
"Kamu sahabat terbaik dalam hidupku." Aku tidak tau harus bagaimana dengan ucapan terakhirmu padaku Vin. Kenyataannya ini sangat jauh berbeda. Dan mungkin sekarang kamu sudah mengetahuinya.
Aku mencintai wanita yang kamu cintai juga. Seharusnya aku yang terkena tembakan peluru itu. Seharusnya aku yang sudah mati dan mengubur dalam-dalam cintaku ini. Kenapa kamu harus merelakan nyawamu untuk sahabat sepertiku? Sungguh aku sadar cinta terlarang yang sangat tidak pantas aku miliki.
Jika kamu tau kenyataan besar yang selama ini aku sembunyikan, akankah kamu masih menganggapku sebagai sahabat terbaikmu? Aku yakin kamu akan menyesali itu.
Maafkan aku Vin, aku sudah berusaha dan sangat berusaha untuk menghilangkan rasa sukaku, rasa kagumku, bahkan rasa cintaku pada wanitamu tapi yang ada rasa ini semakin ku berusaha semakin susah untuk dihilangkan. Dan sampai sekarang rasa itu semakin dalam.
Jika kamu tanya kapan aku mencintainya? Aku akan jujur padamu sekarang. Aku mencintainya saat aku pertama bertemu dengannya di rumahmu.
Ya kamu kan yang menyuruhku menjaganya saat kakimu patah karena kecelakaan. Aku masih ingat betul tatapan matanya, wajah polosnya, dan senyum manisnya saat kita pertama bertemu. Aku sudah berusaha menghilangkan perasaan itu pelan-pelan tapi semakin kamu menyuruhku untuk menjaganya semakin sering ku bertemu dengannya semakin susah pula aku melupakannya.
Flashback on
Ting tong
Ku pencet bel rumahmu. Dia membuka pintunya untukku dengan wajah yang ketakutan namun menggemaskan.
"Halo Kinan ya?" tanyaku untuk sedikit mengusir ketakutan di wajahnya. Dia hanya terdiam. Aku langsung menyodorkan tanganku, "Kenalin aku Rey teman Kevin." Dia masih terdiam.
"Kevin siapa? Aku tidak kenal Kevin," tanyanya yang membuatku semakin gemas.
"Kevin yang punya rumah ini." Ku lihat wajahnya yang kebingungan.
__ADS_1
"Jadi namanya Kevin?" tanyanya dengan sangat polos.
"Bagaimana bisa kalian tinggal serumah tapi tidak tau namanya. Oh iya panggil aku Rey. Aku disuruh Kevin untuk melihatmu." Lalu dia menyuruhku masuk.
Dia menanyakanmu. Dan aku berbohong padanya seperti keinginanmu. Aku juga sudah tau dari semua ceritamu bagaimana dia bisa berada dirumahmu. Aku sangat bangga padamu Vin, hatimu benar-benar seperti terbuat dari emas.
Sebelumnya kita kan pernah melakukan ide gila. Ya itu memang kesalahan terbesar kita. Wanita ini sepertinya tidak pantas kita perlakukan seperti itu. Aku masih ingat, aku yang mengajakmu. Ku akui ini semua salahku.
"Vin, kamu tau ada model cantik yang jadi incaran." Aku menunjukan foto Kinan padamu.
Kamu melihatnya dan terkagum, "Aku akan mendapatkannya," ucapan yang keluar dari mulutmu sangat yakin.
Aku tidak terima dengan semua itu, "Aku yang akan duluan mendapatkannya Vin. Kamu sisaku saja." Dengan bangga aku keluar dari kantormu. Karena aku sudah menemukan siapa pemilik gadis itu dan akan ku bayar dengan harga mahal.
"Malam ini aku akan bersenang-senang dengannya Vin, terimalah nasibmu dapat sisaku!" ucapku ditelepon dengan bangga.
Bagaimana bisa? Aku sempat marah pada Risa. Tapi dia bilang kamu membayarnya lebih mahal dariku. Perasaan kesal bersarang di dadaku. Ah tapi ini hanya soal wanita. Banyak wanita aku tinggal pilih. Aku tidak peduli lagi dengan semua ini. Dan ku akui aku kalah darimu tapi hanya untuk kali ini.
