Pewaris Kerajaan

Pewaris Kerajaan
Bab 28


__ADS_3

"Buat janji bertemu dengan wanita ini. Lebih cepat lebih baik," Perintah Reyyan yang seketika membuat Arkan kebingungan.


'Aku tidak salah dengar bukan?'


'Bukannya menyuruh ku untuk mencari tahu saja tentang wanita ini tapi. Bertemu langsung? Iya sih, bertemu langsung merupakan informasi terkuat.'


"Baik Tuan," jawab Arkan patuh dan bersemangat. Semangat karna, ia juga ingin mengetahui tentang wanita ini dan kalau bisa berkenalan juga. Entah kenapa ia sangat penasaran mengenai wanita ini.


Jarang ada yang baik baik saja sesudah di culik apalagi di sekap sehari semalam. Arkan tersentak saat teringat sesuatu.


"Tapi Tuan! hari itu! tuan bertemu dengan wanita ini bukan! jadi, apa dia cantik?" tanyanya takut takut.


Reyyan sontak menaikkan tatapan nya melihat Arkan tajam. Namun, hanya sebentar. Sebelum pertanyaan Arkan sedikit mengganggunya.


Reyyan mencoba mengingat kejadian di cafe hari itu. Lebih tepat, mengingat wajah wanita itu.


Arkan dengan tidak sabaran sangat menanti jawaban dari tuannya.


Tapi tunggu,


Saat sadar apa yang sedang ia lakukan. Sontak Reyyan kembali melihat Arkan.


"Memang kenapa kalau dia cantik atau dia tidak cantik. Arkan! apa kamu berniat mau mengencaninya? karna dia bisa bela diri,"


"Justru itu bagus untuk Tuan!" Arkan menjawab cepat. Dengan sedikit menaikkan nada suaranya.


Reyyan menyipitkan kedua matanya melihat Arkan yang berdiri di hadapannya.


"Arkan! apa aku terlihat seperti kekurangan wanita?"


"Tapi bukankah wanita yang bisa bela diri adalah tipe anda?"


"Kapan aku mengatakan nya?"


"Itu ada di interogasi anda dengan majalah XX tahun lalu," Arkan menjawab cepat.


Reyyan sontak memejamkan kedua matanya.


"Benar. Dan itu semua ada di Beyza ku, hanya pada Beyza ku. Mengerti kan?" yang artinya, tidak akan ada wanita lain. Sesuai tipenya seperti Beyza.


Arkan sontak menghela nafas.

__ADS_1


Sampai kapan tuannya menggilai hal yang tidak mungkin dia dapatkan. Ya, hanya itu satu satunya di dunia yang tidak akan pernah bisa tuannya raih dan dapatkan. Ayla Beyza Princessa Gokhan. Princess satu satunya di keluarga Gokhan.


"Baiklah, sekarang kembali ke pekerjaan mu. Aku akan menyelesaikan ini sebentar dan setelahnya baru aku akan keluar. Seperti biasa, semua pekerjaan yang butuh tanda tangan ku letakkan saja di sini. Ketika pulang nanti aku akan melihat," ucap Reyyan setelah melihat jam tangannya. Di mana waktu nya tinggal 30 menit lagi untuk berangkat.


Ternyata membicarakan wanita itu. Sudah terbuang waktunya beberapa menit.


Baiklah, setelah bertemu dengan dia. Itu tidak akan terjadi lagi.


❤️❤️❤️❤️❤️


Pukul 09: 10 pagi waktu Antalya, Turki.


Tang


Tak


Srk


Srk


Ngung


Ngung


Kedua mata Alya terbuka lebar dan segera ia bangkit duduk dari tidurnya. Alya menoleh melihat ke pintu kamar nya. Sebelum kemudian bangkit berdiri dan berjalan ke pintu dan membukanya.


Ckleck


Mendengar pintu terbuka. Rendra sontak melihat ke sana dan memperhatikan tubuh Alya dari ujung rambut sampai kepala. Meski tadi pagi pagi sekali saat ke sini. Ia sudah mengecek semua. Tapi tetap saja, belum membuat nya tenang.


Dengan rambut nya yang masih berantakan habis bangun tidur. Alya berdiri di ambang pintu dan mematung melihat pemandangan di ruang tamunya.


'Apa yang terjadi?' tanyanya bingung sembari satu tangan nya menggaruk kepalanya dengan bodoh.


'Seingat Ku aku tida..." ucapan Alya terhenti saat ia melihat pria yang berdiri sembari memberi perintah ke wanita paruh baya di samping nya.


