
"Ini di mana?" tanya Zuria begitu dia turun dari mobil dan satu tangan nya masih memegang pintu mobil.
Kepala nya mendongak ke atas menatap ke bangunan mewah di depan matanya. Yang seperti nya memiliki 3 lantai.
"Suatu tempat favorit,"
Tap,
Jawab Reyyan sembari menutup pintu mobil dan melangkah berdiri di depan mobilnya. Menunggu Zuria,
Tap,
Zuria menoleh melihat Reyyan lalu menutup pintu mobil dan melangkah mendekat ke arah Reyyan. Yang mengetahui sedang menunggu nya.
Zuria memperhatikan bangunan mewah di depannya. Lalu kedua matanya ia alihkan melihat ke sekeliling nya juga.
Dimana terlihat taman yang cukup luas dan pekarangan nya yang cukup indah. Semua di tumbuhi bunga dan bunga di mana mana.
"Kediaman pribadimu?" tanya Zuria penasaran.
Reyyan melihat Zuria sekilas sebelum melangkah duluan. Yang langsung di ikuti Zuria di belakang nya.
"Kediaman pribadi? jika pria pemilik itu mendengar itu. Aku yakin dia akan marah besar,"
Zuria menyatukan alisnya tidak mengerti.
'Pria?'
"Ah! Kediaman teman mu?"
"Teman! aku membencinya," jawab Reyyan sembari menaiki tangga terah rumah. Zuria mengikuti di belakang.
Tidak ada yang namanya pegangan tangan atau berjalan berdampingan. Tidak ada hal seperti itu dalam kamus kehidupan Reyyan Ferdinand.
Zuria semakin di buat bingung oleh pria di hadapannya saat ini. Lalu, kediaman siapa.
"My princess baby!" suara Reyyan memanggil seseorang begitu masuk ke dalam kediaman tersebut. Memenuhi kediaman besar tersebut. Yang terlihat sepi seperti tidak ada penghuni.
Oh, jangan lupakan satu tangan Reyyan yang penuh dengan tentengan paper bag.
Tentu saja semua itu untuk,
"Papa Zeki!" suara pekikan bahagia berasal dari dalam kediaman. Di sertai dengan suara langkah kecil yang berlari ke arahnya.
Tap
Tap
Tap
__ADS_1
Reyyan seketika menurunkan tubuhnya. Duduk berjongkok dengan kedua tangan nya dia rentangkan. Siap menunggu terjangan pelukan bahagia gadis kecilnya. Begitu juga dirinya yang sangat merindukan My baby princess nya ini.
3 paper bag yang Reyyan bawa tadi. Ia letakkan di samping nya.
Zuria di buat bingung dengan tingkah Reyyan yang berjongkok di samping nya. Sedangkan siapapun, tidak ada di hadapan mereka. Hanya suara pekikan gadis kecil dari dalam kediaman ini dan suara,
"Papa!" pekiknya girang begitu berada di depan Reyyan. Setelah dirinya berhenti sejenak. Dan kembali berlari ke arah Reyyan.
"My baby princess," sambut Reyyan yang sudah siap dengan posisi nya.
Kedua mata Zuria membulat lebar melihat gadis kecil di depannya, yang sedang bahagia berlari ke arah Reyyan. Sedang raut wajahnya sangat bahagia. Dengan senyum penuh, yang menampakkan kedua deretan giginya. Tapi yang membuat Zuria terkejut adalah kecantikan gadis kecil tersebut. Tunggu,
Brukh,
Gadis kecil tersebut menerjang Reyyan dan kedua tangannya melingkar indah di leher Reyyan Ferdinand.
"Akh," suara ******* lega Reyyan dan membalas erat pelukan gadis tersebut. Serta setelah nya, Reyyan membawa gadis kecil tersebut ke dalam gendongannya.
Zuria menoleh melihat Reyyan dan gadis kecil di samping nya dengan terkejut dan shock.
'Siapa, dia?'
"Aku semakin mencintaimu, ummmachhh." seru gadis kecil tersebut dan mencium pipi Reyyan. Yang langsung di sambut gelak tawa bahagia Reyyan.
"Berhenti bertingkah seperti bayi Zenia! kamu sudah besar,"
Satu tangannya berada di saku celana nya yang pendek. Memakai baju kaos warna putih. Di tambah keimutan dan ketampanannya. Sungguh, dua bocah yang indah.
