
"Dibilangin aku gak mau ya gak mau." Kali ini dia harus kuat menahannya. Laki-laki itu harus diberi sedikit pelajaran. Kinan pergi begitu saja meninggalkan Rey yang terus saja menggodanya. Dia mengambil handuk dan mengeringkan badannya.
Kini dia duduk mengeringkan rambutnya dengan hair dryer. Rey berusaha mendekatinya. "Sini aku bantu keringin!" Dia merampas alat itu dari tangan istrinya.
"Aku mau potong aja rambut ini," ucap Kinan dengan membuang mukanya.
"Kenapa? Jangan dong! Aku suka cewek rambut panjang." Rey mendekatkan bibirnya ke wajah Kinan dan memanyunkannya.
"Idih ... sengaja biar kamu gak suka sama aku." Kinan melirik Rey yang mengerutkan keningnya. "Aku besok harus ke toko kue, Wina sangat membutuhkanku!" tegasnya.
Rey mematikan hairdryer itu dan menaruhnya di meja. "Aku antar." Wah, laki-laki ini memang tak mau berubah masih saja cemburu.
Kinan menghembukan napasnya. "Kamu gak berubah ya?"
"Nanti aku berubah jadi Spiderman kamu bingung?" Kinan mengedikan bahunya dan langsung berbaring tidur di atas tempat tidur mencoba memejamkan mata. Rey menyusulnya dan memeluknya dari belakang.
"Kamu beneran gak mau keluar?"
"Gak." Mereka tidur menikmati kehangatan dengan berpelukan sampai pagi menjelang.
...****************...
Rutinitas pagi ini seperti biasanya. Sebenarnya tidak ada yang perlu diceritakan. Tapi karena ada sedikit kekonyolan mungkin bisa menjadi sedikit bahan hiburan.
Kali ini Kinan dan Rey sedikit terlambat untuk bangun. Permainan laki-laki yang sedang cemburu buta itu penyebabnya. Cemburu itu wajar, cemburu tanda cinta. Tapi, caranya yang salah bisa merusak hubungan.
"Bangun!" Kinan memencet hidung mancung suaminya yang masih tidur memeluknya. Kelopak mata itu perlahan-lahan terbuka. Matanya terlihat sayu, wajah saat bangun tidurnya sangat polos seperti bayi, rambutnya yang berantakan semakin menambah kadar ketampanan laki-laki yang bernama lengkap Reyhan Winata itu berubah menjadi 100%. Ah, sungguh menggemaskan.
Kinan memeluknya erat. Sepertinya wanita itu sudah melupakan kejadian perihnya semalam.
"Jam berapa?" tanyanya dengan suara berat.
__ADS_1
"Jam enam pagi."
"Hah ...?" Laki-laki itu terlonjak, menyibakkan selimutnya dan berlari ke kamar mandi dengan sehelai handuk yang menutupi bagian tubuhnya sejak semalam. Secepat mungkin dia mandi dan memakai baju.
Kinan dan anak-anaknya sudah bersiap di meja makan menunggunya. Lama, lama sekali.
"Ma aku udah lapar ayo sarapan dulu! Papa lama," ajak Aero.
"Pinky juga lapar Ma."
"Tunggu sebentar!" Kinan mencoba naik ke atas.
Sesampainya di atas Rey masih sibuk memasang dasi. "Anak-anak udah nunggu!" ucap Kinan.
Rey memanyunkan bibirnya, "Kamu biasanya bantu pakaikan dasiku malah gak mau." Kinan langsung membantunya sebelum sungut di kepala lelakinya itu tumbuh.
Setelah selesai mereka langsung turun ke bawah dengan tergesa-gesa. "Papa lama!" gerutu anak laki-lakinya.
Dahi Aero berkerut, "Kok kedondong?"
Rey meminum kopi yang sudah disediakan Kinan di depannya. Dia terdiam sebentar, kemudian meminumnya lagi, terdiam lagi.
"Wah sengaja gak dikasih gula nih!" ledeknya ke Kinan.
"Masak?" Kinan mencicipi kopi itu. "Iya lupa, maaf!" Dia berjalan cepat ke dapur mengambil gula dan menaruhnya ke cangkir berisi kopi di depan suaminya.
"Tambahin setengah sendok lagi!" seru Rey.
Aero cemberut melihat Papanya, "Papa nih, aku gak boleh makan gula tapi Papa makan gula banyak-banyak. Nanti Papa jadi sugar daddy loh!"
"Huusssss ... Aero dari mana kamu dapat kata-kata itu?" tanya Rey dengan bersungut.
__ADS_1
"Dari Miss Eva, kalau gula itu sugar bahasa inggrisnya. Iya 'kan Kak Pinky?"
Pinky mengangguk dengan mulut penuh mengunyah roti, "Heem ...."
"Kata Miss Eva gak boleh makan gula banyak-banyak juga Pa! Nanti aku bilang ke Miss Eva kalau Papa sugar daddy biar dimarahin!"
Mata Rey melebar mendengar ocehan anaknya. "Heh ngawur ... Aero kamu tau sugar daddy itu artinya apa?"
"Tau lah ... Sugar itu 'kan gula, daddy itu bapak. Sugar daddy itu bapaknya gula. Kayak Papa," teriak bocah laki-laki yang lucu, imut dan polos banget itu.
"Ye ... bukan," ucap Rey dengan nada suara ditekan.
Kinan tertawa dengan menahan suaranya, perutnya mengeras rasanya. Raut wajah kedua anaknya kebingungan. Mereka benar-benar tidak tau jika arti sugar daddy itu adalah gadung dimana huruf g dihilangkan. Kita wajarkan saja Rey naik pitam anak itu menyebutnya sugar daddy.
"Lalu apa Pa?" tanya Pinky dengan mengerutkan dahinya.
Rey pun juga mulai berpikir keras mencari jawabannya.
Tik tok tik tok tik tok
Dia menyenggol kaki Kinan yang terus menahan tawa sedari tadi. Berharap wanita pujaan hatinya itu membantu menjawab pertanyaan yang menurutnya sangat konyol ini.
"Iya sugar daddy itu bapaknya gula, sudah ayo cepat makan keburu siang!" jawab Kinan.
"Berarti benar kita Pa," sahut Aero.
"Ya udah terserah. Asal kamu jangan bilang ke guru bahasa inggrismu itu kalau Papa sugar daddy!"
"Papa takut dimarahi Miss Eva gara-gara banyak makan gula ya? Ha ha ha ha."
Rey memegangi dahinya. Pusing, melelahkan menjelaskan pada anak-anaknya. Dia kini menjadi tak berselera untuk memakan makanan yang berada di depannya.
__ADS_1