
Keisya masih malu dan hanya tersenyum walau dalam hatinya memaki ucapan Arsenio.
"Jangan malu malu, besok kamu akan tinggal bersama kami" ucap Wanti menggenggam tangan Keisya.
"Arsenio bilang saya harus menunggunya sampek tuwek" jawab Keisya "apapun alasannya saya harus menunggunya, jadi saya memintanya untuk segera memberi ikatan" sambung Keisya mengeluarkan perang batinnya.
"Hahaha" kakek Ahsan terkekeh "begitulah Arsenio, apapun yang disukai akan dia perjuangkan"
Kedua keluarga menikamati makanan, sesekali memuji masakan Zeline. Memang masakan Zeline melebihi masakan luar menurut keluarga Keisya, karena masakan ibu tiada duanya menurut mereka.
Wanti juga menceritakan jika putranya Arsenio sering mengikutinya masak. Tidak heran jika Arsenio bisa masak, bahkan rasanya bisa mengalahkan masakan ibunya.
Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Keluarga Elard Zayn pamit pulang. Sebelumnya sudah mengatakan bahwa acara dari awal sampai akhir pernikahan akan di urus oleh keluarga Elard Zayn.
Mobil Arsenio meninggalkan pekarangan rumah keisya.
"Ternyata putri papa bisa memikat seorang pengusaha termuda Arsenio. Tidak sia sia papa menunggu keputusanmu sayang" ucap Arsenio mencium kening Keisya.
Keisya merasa berat hati karena Andika ada di dalam. Sebenarnya ingin Keisya menceritakan tentangnya dan Arsenio. Namun diurungkan karena bari kemarin Keisya menolak Andika.
__ADS_1
Keisya mengantar Andika keluar untuk pulang. Dalam perjalanan Keisya merasa gugup dengan perasaan Andika yang tak terbalaskan. Memang tadinya Keisya menyukai Andika. Tapi semuanya sudah berubah sekarang, sejak kejadian di kantor Arsenio.
"Apakah kamu menyukai Arsenio?" Andika menatap tajam Keisya"apa itu juga yang menjadi alasanmu menolakku?"
"Hmm iya" Keisya tersenyum "ayolah, jangan dibahas lagi" tatapan Andika masih pada Keisya.
"Sebelum kamu menikah dengan Arsenio aku masih ada waktu untuk mengejarmu" Andika pergi mengendarai mobilnya menjauh dari Keisya.
Keisya merasa bersalah dengan Andika 'mengapa baru kemarin aku memberikan jawaban kepada Andika. Bahkan hari ini tiba tiba Arsenio melamar, maafkan aku Dika' batin Keisya.
***
Tok tok tok
"Enon, non ada tuan Arsenio menunggu di bawah" ucap bi Inten dari luar kamar.
"Ngapain kesini" guman Keisya "iya bi, sebentar" Keisya turun dari ranjang membuka pintu.
Keisya menuruni tangga diikuti bi Inten di belakang. Akhir pekan sudah di rencanakan menjadi hari Keisya bermalas malasan di kamar. Beberapa hari ini terlalu sibuk hingga Keisya merasa lelah.
__ADS_1
"Pagi pa" sapa Keisya melihat papanya membaca koran.
"Jam 10 Keisya" jawab papanya mendengus kesal
"Hehe" menggaruk kepala yang tidak gatal "ada apa? Tumben pagi pagi?" Tanya Keisya kepada Arsenio.
"Mau ngajakin kamu keluar" jawab Arsenio melihat jam di tangannya.
"Kemana? Hari ini aku mau tiduran di kamar" Keisya menolak Arsenio karena merasa tidak bersemangat.
"Pergilah nak, temani calon suamimu sebentar" Abian membujuk Keisya agar mau menemani Arsenio.
Baik" Keisya balik badan menaiki tangga "aku mau ganti baju"
Tidak lama Keisya menyipakan dirinya. Menggunakan mini dress berwarna maroon dan rambut yang dibiarkannya terurai membuatnya terlihat mempesona dengan tubuh yang indah walau hanya ada polesan lipstik di bibirnya.
Keisya menuruni tangga dengan lenggak lenggoknya, membuat Arsenio menatapnya tak berkedip. Zeline mengagetkannya karena dari belakang tanpa suara langkah kakinya tiba tiba menyentuh bahu Keisya.
"Sayang?" Sapa Zeline yang mengejutkan Keisya.
__ADS_1
"Mamaa" rengek Keisya "jika Keisya mati jantungan bagaimana?" Bibir Keisya mulai monyong 5cm.
"Apa kamu mau mati sebelum memberikan mama cucu?" Senyum mengembang di bibir Zeline "mau kemana?" Sambungnya.