Pewaris Kerajaan

Pewaris Kerajaan
Bab 39


__ADS_3

"Kamu tidak berpikir CEO baru kita tidak mengetahui ini bukan!"


"..." Alya memilih diam mendengar kan serta sedikit berpikir akan ucapan Kendrick di hadapan nya.


"Baiklah, lanjutkan sarapan mu," Kendrick kembali menyodorkan piring yang berisi makanan yang Alya nikmati tadi.


"Ini tugas ku melihat mu memakan semua ini sampai habis dan aku akan menjelaskan secara perlahan,"


Alya melihat ke piring yang di sodorkan Kendrick. Ia benar benar tidak bernafsu makan lagi. Tapi mengingat penjelasan yang akan Kendrick bicarakan.


Alya kembali meraih sendok garpu dan menusuk roti yang di isi sayur dan daging di sana. Memasukkan penuh ke dalam mulutnya, mengunyah sembari melihat Kendrick. Untuk melanjutkan pembicaraan mereka.


"Rapat dadakan yang di adakan hari ini. Kamu tahu itu kan?"


Alya mengangguk sembari mengunyah.


Keduanya sekarang duduk di meja pantry dan bersebrangan.


"Bukankah itu sudah jadi hal biasa! Dia datang tiba tiba tanpa pemberitahuan dan rapat dadakan selalu terjadi. Kita kelimpungan dan dia santai santai saja. Memang pemilik yang sebenarnya," omel Alya yang terdengar nada kesal dalam suaranya. Setelah menelan makanan nya dengan susah payah untuk masuk ke dalam tenggorokan nya. Dan kembali mengambil makanan lain dan memasukkan ke dalam mulutnya.


"lhanjhutkhan,"ucapnya dengan mulut penuh.


Kendrick menatap Alya bingung.


Alya, ketika nama pria itu di sebut baik dulu maupun sekarang. Bawaan dia selalu mengomel kesal.


Kendrick menepis pikiran nya. Ia akan menanyakan ini nanti. Ia akan menjelaskan ini dulu.


"Rendra bilang, CEO baru kita sudah mengetahui semuanya. Saat Rendra memperlihatkan semua data asli yang sudah dia simpan. Dan juga data palsu yang sudah di modifikasi. CEO kita hanya melihat lihat itu sekilas seperti tidak penting sama sekali. Tapi bukan itu intinya,"


"..." Alya mendengar kan dengan patuh. Di mana sesekali. Makanan lain masuk ke dalam mulutnya.


"Mereka yang terlibat di kumpulkan di ruangan 3. Di interogasi langsung oleh dia sendiri, CEO baru kita. Dan Rendra di lepaskan. Karna berkas berkas asli yang Rendra bawa. Dan Rendra perlihatkan ke CEO dan semua yang ada di sana tadi, di ruang rapat,"


"Mereka bodoh mencari masalah dengan pria itu," timpal Alya sekilas.


"Lihat! siapa yang bicara!" ketus Kendrick membalikkan ucapan Alya ke Alya sendiri. Karna kenyataan nya juga. Wanita ini sudah mencari masalah dengan pria itu.


Alya menarik nafas dan mengedikkan bahunya. Tidak merasa ucapan itu untuk dirinya sendiri.


Well, beda situasi bukan.


Mungkin, desah Alya dalam diam. Yang meragukan pemikiran nya.


"Lanjutkan. Tapi pikiran ku tetap ke perusahaan. Apa aku ke sana?" tanyanya ke Kendrick.


Yang tentu saja, mendapatkan gelengan kepala Kendrick.

__ADS_1


"Kamu sudah mengajukan surat izin 2 hari tidak masuk. Dan tiba tiba kamu akan hadir di sana? Lagian, Rendra menyuruh ku untuk menghentikan mu ke sana. Siapa sangka, seperti perkiraan Rendra. Kamu mau ke sana,"


"Aku ikut bertanggung jawab di sini dan... Tunggu, tadi kamu bilang semua berkas dan data asli yang di bawa Rendra. Dan Rendra perlihatkan ke CEO dan semua di sana. Karna itu Rendra lolos. Itu artinya...." Alya menggelantung kalimatnya. Berpikir sejenak sebelum kembali melanjutkan.


"Itu artinya team kalian tidak salah,"timpal Kendrick menyambung ucapan Alya.


Alya menggelengkan kepalanya. Bukan itu yang ia maksud.


"Tidak, ini tidak sesederhana itu Kendrick!" Alya dengan kerutan di kening nya, masih mencoba berpikir lebih dalam. Apa maksud dari Reyyan Ferdinand.


Mengadakan rapat darurat meski sering terjadi tapi kali ini beda. Dan melepaskan Rendra begitu saja setelah melihat data berkas asli. Yang artinya, pria itu sudah mengetahui jauh jauh hari.


Kendrick memperbaiki duduknya menatap Alya.


"Apa maksudmu?... Semua sudah di selesaikan. Yang artinya, masalah ini tidak ada lagi. Begitu juga yang lain,"


Alya beralih melihat menatap Kendrick sekilas. Sebelum tatapan nya lurus ke depan. Sedang pikiran nya di tempat lain.


"Tidak," Alya menggelengkan kepalanya. Mencoba mencari apa yang sebenarnya seorang Reyyan Ferdinand lakukan.


