Pewaris Kerajaan

Pewaris Kerajaan
Bab 7


__ADS_3

Rey, kamu yakin tidak mau istirahat? Luka mu masih basah, " Ujar seorang wanita cantik dengan rambut blonde. Berdiri di depan pria yang berbadan tegap dengan pinggangnya yang ramping serta tinggi melewati kepala si wanita. Sedang membenarkan letak dasi pria didepannya.


Reyyan Ferdinand Flederick. Pewaris pertama dari keturunan Flederick. Yang kekayaan mereka termasuk dari salah satu konglomerat terkaya di benua Eropa. Bersanding sama dengan kekayaan keluarga Emre Group. Flederick memiliki perusahaan raksasa. Serta hotel mereka yang memakai fasilitas VVIP dan ada di setiap kota New Berlin, Jerman. Perlu merogoh kocek yang sangat mahal untuk menginap semalam di hotel mereka. Yang setara dengan harga satu buah mobil mewah. Dimana fasilitas di dalamnya, sama sekali tidak akan membuat si penginap rugi.


Reyyan menarik nafas tajam sebelum menjawab.


"Aku ada pertemuan penting. Tidak boleh di tunda." Jawabnya sarkas tanpa memikirkan lawan bicaranya. Setelahnya berbalik membelakangi wanita di depannya sebelum kemudian melangkah ke pintu keluar, yang ada di kamar tersebut.


Lidsey. Nama wanita tersebut. Wanita cantik dengan tubuhnya yang seksi. Membuat mata pria akan melotot jika melihatnya. Serta air liur akan mengalir dengan kecantikannya. Mengikuti langkah Reyyan yang mau keluar.


Jika pria di depannya sudah mengatakan itu maka ia pun tidak bisa membantah lagi, meski dalam hati ia tidak bisa melepaskan prianya berangkat kerja dengan luka di perut dan punggungnya yang masih basah. Untung saja ia seorang dokter ahli bedah. Jadi bisa mengobati Tuannya langsung tanpa perlu membawa ke rumah sakit. Juga semalam tuannya menolak untuk di bawa ke rumah sakit.


Ya sih, mengingat pengaruhnya dan mungkin hari ini berita berlin dan swiss akan di penuhi oleh seorang Reyyan Ferdinand yang masuk rumah sakit karna terluka dan luka itu ada, di sebab kan oleh ulah kakeknya sendiri.


Mengingat hal itu membuatnya geram. Bukan geram ke kakek Reyyan. Melainkan, Perjodohan itu. Ia masih belum rela melepaskan Reyyan dari pelukannya. Walaupun hubungan keduanya hanya sebatas partner ranjang. Tapi, ia mencintai Reyyan Ferdinand dari dulu.


Dari semua simpanan Reyyan Ferdinand. Maka dia lah yang bertahan Sampai sekarang. Karna yang lain terbawa perasaan dan mengutarakannya dengan gila. Hal tersebut. Sangat sangat tidak di sukai oleh Tuannya.


Karna itu, ia bertahan sampai sekarang karna bisa mengendalikan perasaannya untuk tidak mengungkapkannya. Dari awal, ia selalu menggunakan hatinya dalam hubungan mereka.


Bagi Seorang Reyyan Ferdinand tidak mempermasalahkan hal itu. Asal tidak merepotkan dia, hanya karna masalah hati.


Seperti wanita wanita Reyyan Ferdinand yang lain. Mereka semua berakhir di campakkan dengan keji oleh Seorang Reyyan Ferdinand dan ia tidak akan mau begitu. Meski ia tidak akan pernah bisa menjadi istri sah dan satu satunya Reyyan Ferdinand. Maka ia sudah berpuas dengan selalu ada di hidup pria yang di cintainya.


Namun, entah kenapa. Perasaannya beberapa waktu ini kacau. Ia tidak mau Reyyan Ferdinand di miliki oleh wanita lain selain dirinya. Padahal ia tahu betul. Ia tidak boleh bersikap begitu.


Ketakutan akan suatu saat pria itu jatuh cinta pada seorang wanita. Menghantuinya dan membuatnya panik tidak menentu.


Adakah saat itu. Saat di mana pria ini, Reyyan Ferdinand akan jatuh cinta lalu meninggalkannya dan melupakannya.


Lindsey wanita cantik dan seksi tersebut menggeleng dengan apa yang ada di pikirannya.

__ADS_1


Well. Wanita mana di negara ini bahkan di negara lain pun akan tidak jatuh hati ketika melihat pria ini. Ia sangat yakin 100 % mereka akan langsung rela jatuh ke pelukan seorang Reyyan Ferdinand begitu di tatap olehnya. Apalagi di rangkul oleh lengannya yang kuat dan kokoh tersebut. Membayangkan saja sudah membuatnya menggila.


Dia lelakinya dan...Tidak akan ada siapapun yang berani mengambil tempatnya. Sejauh ini. Hanya ia wanita yang bertahan di sisi Reyyan. Dan bagi Reyyan dia wanita yang tidak ribet. Memerlukan hati Reyyan, Tidak. Ia hanya mau Reyyan selalu ada di sisinya itu lebih dari cukup, untuk perasaannya karna mengharapkan cinta pria itu. Itu artinya ia mau terluka dan sakit lalu berujung dengan di campakkan secara menyedihkan.


Dia tidak mau itu. Ia yakin tidak ada yang bisa menaklukkan hati seorang Reyyan Ferdinand. Sejauh ini, ia tahu itu.