Aku tidak menyangka jika sampai berbuntut panjang seperti ini. Aku juga tidak menyangka seorang Kevin Arkananta bisa jatuh cinta dengan wanita. Karena yang selama ini aku kenal kamu hanya suka meniduri mereka dan cintamu itu cuma bertahan dalam hitungan jam.
Aku sempat ragu perasaanmu dengannya dan aku berharap kamu segera melupakannya. Karena dari awal aku bertemu dengannya di rumahmu, aku sudah tertarik dengan wanita itu. Apalagi semua perjalanan hidup yang dia lalui yang sudah kamu ceritakan padaku. Entah kenapa aku semakin ingin menyayanginya.
Aku bilang padamu, cepatlah sembuh dari kecelakaan yang membuat kakimu patah waktu itu. Karena jika aku terus menerus setiap hari kamu suruh memperhatikannya yang ada dia jatuh cinta padaku. Entah omonganku ini kamu anggap bercanda sepertinya. Tapi bagiku ini serius aku yang akan semakin jatuh cinta padanya. Karena terbiasa bertemu berdua dengannya.
__ADS_1
Suaranya sangat lembut, senyumannya menyimpan sejuta kesedihan, matanya sendu, dengan cara berpakaian dan berdandan polos apa adanya. Sungguh ini di luar dari tipe-tipe wanita yang aku impikan. Tapi kenapa aku semakin tertarik padanya. Rasanya bosan saja melihat wanita-wanita seksi yang pernah ku dekati. Tapi aku sadar cintaku ini tidak boleh ku lanjutkan, sahabatku kamu lebih dulu memilikinya.
Aku sungguh panik saat Risa menculiknya dari rumah mu Vin. Aku tau kamu akan kecewa padaku dan aku akan kehilangan senyum wanita itu.
Aku pernah bertanya padamu, "Kamu cinta atau hanya kasihan?" Aku tidak akan menolongnya untukmu jika kamu hanya merasa kasihan padanya. Tapi aku yang akan berlanjut mencintainya.
Aku melihat sorot matamu yang tajam dengan pertanyaanku tadi, dari situ aku sudah tau kamu begitu mencintainya. Baiklah mulai sekarang aku akan mengubur rasa ini dalam-dalam. Aku tidak ingin menghancurkan persahabatan ini hanya karena wanita.
Ku menolongmu mencari tahu keberadaan wanita itu seperti yang kamu inginkan. Sungguh rasanya hati ini teriris mendengar Risa telah membuangnya di jalanan. Aku hanya membayangkan perasaanmu Vin, kamu pasti sangat hancur mendengarnya.
Tapi anehnya kamu malah tertawa puas, aku tidak mengerti saat itu maksudmu. Tapi sekarang aku mengerti ikatan batinmu padanya sangat kuat.
Keesokan harinya aku mencari-carinya di sepanjang jalan. Entah kemana arah mobilku melaju. Mungkin Tuhan telah mengizinkanku bertemu dengannya. Ya aku kali ini menemukannya sedang berjalan di pinggir jalan yang panas ini.
Aku sangat senang kamu ternyata baik-baik saja Kinan. Ku parkir mobilku dan ku hampiri dirimu. "Kinan, Kinan, akhirnya ketemu juga. Aku mencarimu kemana-mana. Apa kamu baik-baik saja? Aku mendengar Risa telah membuangmu?" Ku pegang tangannya. Ku yakinkan diriku ini bukan mimpi. Ya tangan ini sangat lembut selembut hatinya.
"Lepaskan aku! Aku sudah tidak percaya lagi padamu." Sungguh ucapannya itu sangat menyayat hatiku.
Aku berusaha menanyakan kenapa. Tapi dia berjalan cepat meninggalkanku. Ku bujuk dia untuk pulang ke rumahmu Vin tapi usaha itu tidak berhasil. Kenapa sifatnya yang seperti ini membuatku semakin tidak ingin mengubur perasaanku dalam-dalam padanya. Dia sangat berbeda. Mungkin wanita yang selama ini ku kenal, tanpa disuruh pun akan mau untuk tinggal bersama.
Kevin kamu tidak salah mencintainya, tapi aku yang salah karena tidak bisa membuang perasaanku.
Yang tidak suka bisa diskip aja sampai pov Rey selesai. Disini author cuma mengungkap isi hatinya! 🙏
__ADS_1
**Dukung terus Author,
Dengan like, coment, dan votenya**! ^_^