
Rey berjalan cepat ke arah Kinan. Kali ini dia tidak memakai dasinya, damage laki-laki luar biasa saat kemejanya digulung sampai siku. Ya, begitulah Rey sekarang. Memperlihatkan sebagian kulit tangannya yang putih.
Tapi, balik lagi ke raut wajahnya kini. Sangat tak sedap dipandang. Bibirnya mengerucut. Tatapannya tajam setajam silet, dia melempar pada laki-laki yang bernama Raymond itu.
Laki-laki itu membalas lemparan itu dengan senyumnya. Apa Rey tersenyum? Ya tentu saja tidak. Dia seperti sedang kerasukan makhluk tak kasat mata.
"Sayang ayo pulang!"
"Iya, sebentar aku layani satu pembeli dulu," jawab Kinan dengan tangan yang sibuk mengambil brownies dalam etalasenya. Mata Rey melirik ke arah Ray. Lagi-lagi Ray masih tersenyum lebar.
"Sayang ...." Rey berteriak ingin membuat laki-laki yang dilayani istrinya ini tau kalau Kinan adalah orang dia sayang.
Kinan menghela napas kasar. "Wina, lanjukan pekerjaan istriku!" Rey tiba-tiba menggandeng paksa Kinan keluar. Mereka melupakan sesuatu.
"Tasku ketinggalan," Kinan berusaha melepas tangan suaminya. Dia berjalan santai mengambilnya.
"Cepat ayo!"
"Kenapa?"Kinan mengerutkan dahi melihat tingkah aneh suaminya. "Aku pulang dulu ya Win!"
"Oke ...."
Laki-laki itu melambaikan tangannya ke Kinan juga lalu melihat pesanannya yang dibungkus Wina. Tidak ada yang aneh sebenarnya tapi Rey seperti sangat tidak suka.
Dia menarik paksa tangan Kinan yang menurutnya berjalan lambat. Membukakan pintu mobil dan membantingnya.
Braaakk
Rey berlari memutar kemudian masuk dengan wajah ditekuk. "Ma bomboloninya mana?" ucap Pinky.
Kinan menoleh ke arah belakang. "Bomboloni? Memang kalian mau?"
"Loh gimana, tadi kan Aero sama Kak Pinky udah pesan Papa. Kita aja gak boleh masuk disuruh tunggu di mobil. Malah dibohongin. Masak minta kue aja gak boleh." Aero membuang mukanya ke jendela dengan memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
"Heh siapa yang bilang gak boleh, Papa cuma lupa! Sudah biar Mama buatkan di rumah nanti. Ayo kita pulang!"
"Aku capek, belum juga nunggu ngembangnya kelamaan!" ucap Kinan dengan wajah cemberut.
Rey seperti tidak peduli, dia langsung menjalankan mobilnya. "Papa ... aku mau makan bomboloni!" rengek bocah laki-laki itu.
"Beli di depan aja!" teriaknya.
Mulut Kinan ternganga, "Maksudmu beli di toko kuenya Stela gitu?"
"Ya gak juga, beli di toko kue lain." Laki-laki itu melirik ke Kinan kemudian melihat kaca spion luarnya dan menyalip mobil di depannya. Dia nampak terburu-buru.
"Itu jauh,"
"Gak apa-apa sambil jalan-jalan."
"Idih ... aneh banget."
Aneh, memang aneh. Seperti orang kurang kerjaan. Ya itulah Rey sekarang. Rasa cemburunya berlebihan.
"Lah kenapa? Wina sendirian dan posisi toko rame."
Rey berdecak, "Biasanya juga sendiri. Pokoknya sekali gak ya gak!" Kinan memundurkan kepalanya.
...****************...
Rey membanting pintu kamarnya keras-keras sepertinya dia lelah berputar-putar mencari bomboloni keinginan anaknya atau jangan-jangan kelelahan berpikir laki-laki yang mendekati istrinya tadi? Dua-duanya.
"Kamu kenapa?" tanya Kinan lagi.
"Aku gak suka kamu dekat-dekat laki-laki tadi!"
"Ray ...."
__ADS_1
"Apa?"
Kinan tertawa geli, "Bukan, tadi namanya Ray."
Rey mengernyitkan dahinya. "Nama aja ikut-ikutan sama."
"Raymond ya dia bukan Reyhan."
Laki-laki itu membuang mukanya dan memajukan bibir bawahnya. Matanya melirik-lirik ke arah istrinya yang kini tengah menertawakan tingkahnya.
"Kamu gak balik kerja?" tanya Kinan untuk mengusir perasaan aneh yang ada dalam diri suaminya.
"Gak," jawabnya ketus.
"CEO macam apa itu? Aku bilangin Papa loh!" ancamnya.
"Bilangin aja gak takut!" Dia menarik tangan istrinya dan membuka kancing bajunya. "Aku akan bilang ke Papa, mau hadiahkan dia cucu lagi."
"Eh aku lagi dapet ya!" Kinan mendorong suaminya.
"Apa?" teriak Rey. "Kok bisa?"
"Ya kan aku perempuan."
Rey seperti lemas tak berdaya. Bulan madunya seperti sia-sia. Tidak, sebenarnya tidak bulan madu. Lebih tepatnya piknik.
"Aku udah banyak loh keluarinnya. Kok bisa belum hamil?" tanyanya keheranan. Dia sangat kecewa, karena tak mampu menghamili istrinya.
"Waktu itu bukan masa suburku, gimana mau hamil? Mau kamu keluarin satu liter juga gak bakal hamil."
❤
❤
__ADS_1
❤
Lanjut gak?