Baik Secantik dan seseksi apapun wanita tersebut. Mereka tidak akan bisa masuk ke dalam hatinya. Jangan kan hati. Masuk ke dalam hidup pria itu saja tidak akan ada yang bisa. Sejauh yang ia tahu. Wanita yang bersama Reyyan Ferdinand, termasuk dirinya hanya menikmati dia saja. Tanpa di izinkan masuk ke dalam hidupnya apalagi meraih hatinya. Itu hal yang tidak mungkin.


Lidsey menatap punggung tegap yang sangat menggoda mata setiap wanita itu melenggang keluar dari apartemennya. Ia mendesah.


Bahkan di saat terluka begitu. Walaupun tidak parah. Karna lukanya tidak lebih masuk ke dalam. Namun cukup membuat kehilangan banyak darah.


Itu di sebabkan karna terlalu lama di tangani. Kembali mengingat semalam. Ingatan Lidsey menjadi liar. Wajahnya seketika saja memerah malu.


Ia tersenyum sembari mendengus geli. Mengingat semalam dan kejadian apa yang dia alami.


Di saat lukanya masih basah setelah ia jahit sedikit dan memperbannya. Pria itu masih bisa melakukan *** bahkan dengan gila.


Ia rasa, memang benar pria ini di juluki oleh adik kecilnya itu. Yang ia tahu namanya Ayla Beyza, yang sekarang menjadi istri dari seorang pria kaya dan tampan yang berprofesi sebagai dokter gigi anak di turki. Dia memberikan julukan ke pria tersebut Reyyan Ferdinand si maniak ***. Ia kira julukan itu tidak salah. Karna *** seorang Reyyan Ferdinand memang menggila setiap saat. Dan itu salah satu pesona nya.


"Dia bahkan tidak berbalik untuk sekedar melihatku walau sekilas. Apalagi mengharapkan satu kecupan di dahi sebagai wanita yang menemaninya," Keluh lidsey di sertai ******* lelah dan tersenyum pahit.


Lidsey menutup pintu apartemennya dan melenggang masuk ke dalam kamar, untuk membersihkan diri. Setelah tadi pagi lagi lagi Reyyan menyentuhnya dengan gila. Meski itu hal biasa yang terjadi tapi ini di saat pria itu terluka. Ia rasa *** bagi pria itu bukan lagi untuk kebutuhan biologisnya. Akan tetapi, sudah Seperti vitamin untuk hidupnya. Itulah yang ia ketahui sejauh ini bersama reyyan.


Mobil berwarna grey bermerek BMW yang di beri nama Gran lusso Coupe tersebut. Dan hanya di produksi beberapa buah di dunia. Melaju cepat, memecah jalanan kota Swiss.


Reyyan menyetir sendiri. Asisten sekaligus bodyguard dan supirnya. Harus masuk dan di rawat di rumah sakit akibat pukulan yang dia dapat semalam.


Dan ingatkan aku nanti. Setelah dia keluar dari rumah sakit. Aku akan menyuruhnya untuk berlatih lebih keras lagi. Agar bisa menandingi anak kacungnya Mr. Ferdinand.


Di tempat lain.

__ADS_1


Terlihat sebuah mansion mewah bergaya mediterania yang halaman depannya terdapat kolam dengan air mancur yang indah ditengahnya . Serta di sampingnya memiliki taman yang cukup indah.


Zuria menuruni tangga yang berbentuk lingkar dengan terburu buru sedang di telinga kirinya terdapat earphone. Dia sedang berbicara dengan seseorang di seberang.


"aku berangkat mom!" Pamitnya tergesa begitu sampai di anak tangga terakhir.


Zuria melihat clara yang duduk di sofa sedikit jauh dari tangga. Sedang melihat lihat koleksi majalah fashionnya yang baru tiba hari ini.


Meletakkan satu majalah di tangannya ke meja. Clara melihat putrinya.


"Tidak sarapan dulu! Sekalipun tidak bisa di sebut sarapan lagi,"


"No Mom! Di sana saja, Clair sudah telat."


Clara mengangguk mengerti.


"Kamu ingat nanti malam kan. Jangan mencoba untuk lembur,"


Langkah Zuria terhenti. Ia berbalik menatap Clara Mommynya, setelah mendesah.


"Ya mom. Okey Mom. Sudah...?" Lelah Zuria karna terus di ingatkan dengan hal yang sama sekali tidak dirinya sukai.


Clara tersenyum senang memaksa dan menganggu menyetujui.


"Pergilah." Usirnya lembut sembari meraih majalah fashion dimeja.


Zuria memutar malas bola matanya sebelum menghilang dari pandangan Clara.


Lebih baik ia turuti saja kali ini. Dari pada terus di teror dan kehidupannya tidak tenang apalagi setelah kejadian semalam. Ia tahu nanti malam bukanlah sekedar makan malam yang di atur grandpanya akan tetapi juga pertemuan 2 keluarga. Hell. Aku yang bersangkutan saja belum setuju apalagi ikhlas. Sudah saja grandpanya reunian. Ini nih jika grandpanya sudah mengambil tindakan langsung to the point.


Ah. Dari pada itu. Ia harus menghubungi seseorang dulu. Apa apaan gadis itu. Menikah tidak mengabarinya. Katanya sehidup semati bersama dan ini apa. Ia harus mendengar kabar bahagia itu dari mommynya dan bukan dari dia sahabatnya. Walaupun bisa di katakan ini bukan kabar bahagia untuknya. Tapi tetap saja, ia perlu penjelasan.

__ADS_1


Tentu saja sakit. Melihat pujaan hati mu menikah dengan wanita yang tidak lain adalah sepupu sekaligus sahabat mu sendiri.


__ADS_2