Pewaris Kerajaan

Pewaris Kerajaan
Bab 22


__ADS_3

Dengan langkah lunglai, lesu sekaligus lelah. Alya memasuki apartemen nya dan langsung merebahkan tubuhnya ke sofa ruang tamu.Lengkap sudah kelelahan pada tubuhnya sekarang.


Pertarungan sama sekali tidak membuat kelelahan pada tubuhnya, apalagi capek. Melainkan ia memikirkan apa yang akan terjadi besok dan ke depannya. Itu yang membuat tubuh dan pikirannya lelah dan frustasi.


Ia sangat berharap tidak akan ada yang kedua setelah ini. Dan semua berjalan baik baik saja. Jika tidak, semua akan kacau.


Untuk mereka tadi. Sebelum mereka tidak sadarkan diri. Ia sudah memperingatkan mereka untuk tutup mulut. Tidak mengatakan apapun tentang apa yang mereka lihat dan alami. Tapi itu tidak menjamin kemungkinan kalau mereka akan balas dendam. Begitu mereka terbangun. Ini sangat merepotkan,


Pengecut seperti mereka. Tentu akan memanggil kawanan nya yang lain untuk membalasnya. Saat itu terjadi, tentu saja ia harus bertarung lagi dan setelahnya. Terpaksa ia harus menggunakan kekuatan Kakek. Untuk membuat mereka diam selamanya.


Tapi untuk itu, tentu saja tidak akan gratis. Kakek tentu akan mengambil kesempatan itu untuk mengekang nya.


'Argh, benar benar membuat gila saja,' Alya meloncat duduk dari rebahan nya.


Sedangkan dirinya masih melamun.


Beberapa tahun ini semua baik baik saja. Kehidupan nya juga tenang dan nyaman. Tempat di mana ia bisa menarik nafas dengan bebas dan hidup dengan normal. Layaknya manusia manusia yang lain.


Tapi, karna kebodohan mulutnya hari itu. Bisa jadi kemungkinan. Semua tidak akan baik baik saja ke depannya. Atau bisa jadi baik baik saja ke depannya. Jika pria itu, mengumumkan ke media siapa sebenarnya calon tunangan nya. Tapi itu hal yang tidak mungkin.


Ada calon tunangannya atau tidak ada sama sekali, tidak ada yang tahu. Mereka menculiknya karna mulutnya yang mengaku calon tunangan dia.


Tapi, apa benaran tidak ada wanita di samping pria itu.


Seperti yang Rendra katakan. Pria itu tidak menyukai yang namanya perjodohan. Apalagi menerima perjodohan. Dan ketika musuh dia mendengar kalau ia calon tunangan dia, karna mulutnya. Tentu itu hal yang besar bagi mereka. Karna selama ini, mereka terus mencari kelemahan pria ini.


Dan ketika pria ini menerima perjodohan dan akan segera bertunangan, menurut pikiran mereka. Bagi mereka tentu si wanita ini sangat penting bagi dia. Karna selama ini dia selalu menolak perjodohan.


Yang masalahnya di sini. Aku bukan calon tunangan dia atau apapun itu. Tapi aku tidak bisa memberitahu mereka. Meskipun bisa seperti tadi. Mereka juga tidak akan percaya. Bagi mereka itu adalah trik untuk melepaskan diri dari mereka. Pengecut seperti mereka tidak akan percaya pada siapapun, terutama musuhnya.


"Argh, ini benar benar membuat ku gila." Alya mengacak acak rambutnya.


Alya tersentak saat menyadari tidak ada tanda tanda Liana berada di apartemen nya.


Alya yang sudah duduk tegak berbalik melihat ke pintu apartemen nya.


"Apa dia tidak jadi ke sini? atau nanti?"


Ia dan Liana tinggal di satu gedung apartemen yang sama. Namun, unit yang berbeda. Ia berada di unit 12, sedangkan Liana di unit 4. Karna dia duluan masuk ke tempat ini.


Tap,

__ADS_1


Rendra menutup pintu mobilnya begitu masuk ke dalam mobil.


Saat memasang seatbelt. Rendra terkesiap terkejut dengan kehadiran Kendrick di sana.


"Kamu belum kembali?" tanyanya.


Kendrick menyodorkan satu bungkus rokok beserta pemantik yang berbentuk elektrik ke arah Rendra. Yang langsung pria itu raih. Ia membutuhkan ini sekarang.


Kendrick membuka kaca mobil di samping nya. Yang juga di ikuti Rendra,


Keduanya menghisap dan menghembuskan asapnya dalam diam tanpa bicara.


Mobil yang di penuhi aroma rokok dan asap rokok yang langsung keluar dari kaca mobil yang terbuka. Dan suasana mobil yang senyap sunyi tanpa ada pembicaraan. Di tambah suasana malam tanpa ada siapapun di sekitar mereka. Lengkap sudah kesunyian di sana.


