
Laki-laki jaman sekarang menginginkan wanita yang tidak hanya bisa mengurus rumah dan menjadikan Mama dari anak-anak mereka, namun juga bisa membuatnya dihormati dan dihargai tidak diperlakukan seperti anak-anak.
Begitu juga aku sebagai wanita tidak hanya membutuhkan laki-laki yang bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga saja tapi juga membutuhkan pemenuhan kebutuhan emosional, perasaan dan pasti batin.
Mungkin saat menikah banyak yang berhenti untuk merencanakan kencan berdua. Tapi tidak untuk suamiku. Ya dia selalu ingin makan malam romantis berdua denganku walaupun hanya di rumah saja kami sangat menikmatinya.
Aku yang sekarang mungkin tidak akan lagi berhenti menghargai setiap hal kecil yang dilakukan suamiku dan harus bisa mengekspresi perhatian dan rasa penghargaan untuknya. Maafkan aku yang dulu! Aku akan belajar dari itu semua.
Terima kasih sudah selalu membuatku merasa spesial dan begitu sangat kamu cintai. Aku akan selalu menunjukan rasa bahagiaku bersamamu dan berusaha menyenangkanmu.
Malam ini sudah satu bulan lebih aku melewati masa nifasku. Aku tau dia pasti sudah lama menungguku dan menginginkan ini semua. Aku ingin membuat kejutan untuknya.
Waktu sudah malam, tapi dia belum kunjung pulang. Aku menghias kamar ini tidak seperti biasanya. Sedikit ku taburi bunga mawar di atas tempat tidur. Aku juga sudah mengenakan lingerie yang baru. Menghias wajahku secantik mungkin, aku benar-benar tidak ingin dia berpaling dariku dan suasana kamar ini aku buat temaram untuk menambah kesan romantis malam ini.
Tak selang beberapa lama ku dengar suara mobilnya masuk garasi. Aku tersenyum bahagia, dan segera bersembunyi di balik pintu kamar mandi.
Kleeeek
__ADS_1
Dia membuka pintu kamar ini. Sedikit terlihat dibalik pintu wajahnya seperti sangat lelah sekali. Dia membuang jasnya di sofa, membuka kancing atas bajunya lalu melonggarkan dasi yang mengikat di lehernya.
"Sayang!" Dia memanggilku. Sebelum keluar aku melihat tubuhku tidak terlalu berlemak seperti dulu lagi. Menyusui anakku membuat lemak ditubuhku berkurang juga sedikit demi sedikit. Ini juga berkat dukungannya. Aku sangat bahagia memilikinya.
Aku membuka pintu kamar mandi perlahan dan berjalan ke arahnya. Kenapa dia diam saja? Suasana kamar yang temaram ini membuatku tidak begitu jelas melihatnya lagi. Dia hanya terlihat menyandarkan kepalanya di sofa.
Aku semakin mendekatinya, duduk di sampingnya dan memeluknya. "Kamu tidur?"
"Heeeem," Dia terlonjak kaget dan menatapku. Tangannya menyelipkan anak rambut ditelingaku. Lebih mendekatkan wajahnya ke wajahku, "Cantik sekali kamu malam ini!" Aku menunduk menyembunyikan senyum maluku.
"Apa?"
"Aku sudah selesai,"
Dia mendekatkan wajahnya padaku. "Tau begitu aku pulang sore, kenapa kamu diam saja?" Aku hanya tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalaku.
"Anak-anak sudah tidur?" Aku tersenyum dan menganggukan kepalaku. "Kamu jangan terlalu kecapekan mengurus pekerjaan rumah sendiri. Jika anak-anak tidur, ikutlah tidur! Aku sibuk kerja tidak bisa ikut membantumu menjaga mereka."
__ADS_1
Ada perasaan tenang saat mendengar nasehatnya. Ya aku tau tidak ada defisit yang buruk di dunia ini kecuali defisit tidur. Saat orang kelelahan atau kurang tidur akan menyebabkan mereka tidak bisa mengontrol emosinya dan jadi tidak cermat dalam banyak hal, termasuk dalam menilai dan memecahkan masalah. Aku tau dia tidak mau anakku menjadi pelampiasan emosiku hanya gara-gara ini.
Aku memeluknya dan berterimakasih sudah selalu mengertiku selama ini. "Ya sudah aku mandi dulu ya!" Ku anggukan kepalaku.
"Jangan tidur di bak mandi!"
"Kalau kamu mau ingin menemaniku di bak mandi, aku dengan senang hati membuka mataku lebar-lebar."
Aku tertawa dengan menutupi mulutku. "Aku tidak mau, ini sudah malam." Dia menarik hidungku. Ku picingkan mataku dan dia berjalan ke kamar mandi. Aku duduk di tepi tempat tidur menunggunya.
Tak selang beberapa lama dia keluar dari kamar mandi dengan sehelai handuk yang melilit bagian tubuh bawahnya dan rambut yang sepertinya masih sedikit basah. Dia terlihat sering mengusap-usapnya dengan handuk.
Di suasana kamar yang temaram ini aku masih bisa melihat matanya menatapku tajam dengan senyum yang sepertinya menggodaku. Jantungku rasanya berdegup kencang. Ku remas-remas tanganku untuk mengusir rasa malu bercampur menegangkan ini.
Oke skip lanjut berimajinasi sendiri. Lanjut like nya ya! Biar semangat ngebutnya! ðŸ˜
__ADS_1