Dan rapat itu,


"Tidak, dia... Maksudku. CEO baru kita. Rapat tadi hanya tipuan dia. Dia hanya mau melihat mengetes siapa saja yang terlibat dan..."


"Dan?" Kendrick menatap Alya dengan tidak mengerti akan jalan pikiran Alya.


Kendrick semakin mengerutkan keningnya tidak mengerti. Apa kelicikan nya sejauh itu.


Alya kembali melihat Kendrick setelah melihat ke arah lain.


"Bukankah waktu itu Rendra ke perusahaan pusat? Karna mau melaporkan masalah pencurian uang dan kerugian perusahaan. Tapi Rendra bilang CEO kita tidak lagi di sana dan Rendra kembali,"


Kendrick mengangguk mengiyakan.


"Tapi memang dia tidak di sana. Saat Rendra ke sana, CEO kita terbang ke sini."


"Dan saat Rendra mau bertemu di sini. Dia terbang ke Swiss tiba tiba,"


"Tidakkah pikiran mu terlalu jauh Alya! itu hanya kebetulan dan jadwal dia sebagai pemimpin perusahaan raksasa tentu sangat sibuk. Tentu jam terbang nya tidak terkendali lagi," keluh Kendrick yang lelah menghadapi pikiran Alya dan ia sama sekali tidak mengerti.


"Benar, kamu benar. Semua begitu, jadwalnya atau apalah itu. Tapi Kendrick! Jangan lupakan Jiwa bisnis dalam diri pria ini. Kerugian perusahaan adalah hal utama dulu yang akan seorang pimpinan tangani daripada hal lain. Terlebih, perusahaan ini perusahaan baru yang baru baru ini dia ambil alih. Menurut mu, dia lebih mementingkan hal lain dari kerugian perusahaan nya ini. Jawabannya hanya satu Kendrick! Dia membiarkan dan mau melihat siapa saja yang ikut andil dalam masalah itu. Dia kesini, hanya untuk itu. Bukan membahas hal ini. Perusahaan nya kacau dia jelas tahu, tapi dia membiarkan."


"Dia pria licik yang terlihat diam tapi dia lebih kejam daripada pria tua itu Kendrick!"


"Ya?" ujar Kendrick kebingungan dengan kalimat terakhir Alya.


Sekilas Alya melihat Kendrick setelah menarik nafas dan melihat ke arah lain.

__ADS_1


Tapi,


Kerutan di kening Alya masih terlihat saat sesuatu yang mengganjal dalam di pikiran nya masih ada.


"Tapi ini aneh,"


"Aneh? apanya yang aneh? ada lagi?" kini Kendrick yang terlihat khawatir. Apalagi saat melihat raut wajah Alya di hadapan nya.


"Alya?" panggil Kendrick cemas.


Alya mengerutkan keningnya. Mencoba mencari tahu sendiri dengan pikiran nya sendiri. Keganjalan yang dia rasakan.


"Ini benar benar,"


"Arkan! bawa data lengkap wanita itu kemari," perintah Reyyan tanpa melihat Arkan. Yang sedang melangkah ke pintu ruangannya.


"Ya?" ucap Arkan kebingungan setelah berbalik melihat Reyyan.


Langkah nya seketika berhenti dan melihat atasannya tersebut.


Tadi ia masuk kemari. Karna mau memberikan berkas, yang harus tuannya tanda tangan.


Reyyan mendesah meletakkan pena di tangannya ke meja dan melihat Arkan.


"Bukankah kamu bilang wanita itu bekerja di perusahaan ini dan di bagian keuangan! apa aku yang salah dengar?" tanya Reyyan dengan nada kesal.


Arkan membuka mulutnya lebar saat dirinya baru mengerti. Siapa yang Tuan nya maksud.


"Saya akan membawanya segera Tuan!" jawabnya sebelum berlalu dari sana. Membuka pintu dan keluar dari ruangan tersebut.


❤️❤️❤️❤️❤️


"Bagaimana perjalananmu dengan calon menantu mommy!"


Zuria mendesah lelah.


Ia sekarang berada di kantornya setelah menghadiri rapat dewan direksi. Selama 3 jam penuh di dalam sana.


"Apa yang mommy harapkan?" tanyanya lelah.


"Apa yang mommy harapkan? tentu saja ada perkembangan di hubungan kalian!"


Zuria sontak menjauhkan handphone dari telinga nya. Begitu suara pekikan teriakan mommy nya terdengar.


"Mom! Bisakah mommy dan daddy berpikir lagi untuk menjodohkan ku dengan dia! masih banyak pria lain. Tentu saja lebih baik dari dia," ucap Zuria yang terdengar lemas.


Saat dalam perjalanan pulang dan selama menghadiri rapat. Ia terus memikirkan perjodohan nya dengan Reyyan Ferdinand.

__ADS_1


Satu segi ia menyukai pria itu. Entah kenapa dan sejak kapan. Jantung nya terus berdebar jika dekat dengan pria itu. Tapi, di segi lain ia berpikir. Dengan pria itu, ia yakin. Ia tidak akan pernah mendapatkan balasan akan cintanya. Yang artinya, seumur hidup ia akan hidup dalam cinta yang sepihak. Dan itu sangat menyedihkan dari pada cinta mu tidak di terima.


__ADS_2