Pilih Satu

Pilih Satu
bab 28


__ADS_3

"apa kamu bilang?" teriak Keisya dengan tingkat kemarahan yang memenuhi ruangan.


Keisya berlari mengejar Arsenio yang menuju sofa. Arsenio telungkup dengan bantal yang digunakan untuk menutupi kepalanya.


"ulangi sekali lagi?" Keisya mencubit berkali kali perut Arsenio.


"jangan jangan mohon maafkan aku" Arsenio berteriak memohon ampun dari cubitan Keisya disekujur tubuhnya.


Keisya tidak berhenti menggerakkan tangan kanannya untuk mencubit semua bagian tubuh Arsenio. Akhirnya Arsenio membuka kepalanya dari yang ditutupi oleh bantal.


Arsenio membalikkan tubuhnya, kedua matanya melihat wajah marah Keisya yang tidak ingin melihat ke arah Arsenio.


Arsenio duduk menghadap Keisya "bagaimanapun wajah kamu, bentuk badan kamu, aku tetap menyukaimu" ucap Arsenio lirih yang hampir tidak terdengar.


"hmm" Keisya berdehem tanpa menatap Arsenio.


"pulang!" Keisya meminta agar Arsenio mengantarkannya pulang karena waktu sudah malam.


Dengan berat hati Arsenio menerima permintaan Keisya. Arsenio berdiri disamping Keisya.


"aku ambil jaket dahulu" Arsenio meninggalkan Keisya menuju kamarnya untuk mengambil keperluannya.


Mobil berhenti di pekarangan rumah Keisya.


"aku lusa ada perjalanan ke luar negri" izin Arsenio kepada Keisya.

__ADS_1


"berapa hari?" sebenarnya Keisya ingin tanya untuk apa, tapi malah berapa hari yang keluar. Mungkin hanya perjalanan bisnis fikir Keisya.


"paling lambat 2hari pulang" jawab Arsenio menatap Keisya.


"jangan lihat aku seperti itu!" perintah Keisya yang tidak nyaman dengan tatapan Arsenio.


Cupp


Bibir Arsenio mendarat di kening Keisya.


Wajah Keisya memerah sepeeti tomat, Keisya yang menyadarinya segera menundukkan wajahnya agar Arsenio tidak melihat.


"jangan berfikir macam macam dan tunggu aku pulang!" Arsenio memperingatkan agar Keisya tidak berfikir macam macam, karena dia ada perjalanan bisnis di Amerika yang tempatnya dekat dengan orang yang akan bertunangan dengannya.


***


"Selamat pagi Keisya" sapa Rasya yang telah menunggu di depan pintu kamar Keisya.


"tumben pagi pagi demit udah bangun?" tanya Keisya heran karena biasanya akhir pekan Rasya bangun hingga siang.


"hanya ingin mengajak lari pagi" ucap Radya datar "mari ke taman" sambungnya.


"oke, sebentar. Aku ganti baju dan ambil sepatu" Keisya kembali masuk kamar dan menutup pintu.


Rasya turun ke bawah menuju pekarangan untuk menunggu Keisya.

__ADS_1


"ma, Keisya lari pagi bersama Rasya di taman" pamit Keisya kepada mamanya.


Setelah mendengar izin dari sang mama, Keisya keluar menghampiri Rasya yang sedang sibuk berbincng dengan bi Inten.


"loh kok bibi disini?" tanya Keisya kepada bi Inten.


"iya non, katanya sekarang aja den Rasya mau nyeburin bibi" jawab bi Inten.


"bi Inten beneran mau jadi mermaid?" tanya Keisya yang menyambungkan alisnya.


"sebenarnya pengen non, biar den Rasya jadi suami bibi. Tapi kerjaan masih banyak" bi Inten menjelaskan dengan kedua tangannya membawa nampan yang tadi habis memberikan kopi milik papanya Keisya.


"yah, ngga jadi dong" jawab Rasya kecewa "nanti kalau kita beneran nikah bibi mau bulan madu dimana?" tanya Rasya mengerjai bi Inten.


"bibi mau minjem kamarnya non Keisya, den" ucap bibi memandang Keisya.


"kamar aku? loh kan Rasya tajir bi, bilang aja mau honey moon ke Eropa atau ke negara favorit bibi" ucap Keisya menyarankan.


"ooh Hani itu emang temennya Mumun neng, tapi Mumun bukan dari Eropa" jawab bi Inten yang kurang mengerti dengan ucapan Keisya.


"honey moon bi artinya bulan madu, bukan Hani sama Mumun" Keisya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, merasa gemas dengan bibi yang telah dikenalinya sedari kecil.


"hahaha" Rasya tertawa terbahak bahak karena Hani dan Mumun "nanti lagi bi, aku sama Keisya mau berangkat dulu. Dadah bibi" ucap Rasya dengan menggerakkan tangan kananya kepada bibi.


Bi Inten hanya tersenyum sedangkan Keisya terbahak melihat tingkah Rasya kepada bi Inten yang berlebihan. Terkadang kasihan, namun memang bi Inten orangnya lucu kalau udah dideketin sama Rasya dan Keisya.

__ADS_1


__ADS_2