
"Datang datang lah lagi. Pintu rumah ku akan selalu terbuka untukmu," ucap Ayla lembut. Mengantar Zuria dan Reyyan yang mau kembali. Setelah beberapa jam tadi di sini, mengobrol bahkan Zuria bermain dengan Zenia dan Derya.
Dan anehnya, kedua bocah itu senang dan sangat suka dengan Zuria. Lain dari Daddy nya sendiri. Di mana Derya selalu dingin dan berwajah datar. Tapi dengan Zuria, Derya seperti anak pada umumnya yang berumur 6 tahun. Huh,
Ia hanya bisa menggeleng mengingat itu.
Tentu saja, Daddy nya akan selalu protes bahkan tadi juga.
Jika dengan Daddy nya mereka bermain. Malah akan selalu terjadi pertengkaran dan adu mulut. Tidak ada yang namanya kerukunan dan kedamaian. Komentar dan protes akan selalu Derya dan Zenia tujukan untuk Daddy nya. Daddy nya tidak bisa mainlah, Daddy nya lambat lah, Daddy malas lah. Dan berujung dengan Deniz yang merajuk dan mengadu padanya.
Seperti biasa. Ucapannya akan selalu.
"Beyza! Aku sangat yakin mereka anak ku. Aku sangat ingat saat membuatnya. Bukankah menurut mu juga begitu?"
Zuria yang berada tepat di depan Ayla. Mengangguk mengerti di sertai senyum tipis dan manisnya. Dengan kedua tangan nya masih di pegang Ayla.
Dan Zuria tidak berniat untuk melepaskan nya.
Datang ke kediaman ini. Tidak membuat nya tidak nyaman atau tidak betah. Tapi sebaliknya, ia menyukai tempat ini bahkan wanita di depannya ini. Sangat ramah dan juga sangat baik.
Hingga berjam jam ia di sini. Bahkan tanpa ada Reyyan di samping nya. Ia suka dan senang. Apalagi sempat bermain dengan kedua anak yang lucu dan menggemaskan sekaligus, Derya dan Zenia. Mereka berdua cantik dan tampan. Sangat menurun dari kecantikan dan ketampanan kedua orangtuanya.
Ia bahkan sempat mendengar sedikit dari Reyyan. Kisah bagaimana Deniz sangat mencintai Ayla. Dan berusaha mendapatkan Ayla untuk dirinya. Padahal saat itu Ayla masih menjadi tunangan Reyyan.
Itu yang ia simpulkan, dari cerita dan adu mulut Reyyan dan Deniz. Di mana mereka terus adu mulut bahkan di depan meja makan.
Deniz berdiri di samping istri nya, Ayla. Dengan satu tangannya setia merangkul pinggang ramping Ayla. Meski perut Ayla sudah sekian membesar karna hamil. Tapi tidak membuat tubuh Ayla membesar, berisi layaknya wanita hamil di luar sana. Akan tetapi, dengan sedikit berisi tapi tetap terlihat seksi seperti biasa.
"Meskipun nanti pernikahan mu tidak bersama Reyyan. Tetaplah kemari, mengerti!" ucap Ayla lembut layaknya seorang kakak ke adiknya sendiri. Entah kenapa ia sudah menganggap Zuria seperti adiknya sendiri. Bahkan ia belum mengetahui berapa umur Zuria. Lebih muda darinya atau lebih tua. Ia tidak tahu,
Selama di sini meski hanya beberapa jam. Ia bisa melihat. Zuria gadis yang lembut, baik, ramah dan juga sopan. Serta memiliki perilaku yang baik. Tidak seperti wanita wanita yang selama ini Reyyan kencani. Meski tidak pernah Reyyan bawa ke sini. Tapi ia tahu, sifat mereka sangat amburadul alias kacau.
Ah, ia tidak mendoakan Zuria tidak jadi menikah dengan Reyyan. Tapi mungkin karna ia sangat mengetahui sifat pria itu. Hanya wanita yang tidak peduli akan hatinya. Yang bersedia menikah dengan Reyyan. Di mana pria itu memiliki simpanan setianya.
Setahu nya, Reyyan tidak pernah melepaskan simpanan nya ini. Dan hubungan mereka sudah bertahun tahun lamanya. Reyyan juga memberitahu ia dan Deniz tadi. Kalau Zuria hanyalah wanita untuk mengandung benih nya. Yang artinya tidak akan ada cinta untuk wanita itu.
__ADS_1
Mengingat itu, kembali membuat Ayla sedih saat melihat Zuria. Wanita ini sangat pantas mendapatkan yang baik dan lebih dari seorang Reyyan Ferdinand.
Tapi pengingat perjodohan itu juga di atur oleh Mr Ferdinand. Dan kata Reyyan tadi. Kedua belah pihak sudah menyetujui, hanya perlu penetapan tanggal. Itu artinya, kedua orang tua Zuria sudah menyetujui Reyyan Ferdinand sebagai menantu mereka.
