Pewaris Kerajaan

Pewaris Kerajaan
Bab 18


__ADS_3

"Untuk apa?" tanya Zuria dengan nada sedikit sinis.


Ia melihat Reyyan yang sedang fokus menyetir. Rasa keingintahuan nya benar benar tidak bisa di hentikan.


Lihat saja diri ku yang menunggu jawaban pria ini.


"Mungkin sekitar jam 9, tidak boleh lewat dari itu. Bagaimana? kamu ada waktu?"


Zuria terkesiap dengan ucapan Reyyan. Dan pikiran negatif lah yang pertama masuk ke dalam kepalanya.


"Jangan bilang ini semacam kencan. Kamu mengajakku kencan? jelas ku katakan tadi, aku tidak tertarik dengan perjodohan ini Mr Reyyan Ferdinand." Zuria memanggil nama panjang Reyyan dengan sopan dan menekannya.


Ia memang mau melupakan cinta pertama nya. Tapi tidak dengan pelarian seperti ini. Dengan menerima perjodohan ini. Tadinya ia berpikir mungkin ini lebih baik. Tapi selama dirinya berkuda tadi. Ia memikirkan cara ini bukanlah yang terbaik.


Meski ia tidak akan tahu sampai kapan ia akan bisa melupakan dia di hatinya. Tapi tetap saja, suatu saat. Ia mau menikah dengan pria yang ia cintai, begitu juga sebaliknya.


Reyyan Ferdinand, tidak dengan pria ini. Mungkin menjadi suami dia lulus dalam berbagai segi. Tapi untuk seorang pria yang mencintai pasangan nya. Dia tidak akan pernah mau melakukan itu. Mencintai pasangan nya.


Rumor kalau dia suka bermain wanita Itu bukan sekedar rumor. Bahkan ia mendengar. Dia mempunyai seorang wanita bersamanya yang sangat setia. Wajah wanita itu tidak pernah di perlihatkan ke publik. Tapi berita itu, ada di mana mana.


Bukankah aku seperti melempar diriku ke dalam kehidupan yang namanya kesengsaraan.


Reyyan mengacuhkan ucapan Zuria. Mau tidak mau wanita ini. Pernikahan itu akan tetap berlangsung. Dan lain, jika ia menemukan wanita lain yang sebanding dengan Beyza. Maka saat itu, dia sama sekali tidak penting.


Untuk sekarang ia harus memiliki keturunan secepatnya. Pertama untuk membungkam mulut para pengecut itu. Dan yang kedua, untuk melepaskan diri dari teror kakek. Yang selalu sibuk mencari istri untuknya. Dan ia yang harus berhadapan dengan pertemuan perjodohan sana sini. Di saat jadwal pekerjaan yang begitu padat. Sungguh, ia tidak punya waktu untuk mengurus perjodohan perjodohan bodoh itu.


"Ada tempat yang mau aku kunjungi besok, tidak. Jika berada di sana. Aku akan selalu ke sana. Itu menjadi suatu tempat yang harus aku kunjungi jika aku ke sana. Jadi tidak salahkan! kali ini aku mengajak mu bersama ku. Mereka akan menyambut mu dengan baik, percayalah. Ah! tidak masalah jika kamu menganggap ini sebagai kencan pertama kita. Aku tidak mempermasalahkan nya. Itu bagus!"


Zuria berpikir keras. Suatu tempat yang harus dia kunjungi.


Rumah papa dan mamanya. Jawabannya tentu tidak. Yang ia tahu, mama dan papanya tidak di sana.


Kakek dia Mr Ferdinand Frederick, jawabannya juga bukan.

__ADS_1


Tunggu, kediaman nya.


"Kamu tidak berpikir hal aneh kan? Aku bahkan sudah bilang tidak menerima perjodohan ini," tentu saja dia pemain wanita dan hal itu. Sudah menjadi hal biasa untuk dia.


Reyyan terkekeh geli mendengar ucapan Zuria.


"Jika kamu mengkhawatirkan itu. Tenang saja! aku tidak akan menyentuh mu sebelum kita menjadi suami istri. Tapi lain jika kamu menginginkan nya. Aku akan menerimanya dengan senang hati," jelas Reyyan yang masih dengan senyum di wajahnya.


Kedua mata Zuria seketika saja membulat lebar.


