Pilih Satu

Pilih Satu
bab 1


__ADS_3

Keisya Zahira Zafan, merupakan putri semata wayang dari Abian Zafran dan Zelin Kanaya Munif. Keisya memiliki wajah yang cantik jelita dan tubuh indah dengan usia 20tahun. Dia sangat ceria,ramah, dan baik hati namun karena papanya yang memaksa Keisya untuk mengambil alih perusahaan papanya yang semakin menurun karena kondisi ayahnya yang sakit sakitan membuat Keisya yang cenderung cuek dan menjadi lebih pendiam didepan keluarganya.


"bangun sayang, hari ini hari pertama kerja kamu diperusahaan papa" suara Zeline sang ibu membangunkan putrinya


Keisya Zahira Zafan merupakan putri satu satunya dari keluarga Zafan, Papanya Abian Zafan merupakan pemilik perusahaan sukses pada masanya, namun karena putrinya tidak ahli di bidang bisnis dia enggan mengambil alih perusahaan keluarganya, membuat perusahaan menjadi terkalahkan.


"aah mama, Keisya tidak mau dipaksa" rengek Keisya yang tidak mau dipaksa orang tuanya belajar bisnis, dia lebih suka menjadi pelukis karena memang semasa belajarnya ia ahli di bidang seni.


"coba kamu pikirkan, perusahaan yang sekarang dipegang papa yang turun temurun sejak kakek buyut meninggal, sampai sekarang dengan keadaan papa yang kurang sehat apakah kamu masih tidak mau membantu papa mama ini sayang?" bujuk mamanya yang membuat Keisya duduk dari tidurnya yang membelakangi mamanya.


"apakah mama percaya pada Keisya? Keisya tidak ahli bisnis maa.." kekhawatiran Keisya karena dia tidak mau jika perusahaan ayahnya bangkrut karena ulahnya.


"mama percaya kamu bisa sayang, sedikit demi sedikit papa akan mengajari kamu, bersabarlah" bujuk Zeline pada putri semata wayangnya "disana juga papa akan membuat kamu senyaman mungkin agar tidak bosan dalam pelajaran bisnis, mama yakin kamu bisa" sambil mengecup dahi putrinya, Zeline tersenyum agar putrinya bersedia.

__ADS_1


"baiklah, Keisya akan mencoba. Tapi mama jangan kecewa jika Keisya tidak bisa dalam hal itu" ucap Keisya dengan ketakutannya.


"jangan pernah menganggap diri rendah sebelum mencoba, kamu buktikan pada mama bahwa kamu bisa membuat papa mamamu ini bangga" Zeline berusaha meyakinkan putrinya dengan menggenggam kedua tangan putrinya "sudahlah, sana mandi dan bersiap siap, mama tunggu dibawah untuk sarapan" setelah membuat putrinya percaya Zeline meninggalkan kamar Keisya.


Keisya bangun dari ranjang tidurnya dan bergegas mandi. Dalam hatinya sudah ada sedikit semangat dari mamanya untuk melanjutkan bisnis papanya.


'aku akan berusaha agar mama papa bangga padaku' ucapnya dalam hati sambil menambahkan makeup tipis pada wajah cantiknya yang membuatnya semakin jelita.


"pagi sayang" Abian sang papa menjawab sambil mengecup dahi putrinya "apakah kamu siap belajar bersama ayah?"


Zeline hanya tersenyum melihat putri dan suaminya.


"Keisya akan belajar dengan papa semampu Keisya" jawab Keisya dengan senyum paksanya.

__ADS_1


Mereka makan tanpa ada suara, hanya ada piring yang diadu dengan cendok dan pisau yang membuat suara.


***


Sesampainya di kantor dengan diantar sopir, Keisya membuntuti ayahnya yang berjalan di depannya dengan tegas dan senyum ramahnya kepada karyawan memasuki lift presiden direktur dan menuju ke ruangannya yang berada pada lantai 11.


"hari ini Keisya ngapain aja pa?" tanya Keisya pada papanya karena dia takit jika tidak bisa apa apa.


"papa akan melihat kamu belajar dari awal sedikit demi sedikit berasama sekertaris papa yang nantinya akan menjadi rekan kerja kamu" Keisya memang tidak ingin belajar bisnis tanpa papanya, jadi Abian sendiri yang akan memapahnya demi kelanjutan perusahaan kakek buyutnya yang semakin terlihat bangkrut "namanya andika, dia sekertaris papa yang akan membantu pembelajaran untukmu"


"iya" ucap keisya dengan menundukkan kepalanya, dia masih takut tidak bisa membuat ayahnya bangga karena prediksi ketidak mampuannya.


***

__ADS_1


__ADS_2