Pilih Satu

Pilih Satu
bab 31


__ADS_3

Vote yuk😉


Di dalam mobil Rasya.


"Kamu jangan bilang ke papa mama soal hubunganku dengan Arsenio ya!" Perintah Keiaya untuk Rasya.


"Memangnya om sama tante belum tahu?" Rasnya terheran jika Keisya menyembunyikan hubungannya dengan Arsenio karena selama ini Keisya selalu terbuka dengan mama papanya.


"Belum, aku tidak mau jika papa merendah karena perusahaannya yang bangkrut. Makanya biarkan perusahaan papa kembali seperti semula dahulu" Keisya menjelaskan tujuannya tidak memberitahukan hubungannya dengan orang tuanya.


"Baiklah, tapi jika Arsenio bertindak tidak lazim padamu segera beritahu aku!" Perintah Rasya yang selalu was was dengan tingkah ceroboh Keisya.


"Hahaha siap pabos" Keisya meletakkan tangannya di depan kening pertanda hormat untuk Rasya sahabatnya.


***


Arsenio tiba di hotel tempat tinggalnya untuk 2 hari ke depan. Mengingat larangan dari Keisya agar tidak ada skandal dari orang lain, Arsenio berfikir untuk seger memberi tahu Keisya jika terjadi apa apa.


Tok tok tok

__ADS_1


"Siapa lagi, Daffin tadi udah aku suruh istirahat buat pertemuan 2 jam lagi" ucap Arsenio melangkah untuk membuka pintu.


"Hai sayang" dengan cepat seorang wanita memeluk tubuh Arsenio.


"Aku merindukanmu" pelukan semakin erat.


Arsenio tahu suara siapa wanita dalam pelukannya ini. Tidak ada tolakan atau balasan dari Arsenio. Dengan muka dinginnya, Arsenio menatap Cassandra calon tunangannya berdiri tepat di depannya setelah melepaskan pelukannya.


"Ngapain kesini?" Dengan tatapan tidak suka, Arsenio kesal karena baru ingin istirahat sudah ada perusak mood yang sedari tadi memikirkan wajah cantik Keisya.


Cassandra memonyongkan bibirnya "kan kamu tunangan aku, wajar dong aku dateng kesini" ucap Cassandra dengan senyum bangganya mengucapkan tunangan.


"Kan kita mau tunangan sayang" jawab Cassandra yang memeluk Arsenio dari belakang, membuat Arsenio risih dengan kelakuan Cassandra.


Dengan cepat, Arsenio melepaskan pelukan wanita di belakangnya dan membanting tangan yang tadi ada di perutnya hingga tangan kanan Cassandra terbentur pintu.


"Ingat! Aku tidak setuju kita tunangan! Dan selamanyapun kamu tidak akan menjadi bagian dari hidupku! Aku sudah sepakat dengan papamu agar aku menyelesaikan biaya sekolahmu disini, jadi jangan ada harapan bahwa kita akan menikah!" Tatapan dingin Arsenio membuat Cassandra melangkahkan kakinya keluar dari kamar hotel Arsenio.


'Jika aku tidak bisa bersama kamu, maka jangan harap ada yang bisa menemanimu sampai aku mengizinkannya Arsenio! Siapapun itu aku akan menghancurkannya!' batin Cassandra kesal.

__ADS_1


Arsenio berjalan ke arah pintu untuk menutup pintu. Segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihakan dirinya yang terasa berkeringat.


Pertemuan membuat banyak mata melihat ke arah lelaki tampan Arsenio yang sedang berjalan diikuti seorang asisten Daffin mendekati pengusaha yang mulai menginjak usia 50 tahun.


Sebenarnya Arsenio menginginkan untuk membahas masalah kerja sama sekalian besok pada acara ulang tahun seseorang yang duduk di depannya, namun karena permintaan rekan kerjanya agar dilaksanakan sekarang, maka Arsenio menerima permintaannya.


Selama pertemuan hanya masalah nisnis yang dibahas. Diakhiri dengan undangan agar Arsenio menghadiri acara ulang tahun diadakan besok malam.


"Baiklah, saya akan menghadiri undangan anda tepat waktu" sopan Arsenio menerima undangan.


"Saya harap begitu" seorang lelaki tua tersenyum dengan tatapan yang terlihat tidak begitu baik.


Arsenio meminta izin undur diri dari pertemuan. Tanpa meminta persetujuan, segera menjabat tangan lalu pergi meninggalkan lelaki tua yang masih berdiri di tempat.


***


Sementara Keisya kembali datang ke perusahaan bersama papanya Abian. Dalam perjalanan tak henti hentinya Abian memojokkan Keisya dan Andika agar bisa menjalin hubungan. Abian meninggikan nama Andika agar Keisya terpesona dengan sosoknya.


"Pagi Keisya" sapa Andika dengan senyum manisnya.

__ADS_1


__ADS_2