Zuria menelan ludahnya melihat itu. Dalam hatinya bertanya tanya. Siapakah kedua orang tua mereka. Tapi, tunggu.
"Rey..."
"Oh ayolah Derya! My baby princess masih bayi, benar?" Reyyan bertanya melihat ke Zenia.
Zenia dengan senyum sumringah nya mengangguk mengiyakan.
Zuria yang tadinya mau bicara memilih diam dan melihat interaksi Reyyan dan 2 bocah itu.
"Dia sebentar lagi akan menjadi kakak," jawab Derya dingin dan acuh. Lalu kedua matanya melihat ke wanita di samping Reyyan.
Tanpa mengatakan apapun dan hanya melihat. Begitu juga sebaliknya, Zuria melihat menatap Derya. Terutama mengagumi keimutan dan ketampanan Derya.
Hanya sebentar. Sebelum kedua mata Derya tertarik untuk melihat paper bag di samping Reyyan.
"Apa ini?" tanyanya begitu sampai di samping Reyyan dan melihat isi di dalam paper bag.
Reyyan menoleh melihat yang di maksud Derya di bawahnya, begitu juga dengan Zenia. Karna posisi Reyyan yang
sedang berdiri.
__ADS_1
Melihat apa yang di lakukan kakaknya. Zenia meronta meminta Reyyan menurunkan nya. Ia tidak mau ketinggalan hadiah Papa tertampan nya.
"Apa ini?" tanyanya juga mengcopy pertanyaan Derya.
Melihat Zenia, adiknya yang antusias. Derya memilih mundur dan berdiri di belakang Zenia. Dengan kedua matanya masih melihat ke sana. Ke paper bag itu,
Zuria yang melihat interaksi Reyyan, Zenia dan Derya. Yang baru ia ketahui namanya. Membuatnya bingung,
Apalagi melihat wajah dan suara Reyyan yang berbicara dengan dua bocah ini. Imejnya yang selama ini terkenal dingin dan kejam. Sama sekali tidak ada, hilang seketika.
'Siapa mereka? anak dia? itu bisa...'
"Reyyan!"
"Surprise untuk my baby princess and... Derya. Coba lihat! aku jamin kalian akan suka," Reyyan mengacuhkan Zuria yang memanggil nya dan lebih memilih menjawab pertanyaan Zenia dan Derya dulu.
"Wahhhh! benarkah!" kedua bola mata Zenia yang berbinar saat melihat Reyyan dan dengan antusias dirinya kembali melihat ke 3 paper di depannya.
Zenia dan Derya, keduanya membawa keluar isi dalam paper bag. Yang ternyata terdapat kotak dan semua kotak.
Dari hanya melihat kotak, kedua mata mereka sudah membulat lebar.
Reyyan sontak tersenyum bahagia melihat itu. Sebelum kemudian menoleh melihat Zuria di samping nya.
"Ada apa? tadi kamu memanggilku," dan sama sekali tidak mempunyai perasaan bersalah.
Zuria yang mengetahui sifat Reyyan memilih tidak peduli.
"Aku tadi mau tanya. Apa mereka... Anakmu? anak rahasia yang kamu sembunyikan di sini,"
Reyyan hampir saja tergelak tawa dengan pertanyaan Zuria.
Jika pria itu dengar, aku yakin dia akan mengusirku sekarang juga.
"Kapan kau tiba?"
Reyyan sontak melihat ke sumber suara. Dan wajahnya seketika tersenyum bahagia. Senyuman yang tidak pernah dia berikan kepada siapapun. Bahkan ibunya sekalipun.
Tapi wanita di hadapan nya beda. Dia baby nya, dia Beyza nya.
Dan, ya. Pertanyaan Zuria menggantung di udara. Tidak di peduli kan lagi oleh Reyyan.
Sedangkan Zuria kedua matanya kembali melebar melihat wanita cantik di depannya. Tidak, dia sangat cantik. Bahkan manik matanya,
'Dia, siapa lagi?'
"Lama tidak melihat mu baby! aku sangat merindukanmu," suara Reyyan yang lembut.
Namun hal itu. Seketika membuat kedua mata Zuria membulat lebar terkejut.
__ADS_1