Pilih Satu

Pilih Satu
bab 17


__ADS_3

"apa kau tidak ingin menghadiri undanganku sayang?" tanya Arsenio dengan nada meninggi di akhir.


"jangan panggil aku seperti itu di tempat umum!" ketus Keisya dengan melihat sekelilingnya, dia tidak mau ada gosip tentangnya dan Arsenio.


"bukankah kau kekasihku sekarang?" ucap Arsenio berbisik agar tidak mengecewakan Keisya.


"jika kau kekasihku, jauhi semua wanita dan jangan buat berita dengan wanita lain yang menyatakan kekasihmu" Keisya tidak sadar dia mengucapkannya dengan sedikit nada tinggi.


"apa kau cemburu sayang?" senyum mengembang di wajah Arsenio, membuat wajahnya semakin tampan.


Keisya menatap wajah Arsenio tanpa berkedip, dia melihat ketampanan Arsenio 'betapa sempurna kebahagiaanku jika kau benar benar milikku' Keisya semakin berperasaan dengan perhatian Arsenio disetiap harinya. Dia tidak sadar sejak kapan Arsenio mulai mengisi hatinya.

__ADS_1


"cih cemburu? enggak" ketus Keisya mengalihkan pandangan dari tatapannya.


Obrolan selesai dengan setujunya Keisya datang di pesta ibunya.


***


Beberapa hari sebelum pesta, Arsenio lebih dekat dengan Keisya. Bahkan Arsenio melupakan kalau dia memiliki tunangan. Tidak sadar Arsenio yang membuatnya bimbang. Pasti di acara nanti ada tunangannya, sedangkan Arsenio malah mengundang Keisya untuk menghadiri pesta.


"apa kau mulai menyukaiku sayang?" tanya Arsenio memastikan.


"iya, sebagai teman" ketus Keisya tanpa menatap Arsenio.

__ADS_1


"jika ada seseorang yang mengaku sebagai kekasih, tunangan atau istriku apa kau akan percaya?" tanya Arsenio takut jika Keisya mengetahui bahwa dia sudah bertunangan. Karena bisa dipastikan Keisya akan meninggalkan jika tahu semuanya.


"tergantung fakta" jawab Keisya mulai curiga "apa kau sudah bertunangan?" teriak Keisya dengan membesarkan matanya di hadapan Arsenio.


"apa kau berfikir begitu?" tanya Arsenio yang tidak tahu harus mengatakan apa.


"aku ingin memberitahumu, tapi kamu harus janji jangan marah atau menjauh dariku" ucap Arsenio yang ingin mengatakan sejujurnya kepada Keisya.


"jika itu tidak mengecewakan" ketus Keisya.


Arsenio menyentuh punggung tangan Keisya secara perlahan "papa itu seorang papa tiri sahabat dari papa kandungku. Saat orang tuaku kuliah, mereka berdua sama sama menyukai mamaku, mereka ingin bersaing secara adil, namun mama tetap memilih papa kandungku. Saat pernikahan sudah terlaksana, mama dan papa pergi honeymoon di Eropa. Papa tiri mengikuti tanpa sepengetahuan papa dan mama. Banyak kelakuan yang sudah direncanakan yang digunakan papa tiri untuk menunda hubungan mama dan papa, tapi semua rencana papa tiri tidak memengaruhi papa dan mama membuat papa tiri semakin tidak suka dengan hubungan papa mama. Setelah mereka pulang dari Eropa, papa tiri meminta anak buahnya untuk mencelakai papa kandungku. Papa kandung mengalami kecelakaan yang membuatnya luka parah hingga meninggal. Saat itu mama telah mengandungku selama 3minggu. Betapa sedihnya mama jika aku hidup tanpa keluarga yang lengkap. Apa kau tahu apa yang dilakukan papa tiri untuk mengambil hati mama dan mengambil perusahaan yang telah didirikan papa?" tanya Arsenio melepaskan tangan Keisya dan memindahkan tangannya memeluk pinggang Keisya.

__ADS_1


Keisya tidak percaya bahwa papa Arsenio adalah papa tiri, dia bahkan tidak tahu kalau nama akhirannya tetap dari papa kandungnya. Keisya tidak memperdulikan keluarga Arsenio selama ini.


"mungkin berjuang mati matian untuk mendapatkan perhatian memamu. Bukankah biasanya begitu? tapi apakah mamamu tidak tahu tingkah dari papa tiri?" tanya Keisya dengan mengelus tangan Arsenio yang berada di pangkuannya.


__ADS_2