Pesan Terakhirmu

Pesan Terakhirmu
Papaku Spidermanku


__ADS_3

Rey mendekatkan wajahnya ke Kinan, semakin lama semakin dekat sampai hidung mancung mereka bersentuhan satu sama lain, hembusan napasnya yang semakin cepat sungguh terasa.


Dia memiringkan kepalanya dan menyatukan bibir mereka. Berciuman di ruang terbuka membuat jantung mereka berpacu lebih cepat dari biasanya dan ingin segera menyudahinya. Namun gejolak cinta yang ada di dalam diri mereka seperti tak bisa ditahan.


Deg deg deg


Bibir mereka sudah menyatu. Mata mereka terpejam sangat meresapi kenikmatan yang dirasakan sekarang. Apakah sampai disitu?


Tentu saja tidak, lidah mereka menerobos masuk dan menari-nari di dalamnya. Sentuhan tangan istrinya di sekitar leher dan telinganya membuat gairahnya semakin menjadi-jadi.


Bruuuuk


"Huuuuaaa ... Papa." Mata mereka terbelalak mendengar suara tangisan Aero dari arah kamarnya.


"Mama ... adek nangis!" teriak Pinky.


Kinan langsung berdiri dari pangkuan Rey. Tak lupa dia mengelap bibirnya yang kebas dan basah karena ciuman suaminya tadi dengan punggung tangannya.


Rey ikut berdiri dan mengelap bibirnya dengan ibu jarinya. Mereka berjalan cepat menaiki anak tangga menuju kamar anak laki-lakinya itu.


Kleeeek


"Kenapa sayang?" tanya Rey gugup. Anak itu terlihat menangis sambil memegangi mainannya.


"Mainannya rusak Pa ...." teriaknya dengan menangis tersedu-sedu. Rey menghela napas kasar dan memegang dahinya. Mereka berjalan mendekati anaknya.

__ADS_1


Kinan memeluk dan mengelus kepala anaknya yang masih menangis. "Mama aku sayang sama mainan itu," ucapnya dengan bibir bawah yang manyun dan air mata yang terus mengalir di pipinya.


Rey coba mengotak-atik mainan itu dengan mengerutkan keningnya. Tangannya sibuk membuka satu persatu bagian dari mainan itu. Sesekali dia menggaruk-garuk kepalanya.


"Tunggu sebentar! Papa ambil obeng untuk membukanya." Dia berjalan ke kamar dengan masih melihati dan memegangi mainan itu.


"Papa beliin lagi! Huuuaa, huuaa."


"Lah kok beli lagi?" Kinan mengerutkan dahinya, "Coba cerita bagaimana bisa rusak?"


"Tadi Aero lompat-lompat dari atas tempat tidur Ma terus jatuh," sahut Pinky.


Kinan memejamkan matanya dan menghela napasnya. Anak laki-lakinya ini memang setiap hari melakukan aktivitas berlebihan itu.


Namun rengekan anak yang tampan dan lucu itu yang membuatnya terlena untuk menyediakan makanan dan minuman manis kesukaannya. Ditambah lagi wajah bahagia dan lahapnya saat memakan makanan atau minuman buatannya. Dia terlihat menyesali itu dengan mengehela napasnya.


Rey kembali ke kamar anaknya lagi, kerusakan parah membuatnya tak sanggup untuk membenahinya, "Ya sudah, besok Papa belikan lagi!" ucapnya.


"Eh," Kinan melototkan mata ke arah suaminya. Rey memundurkan kepalanya melihat reaksi istrinya. "Sudah ayo tidur! Mainannya biar dibenahi Papa dulu ya! Mama punya cerita dongeng nih, kalian mau dengar?"


"Enggak mau," Anak laki-laki itu menggelengkan kepalanya. "Pokoknya aku mau nunggu Papa selesai benerinnya!" Dia memukul-mukul tempat tidurnya.


"Ini hancur sayang," tegasnya.


"Besok janji beliin lagi Pa!" Wajahnya anak itu cemberut, mulutnya di kerucutkan.

__ADS_1


Kinan menggelengkan kepalanya, "No ... mainan kamu masih banyak sayang. Lain kali lebih hati-hati!"


"Huuuuaaaa ... Papa," Anak itu semakin keras menangis.


"Iya, besok sambil jemput sekolah Kak Pinky yah!" Rey melirik tajam ke arah Kinan yang sedari tadi menekuk wajahnya.


"Tapi Papa sekarang temenin aku mainan. Papa pakai topeng Spiderman ini sama kayak aku!" Aero langsung memakaikan topeng itu di kepala Papanya. Mereka terlihat asyik bermain bertiga.


Kinan berjalan pergi dari kamar itu menuju kamarnya. Rasa kekesalan pada suaminya membuatnya sangat tidak menikmati kebersaamaan itu. Baginya kekompakan dalam mendidik anak itu penting tapi Rey, membahagiakan anak itu keharusan. Lalu bagaimana menyelesaikan masalah ini?


Setelah satu jam bermain dan anak-anak mereka tidur, Rey masuk kamar dan mencoba mendekati istrinya yang sedang menekuk wajahnya.


Dia menyentuh dagu Kinan dengan ujung jarinya. Namun wanita itu langsung menepisnya. Dia sangat hafal suaminya pasti sedang merayu dan menggodanya.




Kalau kamu spidermannya ajak author lompat dari gedung ke gedung pakai jaring laba-labamu dong bang!


Seeeet🕸 seeeet🕸 seeet 🕸


🤣 🧠🔨🔨


❤ like ya

__ADS_1


__ADS_2