Pilih Satu

Pilih Satu
bab 5


__ADS_3

Keisya kembali ke kantor menggunakan taksi. Sesampainya dia di kantor masih memikirkan tentang Arsenio yang menciumnya dan tiba tiba memutuskan menjadikan kekasih.


'ah mungkin itu hanya candaan' batinnya 'lupakan saja, lagian mana mungkin orang seperti aku menjadi kekasih pengusaha nomor satu di tanah air' Keisya menggeleng gelengkan kepalanya agar kembali fokus bekerja.


"Keisya, dari mana saja kamu, main ikut aja ke mobil orang" tanya Andika yang tadi ditinggalkan Keisya di jalanan.


"eh, yah hanya dapet temen baru" asal jawab karena bingung menutupi kejadian tadi yang dialaminya dengan Arsenio "aku lapar, belum makan dari tadi" keluh nya karena perutnya semakin keroncongan tak terkendali.


"lapar? memang tadi kamu ngga makan sama temen baru kamu?" tanya Dika dengan memberikan sebungkus roti pada Keisya.


'makan, aah iya aku makan bibirnya huh' batin Keisya kesal mengingat kejadian tadi di mobil.


Keisya menerima roti dari Dika, kemudian memakannya "mmm makasih, kamu memang paling perhatian kepadaku" bicara sambil mulutnya yang penuh yang membuat suaranya tidak jelas.


"makanlah, aku pergi dulu ya. Hati hati, nanti tersedak" peringatan untuk Keisya yang makan dengan rakus karena lapar.


'andai kamu kekasihku Dika, aku akan mencintaimu sepenuh hatiku' batin Keisya tersenyum yang semakin terpesona dengan kebaikan rekan kerjanya.


***


Keesokan paginya Keisya telah siap dengan polesan tipis diwajahnya yang membuatnya semakin cantik.

__ADS_1


"pagi ma, pa" sapa Keisya di depan meja makan saat jam sarapan bersama orang tuanya.


"pagi sayang" jawab mama dan papanya secara bersamaan.


"papa hari ini ngga berangkat ke kantor, kamu sendiri bisa kan sayang?" tanya papanya, karena papanya ingin cek kesehatan ke rumah sakit, Keisya pun tahu jadwalnya.


"iya pa, ngga papa. lagian ada Dika yang bantu Keisya" Keisya yakin karena ada Andika rekannya.


"apakah kamu suka sama Andika sayang?" tanya Zeline yang selama ini penasaran dengan perasaan putrinya.


"eeh mama" Keisya malu dengan wajah yang merah seperti tomat, merah. Namun dia nunduk agar mama papanya tidak mengetahui.


"Keisya berangkat ma pa" cara Keisya mengalihkan pembicaraan dengan melambaikan tangannya.


***


"hai Keisya" sapa Andika kembali dan dia berdiri dari posisinya yang duduk.


"papa ngga berangkat, aku harap kamu membantuku oke" pinta Keisya dengan mengedipkan satu matanya dan mengembang senyum cantiknya.


"iyaa aku pasti membantumu" jawab Andika sambil membereskan beberapa berkas di mejanya.

__ADS_1


Keisya langsung memasuki ruang kerjanya. Dia melihat beberapa dokumen yang ada di meja untuk segera diselesaikan.


tok tok tok


Suara pintu dari luar yang mengagetkan Keisya.


Setelah diperintahkan masuklah seorang asisten dengan wajahnya yang cemas.


"nona, saham kita tiba tiba turun 35% dan sekarang saham kita tinggal 7% dan kita merupakan saham paling rendah antara pemegang saham nona" jelas asisten Risma di depan meja Keisya.


"apa?" Keisya berteriak "kenapa bisa turun sebesar itu?" resah Keisya karena sekarangpun ayahnya tidak ada di kantor.


"35% saham kita ada di perusahaan Elard Zayn nona" ucapnya dengan menundukkan kepala.


Keisya berfikir Elard Zayn, Arsenio Elard Zayn. orang yang kemarin mencium dan memeluk Keisya di mobil.


"Arsenio Elard Zayn? perusahaan nomor satu di tanah air?" tanya Keisya kepada Risma


"iya nona" Risma yang segera menyerahkan beberapa kumpulan saham tentang Arsenio Elard Zayn, membuat mata Keisya terbelalak karena melihat sahamnya Arsenio yang ada di mana mana.


Dengan segera ia berdiri dari tempat duduknya dan menyuruh sopir untuk menuju ke perusahaan Elard Zayn.

__ADS_1


***


__ADS_2