
Pukul 3sore Keisya pulang dari urusan bisnisnya. Saat membuka kamar hotelnya, Keisya melihat Arsenio berbaring di tempat tidur dengan melihat langit langit kamar.
"kau tau, aku merasa bosan disini sendiri" ucap Arsenio saat pintu terbuka.
"kenapa kamu tiba tiba menyusulku kesini?" Keisya yang bertanya tanya akan kedatngan Arsenio malam tadi.
"aku, aku merindukanmu" jawab Arsenio tanpa menatap Keisya disampingnya.
Keisya merasa ragu dengan jawaban Arsenio, namun bagaimanapun bukan urusannya, karena menurut Keisya mereka hanya kekasih karena kesepakatan bukan karena cinta.
Keisya memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya.Keisya mandi sangat lama karena memang dia ingin menjauh dari Arsenio.
Tok tok tok
"Keisya, buka pintunya! mengapa kau lama sekali?" teriak Arsenio yang merasa khawatir pada Keisya.
"aku mandi!" bentak Keisya dari dalam "diamlah disitu, jangan menggangguku!"
"aku lapar, mari kita makan diluar" ajak Arsenio sambil mengetuk pintu kamar mandi.
__ADS_1
Keisya memang lapar, jadi dia bergegas menyelesaikan mandinya dan segera keluar untuk pergi makan. Setelah selesai bersiap siap, Mereka berangkat ke restoran xx, Keisya tetap cantik walau wajahnya tanpa polesan, bahkan lelaki di restoran pun ternganga melihat kecantikan Keisya.
Arsenio merasa tidak suka pada pandangan mereka, tiba tiba dia menutup wajah Keisya menggunakan tangan kanannya.
"hei apa yang kau lakukan!" teriak Keisya dengan menghempaskan tangan Arsenio yang da di pundak dan wajahnya.
"kau lihat, mereka menatapmu. Aku tidak menyukainya" bisik Arsenio di telinga Keisya.
"yah aku memang cantik" ucap Keisya dengan bangga "bahkan kau pun kalah" lanjutnya dengan menunjukkan telunjuknya di dada Arsenio.
"nanti kalau aku cantik aku jadi apa?" tanya Arsenio membayangkan dia jadi banci "cih aku tidak mau membayangkan" Arsenio merasa jijik dengan bayangan dirinya sendiri.
"oh" ketus Arsenio dengan lirikan matanya yang tajam.
Keisya masih tertawa membayangkan Arsenio yang gagah dan tampan yang menjadi banci dan bernyanyi bahkan menari untuk mencari uang.
"apakah sudah?" tanya Arsenio kepada Keisya saat Keisya mulai membungkam mulutnya karena lelah tertawa.
Seorang pelayan datang dan menanyakan apa yang ingin mereka makan. Setelah pelayan pergi, tiba tiba Arsenio meraih tangan Keisya yang ada di meja lalu menggenggamnya.
__ADS_1
"bagaimana kalau habis ini kita jalan jalan sebentar?" Arsenio ingin membuat Keisya jatuh cinta sungguhan padanya
Keisya menarik tangan yang digenggam Arsenio "baiklah, sebentar" ucap Keisya saat melihat makanan mereka datang.
Mereka makan tanpa suara,
Selesai makan mereka menuju ke taman terkenal yang ada di kota x. Arsenio memegang bahu Keisya, namun dengan cepat Keisya menghempasnya dan sedikit menjauh dari Arsenio.
"besok aku akan pulang" ucap Arsenio memulai pembicaraan yang sedari tadi hening tanpa suara.
"pulanglah" ketus Keisya yang matanya tertuju pada pasangan yang duduk bersandar di kursi.
Arsenio melihat apa yang diperhatikan Keisya, dia merasa Keisya menginginkan seperti mereka "apa kau ingin seperti itu?" tanya Arsenio yang telunjukknya mengarah kedua pasangan.
"tidak" Keisya berusaha menjaga jarak dengan Arsenio agar dia tidak meletakkan hatinya pada Arsenio. Setahu Keisya perempuan Arsenio ada dimana mana, jadi dia tidak menginginkan sakit hati jika Arsenio sudah tidak menginginkannya.
Memang Keisya sudah sedikit nyaman karena Arsenio yang perhatian kepadanya.
'aku tidak boleh menyukainya' batin Keisya saat tangan Arsenio memeluk Keisya.
__ADS_1
***