Pewaris Kerajaan

Pewaris Kerajaan
Bab 31


__ADS_3

Klap


Tap


Tap


Alya keluar dari kamar di belakang nya. Menutup pintu di belakang nya dan berdiri di depan pintu. Mengedarkan pandangan nya memutari kediaman Rendra.


Ya, sekarang ia berada di kediaman kak Rendra. Sebuah unit apartemen yang bisa di golong ke dalam kata, mewah. Lihat saja,


Ruang tengah yang estetik sekaligus menarik dan tidak membosankan.



Sangat enak untuk selalu di lihat oleh mata setiap hari.


Alya menoleh melihat ke tangga di depannya. Di mana tadi kak Rendra bilang. Lantai 2 adalah kamar dia berada.


Ya, tadi setelah kak Rendra mengantarnya kemari. Kak Rendra menunjukkan, di mana letak kamarnya berada. Selama ia akan di tinggal di sini. Yaitu di lantai satu dekat dengan tangga ke lantai dua.


Setelah meletakkan semua barangnya ke dalam kamar. Kak Rendra memberitahunya. Kalau dia harus kembali ke perusahaan. Selain banyak pekerjaan yang harus kak Rendra selesai kan. Rapat dadakan juga di adakan tiba tiba.


Kata kak Rendra, CEO Reyyan Ferdinand mengunjungi perusahaan. Tentu saja hal itu sudah biasa bukan. Ketika pria itu ke di sini. Tentu rapat dadakan akan selalu ada. Dia selalu datang tanpa pemberitahuan dahulu dan mengatur jadwal perusahaan seenak jidatnya.


Ya, perusahaan perusahaan dia. Tentu saja dia bisa melakukan apa saja seenaknya bukan.


Tunggu, kenapa aku harus membahas pria itu. Bikin kesal saja,


Alya menggelengkan kepalanya. Membuang segala pikiran mengenai Reyyan Ferdinand. Yang ada moodnya yang baik baik saja hari ini. Bisa menjadi amburadul tidak jelas.


Alya memilih melihat ke tangga di depannya. Tangga menuju ke kamar Rendra.



Ide jail pun muncul dari kepala cantiknya. Yaitu untuk naik ke lantai atas. Melihat lihat kamar kak Rendra. Lagian kak Rendra tidak ada, jadi kak Rendra tidak akan tahu. Lalu, kalau pun tahu memang kenapa. Ia tidak takut.


By the way, kak Rendra tidak akan berani memarahi nya.


Semua barang nya sudah ia rapikan tadi ke dalam lemari di kamar yang kak Rendra kasih.


Kak Rendra bilang, kamar itu khusus di sediakan untuk tamu jika ada yang mau menginap. Seperti kata kak Rendra waktu itu ada adik nya yang kemari serta Mama kak Rendra. Maka mereka akan selalu menginap di sana.


Dan saat ia bertanya. Apa Calia pernah kemari atau menginap di kamar ini. Jawaban kak Rendra, ingin rasanya ia mau melompat lompat di saat itu juga. Jika tidak mengingat ada kak Rendra di hadapan nya. Tapi tidak dengan hatinya di dalam sana. Yang langsung meloncat loncat kegirangan. Jawaban kak Rendra,


"Tidak ada perempuan mana pun masuk kemari. Kecuali sekarang menjadi 2, mama dan kamu Alya,"

__ADS_1


Suara kak Rendra memang terdengar dingin dan datar saat menjawab itu. Tapi baginya, itu sungguh luar biasa.


'Kya,'


Mengingat hal itu Alya kembali senyam senyum sendiri. Sedang kedua kakinya melangkah ke tangga di depannya. Langkah Alya berhenti saat dirinya melihat ke pantry, yang hampir di belakang tangga. Tapi,



Itu sangat bagus. Sangat terlihat rapi seperti tidak pernah terpakai. Tapi ia sangat mengetahui kak Rendra. Di mana pun kak Rendra tinggal. Kak Rendra tidak akan membiarkan pantry nganggur begitu saja, dengan tidak terpakai.


Dan ya, kak Rendra orang yang rapi dan juga bersih. Sangat terlihat,


Menarik nafas. Alya naik satu persatu anak tangga menuju lantai dua.


