunyikan klakson mobilku berkali-kali di belakang mobilnya, namun sepertinya dia tidak memperdulikanku. Ku hadang mobilnya dari depan. Ini pasti ada yang tidak beres.


Ku banting pintu mobilku. Ku berjalan ke mobil Selena, ku pukul-pukul pintu mobilnya dengan tanganku. "Keluar kamu Sel!" teriakku.


Dia membuka pintu mobilnya dengan wajah cemberut. "Ada apa?" Wajahnya di dekatkan padaku.


"Apa yang sudah kamu lakukakan?" teriakku.


"Aku hanya membantumu mengungkap kenyataan sayang," ucapannya yang penuh dengan godaan rasanya aku tidak tahan ingin melemparnya ke jalanan.


"Maksudmu apa?"


"Jangan pura-pura amnesia dong sayang!" Dia membenahi kerah bajuku dan memegang bahuku. Segera ku singkirkan tangannya dari tubuhku.


"Ku pastikan detik ini juga, kamu tidak akan mendapatkan pintu Rey. Tapi tenanglah! Pintu rumahku selalu terbuka untukmu."


"Aku tidak sudi!"


"Aku tidak akan membiarkan wanita manapun memilikimu Rey," teriaknya.


"Wanita gila kamu. Lihat saja, aku tidak akan tinggal diam!" ancamku.


"Aku tidak takut ancamanmu Rey!" Selena membuka pintu mobilnya dan pergi meninggalkanku begitu saja.


Ku pegang dahiku. Apa yang harus Ku lakukan? Kinan pasti telah membenciku sekarang. Oh Tuhan baru saja aku ingin merasakan bersama, kenapa harus seperti ini.


"Aaaaaaahhk, aku tidak akan tinggal diam Sel!"


Aku masuk ke dalam mobil dan kembali pulang. Bahkan aku tidak punya nyali untuk masuk rumah. Ku pandangi bunga mawar yang akan ku bawakan untuknya. "Aku tidak yakin memberikanmu padanya akan membuatnya senang. Akan ku tinggal kamu di dalam mobil."


Ku beranikan diri masuk rumah. Ku ketuk pintu rumah berkali-kali tapi tidak ada respon darinya. Ku buka sendiri perlahan-lahan. Suasana sepi dari rumah ini menambah rasa bersalahku semakin bersorak keras ditelingaku.


Ku naiki anak tangga itu perlahan-lahan. Bahkan tanganku gemetar saat memegang gagang pintu kamar ini. Apa ini akhir dari pernikahan Kami Tuhan? Ku tertunduk lemas.


Kleeek

__ADS_1


**Dukung terus Author,


Dengan like, coment, dan votenya**! ^_^


__ADS_2