"Ya, aku mengerti. Aku akan kembali dulu, nanti aku akan bermain main ke sini lagi. Karna kamu sudah mengizinkan nya. Aku akan ke sini lagi, pasti. Aku sangat menyukai kedua anakmu, Zenia dan Derya. Mereka sangat menggemaskan," jawab Zuria lembut sembari mengingat ke imutan Zenia dan Derya. Karna memang ia sangat senang dan bahagia bermain dengan Zenia dan juga Derya.
"Tentu harus sendiri. Tidak boleh membawa laki laki mana pun, kamu lupa mengatakan itu, Ayla!" tambah Deniz di samping Ayla. Yang langsung mendapatkan cubitan keras di lengan pria itu.
Tapi Deniz tidak meringis sama sekali. Melainkan menahan dengan sedikit memejamkan kedua matanya.
Ayla melihat Zuria dengan tersenyum bodoh.
Zuria melihat Ayla dengan sedikit bingung.
"Apa itu artinya, tidak boleh juga dengan Reyyan!" tanya Zuria ingin tahu.
Ayla kembali mencubit lengan Deniz. Karna sudah membuat Zuria tidak nyaman.
"Lupak..."
Sebelum kemudian Ayla menurunkan tatapan nya ke Deniz. Saat mengetahui apa maksud dari kalimat pria ini.
Yang artinya,
"Baiklah, aku akan ke sini lagi hanya dengan Reyyan atau sendiri," jawab Zuria mengerti di sertai senyum ceria nya.
Ayla yang melihat itu. Seperti melihat seorang adik yang akan segera di hancurkan oleh seorang pria. Dan pria itu adalah Reyyan Ferdinand.
'Ugh, lihat saja Rey! jika kamu menyakiti gadis baik ini. Aku akan menghajar mu habis habisan,' batin Ayla geram ke Reyyan.
Yang di mana sekarang Reyyan sedang berbicara dengan seseorang melalui handphone nya.
Ayla mencekram kedua tangan Zuria dengan sayang.
"Apapun yang terjadi, jaga dirimu baik baik mengerti? jangan terlalu terpesona sama dia, Itu tidak baik. Dan segera katakan padaku jika pria itu menyakiti mu. Mengerti? aku sendiri yang akan memberinya pelajaran,"
__ADS_1
Zuria melihat bingung Ayla. Sebelum detik kemudian dia tersenyum dan mengangguk mengerti.
'Dia yang Ayla maksud, Reyyan bukan? menyakiti? ah! itu,'
"Tenang saja. Jangan khawatir aku Ayla! lihat ini," Zuria mengelus lembut perut Ayla. Yang di ikuti Ayla juga dan keduanya tersenyum bahagia.
"Nanti kabarin aku kalau mau lahiran. Aku akan langsung terbang kemari saat itu juga," karna ia sudah mengatakan sama Ayla tadi. Ia hanya 2 hari di sini. Dan akan segera kembali ke Zurich. Seperti biasa, urusan pekerjaan.
Ia menjabat sebagai General Manager Hotel Aragaz group. Jadi kesibukan nya bisa jadi berkali kali lipat setiap hari. Pengecekan dan lain sebagainya. Sudah menjadi tugas nya setiap hari, minggu bahkan setiap bulan.
"Baiklah, ayo!" ajak Reyyan ke Zuria yang masih mengobrol dengan Ayla dengan kedua tangannya masih mengelus perut besar Ayla.
Reyyan mengalihkan matanya melihat Ayla.
Sedangkan Zuria kembali berpamitan ke Zuria dan Deniz di samping Ayla.
Deniz cuma mengangguk sedang kedua matanya menatap mewanti wanti Reyyan.
"Aku pergi dulu," pamit Zuria sembari tersenyum yang di balas senyuman dan anggukan Ayla. Mereka tidak bisa berpelukan lagi karna Deniz menahan pinggang Ayla. Jadinya Ayla hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Zuria melangkah menuruni anak tangga rumah menuju ke mobil yang di samping Reyyan.
Sedang Reyyan masih setia menikmati menatap ke indahan dan kecantikan seorang Beyza nya.
"Baby! kami pergi dulu. Nanti malam aku kemari lagi. Kamu tahu, aku menepati ucapan ku," Reyyan mengedipkan satu matanya.
Deniz mengeram marah lagi lagi dengan panggilan Reyyan. Selanjutnya dia tidak lupa segera menutup kedua mata Ayla. Begitu Reyyan mengedipkan kedua matanya.
"Aku harap Mr Ferdinand membuatmu kerja tanpa kata istirahat," dengan begitu dia tidak akan sempat kemari.
Dan kata kata Deniz tentulah amat salah. Karna,
"Aku akan mengosongkan semua jadwal ku hanya untuk bertemu Beyza ku Deniz! Tidak ada yang bisa menghentikan ku,"
Pria ini pemilik kekuasaan itu sekarang. Dia lebih ganas dari Mr Ferdinand.
__ADS_1