"Tidak akan, itu tidak akan pernah terjadi. Tidak dalam mimpimu, tidak juga dalam hidup mu. Catat itu," Tekan Zuria kata perkata nya. Dan nada mengancam di ujung kalimatnya.


Pria ini sangat pintar dalam membuatku emosi. Dan ia tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan pernikahan ku dengannya. Bisa bisa aku mati karna tekanan emosi.


Reyyan tertawa geli.


"Aku hanya mengatakan aku akan melakukan jika kamu menginginkan nya. Dan jika kamu tidak menginginkan nya maka itu tidak akan terjadi. Hanya begitu,"


Zuria menatap Reyyan lama sebelum menarik nafas dan kembali membuang wajahnya ke samping. Melihat keluar jendela,


Keduanya sampai di landasan pesawat pribadi.


Reyyan menyungging senyum tipis saat sekilas melihat Zuria.


"Tentu saja, harus." ujarnya sebelum memarkir mobil asal dan turun dari sana. Tanpa membukakan pintu mobil buat Zuria. Karna sudah ada bawahan nya yang siap menunggu dan melakukan pekerjaan itu.


Reyyan berjalan pertama di depan. Yang di ikuti Zuria di belakang dengan beberapa orang bawahan Reyyan Ferdinand.


Beberapa pria juga termasuk asisten pribadi Zuria. Sedang menurunkan semua barang bawaan Zuria dari mobil menuju ke pesawat. Yang juga di bantu oleh beberapa pria petugas di landasan tersebut.


Begitu sampai di dalam pesawat pribadi nya. Reyyan mencari kursi single dan menduduki bokongnya di sana. Di mana di depannya terdapat meja. Lengkap dengan laptop dan beberapa berkas di sana. Yang harus Reyyan selesai kan selama penerbangan nya ke antalya.


Jika Reyyan sudah duduk di kursinya, bersiap buat kerja. Di mana kaca mata sudah terpatri indah di kedua matanya.

__ADS_1


Zuria memilih duduk di sisi lain kursi single. Tepat di samping kursi Reyyan.


Zuria sekilas melihat memerhatikan seorang Reyyan Ferdinand. Yang sangat membuat nya terkejut.


Mungkin ia yang tidak pernah melihat hal begini sebelum nya. Atau ia yang tidak peduli akan sekitar nya ketika di dalam pesawat. Tapi satu yang jelas. Baru kali ini ia melihat pria yang bekerja di dalam pesawat dan dia, benar benar sangat menekuni itu dan sangat fokus. Ia yakin siapa saja tidak akan berani mengganggu dia.


Jika mami dan Daddy nya menyukai dia sebagai calon menantu mereka. Maka ini bisa salah satunya, kurasa.


Jantung Zuria entah kenapa berdebar tidak karuan. Melihat penampilan seorang Reyyan Ferdinand sekarang di depan matanya. Penampilan yang berubah 100% dari penampilan dia tadi.


Kemeja putih yang di gulung lengan sampai ke siku. Kaca mata yang mendarat indah di hidung panjang itu. Rambut tersisir kebelakang, layaknya senior yang sedang belajar di perpus.


Zuria cepat cepat mengalihkan kedua matanya melihat ke tempat lain. Ia harus melindungi jantungnya.


Diam diam Zuria menyentuh dadanya. Dimana jantungnya yang terus berdebar tak karuan di dalam sana.


'Tidak Zuria! kamu mencintai Kendrick William, hanya Kendrick Zuria.' Zuria menenangkan detak jantung nya.


Diam diam Zuria kembali memerhatikan Reyyan.


Deg,


Dan jantungnya kembali berdebar. Zuria cepat cepat membuang wajahnya ke samping.


'Tidak Zuria! kendalikan dirimu. Dia Reyyan Ferdinand, dia badboy terparah Zuria!' jerit batin Zuria.


Nafas Zuria naik turun saat ia menenangkan detak jantung nya.


"Kamu boleh menikmati nya sayang! karna aku calon suami mu,"


Suara bas Reyyan yang lembut di saat bersamaan menyapa gendang telinga Zuria. Yang seketika membuat kedua mata Zuria membulat lebar.


Zuria cepat cepat mengalihkan kedua matanya melihat Reyyan. Yang ternyata masih bergelut dengan pekerjaan nya.

__ADS_1


'Dia tahu? Aku memperhatikan dia?'


__ADS_2