
"lalu apa masalahnya denganku?" tanya Arsenio dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Keisya.
"kamu bukan siapa siapa aku, dan kita pun baru bertemu sekali ini" jawab Keisya dengan memonyongkan bibirnya, yang membuat Arsenio ingin ******* bibir Keisya kembali.
"atas dasar apa kamu menciumku, pacar bukan, bahkan kenal pun belum" ocehan Keisya dengan bibir yang masih monyong 5cm.
"baiklah siapa namamu" tanya Arsenio dengan memegang dagu wanita disampingnya.
"Keisya Zahira Zafan" dengan bangga dia menyebutkan namanya dengan senyum cantiknya, yang membuat Arsenio terpana.
"mulai sekarang kau kekasihku" ketus Arsenio tanpa meminta persetujuan Keisya.
"kekasih dari hongkong, baru bertemu sekali langsung bilang kekasih, kalau dua kali bisa jadi istri, hii" gumam Keisya yang didengar Arsenio.
"baiklah jika itu permintaanmu" keputusan Arsenio dengan melihat kearah jendela disampingnya.
"kapan aku minta denganmu? kau tau, aku sudah memiliki kekasih yang lebih sopan memperlakukan wanita dari pada kamu" sambil mengarahkan telunjuknya ke dada Arsenio yang bidang.
Dengan cepat Arsenio menggenggam tangan Keisya dan menariknya hingga ke pelukannya.
"bagaimana jika kita turuti perkataanmu atas aku yang tidak sopan dengan wanita" ucap Arsenio dengan tangan yang satunya memegang pinggang Keisya hingga Keisya tidak bisa mengelak.
"lepaskan aku, ketiakmu bau" ucap Keisya dengan memegang hidungnya dengan tangan yang masih dipegang Arsenio.
__ADS_1
"oh ya?" tangan Arsenio mulai memegang dagu Keisya dengan cepat langsung dia sambar bibir Keisya dengan waktu yang tidak sebentar.
Keisya membesarkan matanya melihat mata Arsenio yang terpejam 'kenapa dia menciumku lagi' Keisya memukul dada bidang Arsenio dengan tangannya, namun apalah daya karena pinggang dan lehernya telah dipegang Arsenio dengan erat.
"tutup matamu, nikmatilah" dan lagi Arsenio ******* bibir Keisya yang kecil manis itu.
"mmm" suara Keisya namun dia masih memukulkan tangannya di dada bidang Arsenio.
Arsenio melepaskan cengkramannya dan membiarkan Keisya menjauh darinya. "apakah kamu suka?" bisik Arsenio di telinga Keisya.
'tuan, kenapa begitu ganas anda dengan ciuman pertama anda. Apakah anda tahu, saya sedikit memperhatikan tadi' batin Daffin yang sedang mengemudi di depan.
"dasar psikopat, tidak tahukah kamu? ada iblis yang terkenal kejam didepan?" teriak Keisya dengan mengusap bibirnya yang basah.
"anggap saja dia nyamuk" ucap Arsenio dengan tenangnya.
Tangan Keisya mendarat di lengan Daffin.
"aww, nona, kenapa anda memukul saya" tanya Daffin dengan mengelus lengan yang telah dipukul Keisya.
"hey bukankah kamu nyamuk? kenapa bisa bicara?" tanya Keisya dengan memajukan kepalanya melihat wajah Daffin.
Brukk
__ADS_1
"aduhh" bahu Keisya yang ditarik Arsenio kemudian dia duduk di pinggir Arsenio tanpa celah "kenapa kamu menarikku? sakit" sambil mengelus ****** keisya sendiri.
"jangan kedepan, nanti digigit, dia nyamuk nakal" suara Arsenio dengan tangannya yang memeluk perut Keisya.
"singkirkan tanganmu" sambil meremas tangan Arsenio yang ada di perutnya, berusaha dia melepaskannya. namun tenaga Arsenio lebih besar dari pada Keisya "awass iihh" rengek Keisya dengan menggerakkan badannya.
"apakah kamu menggodaku dengan gerakanmu yang seperti itu?" bisik Arsenio ditelinga Keisya.
Seketika Keisya diam, dia takut bibir Arsen nyosor tanpa ampun lagi.
"iniii, kamu tau?, aku mau kentut" ucap Keisya dengan wajah melasnya.
Arsen langsung melepaskan pelukannya kemudian mendorong Keisya agar menjauh darinya.
"jangan kentut di dalam!" bentak Arsenio dengan nada tingginya.
"turunkan aku, aku tidak bisa menahannya" pinta Keisya dengan menggerak gerakkan badannya.
"berhenti" ketus Arsen "turun!" perintah Arsen.
Dengan cepat Keisya membuka pintu kemudian lari menjauhi mobil Arsen.
Senyum tipis mengembang diwajah Arsenio "menarik" Arsenio melihat Keisya berlari dari kaca spion, "Daffin kamu cari tahu tentangnya, besok serahkan padaku"
__ADS_1
"baik tuan" jawab Daffin yang tidak percaya tuannya mulai terpesona dengan seorang gadis.
***