"Rendra?" panggilnya terkejut.


Rendra kembali melihat Alya. Setelah tadi melihat ke bibi di samping nya. Yang sedang membersihkan pecahan kaca.


"Kenapa kamu di sini dan..." Alya mengalihkan kedua matanya. Melihat para wanita paruh baya sebanyak 5 orang, yang sedang bekerja.

__ADS_1


Rendra mendekat ke Alya dan berdiri tepat di hadapan Alya.


"Bawa beberapa pakaian mu saja. Jangan semuanya. Mulai sekarang kamu akan tinggal di tempat ku,"


Ucapan Rendra yang pertama membuat Alya bingung tidak mengerti. Di susul ucapan lain. Sontak membuat kedua mata Alya membulat terkejut.


"Apa yang kau... Tunggu. Rendra! aku tanya kenapa kamu ada di sini? dan juga, bagaimana kamu bisa masuk?" karna seingatnya. Ia tidak pernah memberikan kode rumahnya untuk siapapun. Bahkan untuk sahabatnya Liana sekalipun.


"Menurut mu sulit untuk ku mengetahui nya? jika bukan tgl dan bulan lahirmu. Maka itu tentu tgl dan bulan lahirku,"


Mendengar jawaban Rendra. Alya seketika membuka mulutnya lebar dan dengan cepat membuang wajah nya ke samping. Alya mengigit bibirnya malu karna sudah ketahuan. Lagian, seperti yang Rendra katakan sebelumnya. Dia sudah tahu, tapi kenapa tetap saja. Membuat kedua pipinya panas begini.


"Kamu yang bereskan baju mu atau biar aku saja?" tanya Rendra mengejutkan Alya.


Alya kembali melihat Rendra dengan debaran jantungnya sekarang tidak menentu. Jarak mereka sekarang sangat dekat. Bahkan wajah Rendra, tunggu.


"Tadi kak Rendra bilang apa?" dengan bodohnya ia kembali bertanya. Untuk memastikan kembali. Kalau yang ia dengar tadi benar.


Dan ya, jika suasana hatinya bagus. Ia akan memanggil Rendra dengan kak Rendra atau kakak. Tapi jika suasana hatinya sedang tidak bagus atau kesal ke Rendra. Maka ia akan memanggil Rendra dengan Rendra atau kau atau kamu. Suka suka ku, dan sampai sekarang kak Rendra tidak mempermasalahkan.


"Kemas beberapa baju yang kamu pakai, jangan semua. Dan juga beberapa keperluan karna mulai sekarang. Kamu akan tinggal di tempat ku. Bagaimana? sudah jelas sekarang?"


Alya rasanya mau pingsan saja dan selanjutnya di tangkap mesra oleh Rendra di hadapan. Dan melupakan semua hal yang terjadi beberapa hari ini. Terutama kemarin dan tadi malam.


Kedua mata Alya melotot lebar. Dan Rendra mendesah melihat hal itu.


Meski ia tidak tahu apa yang akan terjadi. Ketika Alya tinggal di tempatnya dan bersama nya. Tapi paling tidak, di sana wanita ini aman dan selalu dalam penjagaan nya.


"Seperti nya memang harus aku yang kemas semua," Rendra melangkah melewati Alya masuk ke dalam kamar.


Alya yang baru tersadar dari dirinya yang menghayal akan tinggal dengan Rendra. Tersentak terkejut dan segera mengejar langkah Rendra, yang sudah masuk ke dalam kamarnya.


"Tidak, biar aku saja. Tapi... Kenapa? kenapa aku harus berkemas dan juga... Tinggal di tempat mu," Alya meraih koper di tangan Rendra. Setelah Rendra keluarkan dari dalam lemari.


Alya melihat Rendra yang berdiri di samping nya. Sedangkan koper sudah ia ambil alih.


Rendra dengan wajah datar menatap Alya di hadapan nya.


"Sudah 2 kali kamu dalam bahaya Alya! menurut mu, aku akan membiarkan nya terjadi lagi?"


Kedua mata Alya sontak melebar terkejut.

__ADS_1


"Kau tahu? tunggu, dari mana kau tahu? kau tidak memata matai ku bukan? tapi itu tidak mungkin," karna jika ya, tadi malam ia tidak akan mengatasi mereka sendiri. Melainkan ada Rendra atau orang suruhan pria ini.


Alya melihat meneliti Rendra di hadapan nya penuh kecurigaan.


__ADS_2