Ckleck


Dengan pelan Alya memutar kenop pintu dan membukanya.


Kedua matanya langsung melebar di ikuti mulutnya juga. Melihat bagaimana bagus nya desain kamar Rendra.


Alya tidak bisa tidak mengagumi nya.


"Ini,"



"Kya, ini pertama kali aku ke kamar kak Rendra! kya..." Alya meloncat ke ranjang dan berbaring dengan terlentang di sana.


Entah kenapa hatinya sangat senang, sangat sangat bahagia sekarang.


Rasanya ia mau melompat lompat dan melompat lompat terus.


'Kya,'


Alya berguling guling di sana. Dari ujung ranjang hingga sampai kedua bantal di sana. Dan kembali lagi, hingga beberapa kali. Di sertai dengan jeritan ke bahagian nya.


Alya terdiam dengan tubuh nya yang terlungkup di ranjang. Lalu tiba tiba Alya menoleh melihat ke depan. Saat dirinya baru sadar akan sesuatu. Kalau,


Sontak Alya menurunkan tatapannya ke bawah. Melihat kondisi ranjang akan perbuatannya.


Alya cepat cepat meloncat turun dari tempat tidur. Dan dengan kedua tangan nya. Alya menutup mulutnya yang terbuka lebar karna terkejut.


"Oh tidak, aku mengacaukan tempat tidur kak Rendra. Bagaimana ini?" panik Alya ke dirinya sendiri.


Dan ya, kekurangan dari kecantikan seorang Alya, salah satunya adalah. Dia tidak bisa bersih bersih apalagi merapikan sesuatu hal. Termasuk ini sekarang,

__ADS_1


"Bagaimana ini?" tanya Alya ke dirinya sendiri. Sedang kedua tangannya berada di kepala, sedikit menjambak lembut rambutnya.


Oh tentu saja ia bisa merapikan tempat tidur. Tapi itu versinya sendiri, bukan versi kak Rendra yang super duper rapi seperti tadi.


"Bagaimana ini?" panik Alya menggigit sedikit jarinya. Sedang satu tangan nya berada di pinggangnya.


Alya mondar mandir di kamar tersebut. Dengan kedua tangannya sekarang berada di pinggangnya, berkacak pinggang.


Alya berhenti mondar mandir saat sudut matanya menangkap sesuatu hal. Sesuatu yang menarik perhatian nya, untuk segera harus ia ketahui. Tubuhnya seperti tertarik ke arah sana. Bahkan ia melupakan kepanikannya tadi. Otak dan pikiran nya benar benar tidak sejalan.


Kedua mata Alya melebar. Saat melihat pemandangan apa yang ada di depan matanya.


Ini,


Alya memejamkan kedua matanya sesaat mendesah. Sebelum kemudian kembali membuka nya dan melihat ke depan lagi.


Sungguh, ia berusaha untuk tidak berpikir mesum tapi ini,


Sungguh, otak dan pikiran nya benar benar tidak bisa di ajak untuk kerja sama sekarang. Lebih lebih hatinya sekarang yang mau menjerit jerit saja. Oh, segila apa aku mencintai kak Rendra.


Alya mengigit bibir bawahnya melihat pemandangan di hadapan matanya.


Jadi selama ini, hik.



Kak Rendra mandi dan berendam di sini.


Ini benar benar,


Alya mendesah di sertai satu tangan nya berada di atas tulang hidung nya. Menjepit kedua jarinya di sana, seperti seseorang yang sedang frustasi. Dan nyatanya tidak.


"Sangat seksi,"


Alya sangat menikmati nya.


Alya berjalan mendekat. Memastikan tidak ada yang terlewat apapun dari tangkapan keduanya.


Harusnya ia membawa handphone bersamanya tadi.


Tunggu, apa aku se mesum itu. Tidak kan, aku hanya terlalu mencintai kak Rendra.


Ya, itu benar.


Ia tidak akan bertanya tanya apa Calia pernah mandi di sini bersama kak Rendra. Karna kak Rendra sudah mengatakannya tadi. Hanya ada dua wanita yang ke sini. Aku dan Aunty Ghaada, Mama kak Rendra.

__ADS_1


__ADS_2