"Bagaimana selanjutnya?" Kendrick memulai pembicaraan tanpa melihat Rendra. Kedua matanya melihat menatap ke depan dan sesekali akan melihat ke samping nya, keluar kaca mobil.


Rendra menghidupkan rokoknya dan sekilas melihat Kendrick di samping nya.


Tentu saja dia mengetahui.


Fuhh,


Rendra meniup asap rokok dari mulut nya. Siapapun yang melihat tentu akan mengatakan, seksi.


"Seharusnya kau bisa berpura pura tidak tahu. Seperti selama ini kau berpura pura tidak mengetahui perasaan nya,"


Rendra kembali melihat Kendrick.


Ia dan Kendrick memiliki umur yang sama. Atau istilah kata lain, kita seumuran. Dan di pertemukan di tempat yang sama. Sejak saat itu mereka menjalin hubungan pertemanan sampai sekarang.


"Aku tidak bisa melakukan itu," Rendra menjawab cepat.


Kendrick menarik nafas tajam sembari melihat Rendra dan menepuk punggung Rendra.


"Owhhh, aku sangat kasihan padamu teman ku!" ujar Kendrick yang di balas dengusan sinis Rendra.


"Arghh," Kendrick mengerang setelah mematikan rokoknya.


Hawa dingin di luar benar benar menusuk ke tulangnya.


Kendrick menaikkan kaca mobil dan mengusap usap tangannya yang kedinginan. Beralih melihat Rendra,

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan? Setelah memberitahu Alya,"


Rendra mematikan rokoknya dan membuang keluar, jauh dari mobilnya. Padahal masih ada sisa setengah. Meraih persediaan permen pewangi mulut di tempat penyimpanan di dalam mobilnya. Rendra memasukkan nya ke dalam mulut dan menghisapnya.


Alasannya tentu saja. Karna Calia tidak menyukai bau rokok.


Apa yang akan ia lakukan. Jawabannya, ia tidak tahu. Ia sudah keluar dari sana. Kekuatan tidak lagi di tangan nya. Sekarang ia layaknya pria biasa pada umumnya.


Jawabannya tentu saja ia tidak akan bisa melawan pria itu. Kekuasaan dan kekuatan Reyyan Ferdinand luar biasa. Sama sekali bukan tandingan nya.


Rendra kembali melihat Kendrick setelah menaikkan kaca mobilnya.


"Bagaimana dengan mereka? kamu sudah mengurusnya dengan baik?" Rendra memilih bertanya hal lain.


Kendrick kembali melihat ke depan. Pertanyaan nya tidak di jawab Rendra. Yang artinya, pria ini bisa mengurusnya sendiri.


"Mereka berada di rumah sakit XX sekarang. Polisi akan segera ke sana. Jika pidana di putuskan. Mereka akan mendekam di sana selama 20 tahun. Dan jika mereka tutup mulut hanya 10 tahun," jawab Kendrick dengan wajah datar.


"..." Rendra diam, ada yang dia pikirkan.


"Ah! Anak buah ku melaporkan. Ada mantan bawahan Mr Steve Willard di sana, ada beberapa orang."


Rendra sontak melihat Kendrick dengan kedua alisnya yang menyatu.


"Apa?" Rendra hampir saja berteriak jika dia tidak sadar. Di mana dirinya berada sekarang.


"Sepertinya Alya mengenali mereka juga,"


"Dan kamu masih bisa santai," Rendra menggeram. Seharusnya pria ini mengurus nya dengan baik.


Kendrick melihat Rendra sekilas sebelum kembali melihat ke depan. Dia sangat tenang,


"Untuk sekarang kita bisa tenang dulu. Mereka terluka parah dan tubuh mereka terkena tembakan. Tenang saja, anak buahku akan terus memantau mereka di sana. Aku akan mengurusnya dengan baik," Kendrick berucap tenang.


"Jangan sampai Mr Dalbert mendengar ini Xylon!" Rendra menggeram memperingati Kendrick.


Kendrick adalah nama samaran pria ini. Yang artinya nama dia adalah Xylon. Yang mengetahui ini hanya Rendra, Liana dan direktur perusahaan tempat mereka bekerja.


Kelalaian nya adalah. Mereka tidak mengetahui kalau pelacak yang mereka pasang di jam tangan Alya. Sudah di rusak oleh Alya. Yang seperti nya Alya mengetahui jamnya sudah di otak atik.


Xavier, pria muda dengan otak jenius. Memasang sendiri alat pelacak di kalung Alya. Di mana kalung tersebut Alya selalu memakainya.

__ADS_1


Karna itu tidak aneh. Xavier mengetahui Alya di culik dan langsung mengejar nya.


__ADS_2