Pesan Terakhirmu

Pesan Terakhirmu
Satu


__ADS_3

Semenjak mengetahui anak-anaknya dekat dengan anak Selena, Rey tidak perlu berpikir lama untuk menjauhkan mereka. Termasuk memindahkan sekolah.


Berlebihan, ini terlalu berlebihan bagi Kinan. Wanita itu masih bingung dengan tingkah suaminya. Yang lebih parahnya lagi, Rey belum memberitahu Kinan siapa anak itu sebenarnya.


Entahlah, laki-laki itu tak sanggup berbicara atau memang penyakit lamanya kambuh kembali. Penyakit, penyakit apa? Penyakit suka berbohong.


Sudah satu minggu ini Pinky dan Aero pindah di sekolah yang baru. Apakah mereka bahagia? Biasa saja. Tidak ada yang spesial. Mereka berdua masih merindukan Arion. Mereka seperti belum terima dengan keputusan Papanya.


Setiap berangkat sekolah wajahnya cemberut. Saat ditanya kenapa Papanya sangat melarang mereka berteman dengan Arion sampai memindahkan sekolah pula, lagi-lagi Papanya itu tak mampu menjelaskan itu semua dan mencari alasan tak masuk akal yang justru membuat anak mereka bertanya-tanya.


...****************...


Pagi ini Kinan melakukan rutinitasnya seperti biasa. Menyiapkan sarapan dan semua keperluan suami dan anak-anaknya.


Semenjak anak mereka sekolah Kinan merasa sangat kesepian di rumah, tidak ada yang dia kerjakan. Hanya menunggu dan menunggu mereka pulang.


Kali ini Kinan mencoba meminta izin pada suaminya untuk pergi ke toko kuenya. Apakah diizinkan oleh suaminya yang tampan mempesona bak aktor India?


Bukan, tepatnya aktor Thailand itu. Mari kita lihat saja.


"Sayang," sapa Kinan dengan tangan yang sibuk mengenakan dasi berwarna biru navy itu di kerah kemeja suaminya.


Rey memiringkan kepalanya, tangannya memegang pinggang langsing Kinan dan berbisik, "Apa?"

__ADS_1


"Aku boleh ke toko kue gak? Aku bosen di rumah."


Laki-laki itu memajukan bibir bawahnya, dia berpikir sejenak , "Tapi kalau anak-anak pulang sekolah kamu juga pulang ya?"


Kinan tersenyum, mengangguk, dan memeluknya. Akhirnya laki-laki itu mengizinkannya. Dia memejamkan matanya, menghirup dalam-dalam aroma parfum maskulin suaminya. Sangat tenang, rasanya ingin berlama-lama tapi waktu sudah tak mau menunggu terlalu lama.


"Ya sudah ayo turun! Anak-anak pasti sudah menunggu." Dia menggandeng tangan Rey.


Rey menarik tangan Kinan hingga wanita itu menabrak tubuh kekarnya. Matanya menatap tajam. Dia mengunci tubuh Kinan. Seolah-olah tidak terima jika belum melakukan kebiasaan sebelum berangkat kerjanya.


"Kamu melupakan sesuatu," ucapnya dengan mengelus pipi halus Kinan dengan punggung jari telunjuknya.


Kinan mengalungkan kedua tangannya ke leher Rey. Bibir mereka perlahan mendekat dan semakin dekat. Hingga menyatu sempurna. Mereka memejamkan matanya terlihat begitu menikmatinya.


Suara decapannya bahkan nyaring disana. Sungguh tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata.


Tok tok tok


"Mama ...." teriak Aero. Kinan langsung mendorong Rey dan mengelap bibir basahnya. Walaupun pintu sudah terkunci rapat mereka masih gugup jika kepergok anak-anak mereka lagi.


Kinan berjalan membukakan pintu. "Mama aku lapar, ayo cepat makan!" Aero menarik paksa tangan Ibunya itu. Anak itu tak sabar makan roti yang biasa dioleskan selai cokelat oleh Kinan.


Pinky sudah ada di meja makan. Rey menyusul mereka. "Ayo cepat makan! Papa ada meeting hari ini."

__ADS_1


"Lagian Papa, sekolah kita di pindah jauh dari rumah," ucap Aero dengan mulut mengerucut dan mengunyah roti.


Rey mengiris roti di piringnya lalu memasukkannya ke mulut. "Mulut penuh dilarang ngomong!" Suasana menjadi hening.


"Nanti ke toko kue diantar sopir aja ya! Aku buru-buru gak bisa nganter." Kinan mengangguk.


"Ma aku nanti nyusul kesana ya! Aku ingin makan kue banyak-banyak!" rengek bocah laki-laki itu. "Kak Pinky juga mau kan?" Pinky tersenyum dan mengangguk.


"Aero kamu itu kebanyakan makan gula. Jadi stop!"


"Aku gak pernah makan gula Pa," teriaknya.


"Maksud Papa itu makan manis."


"Tadi Papa ngomongnya gula."


Rey menggaruk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal itu sambil memejamkan matanya. "Ya sudah ayo berangkat!"


Mereka bertiga meninggalkan rumah dan berlari menuju mobil hitam mewah kebanggaan Papanya itu.



__ADS_1



Lanjit eh lanjut?


__ADS_2