
"Udah lama nunggu?" Tanya Keisya meletakkan tas.
"Apa kamu tidak merindukanku?" Arsenio mengembangkan senyumnya "aku memiliki kabar gembira untuk kita" sambung Arsenio.
Pelayan segera meninggalkan setelah menuliskan makanan pesanan Keisya dan Arsenio.
"Perjodohanku dan Cassandra dibatalkan" ucap Arsenio.
"Benarkah? Kok? Kok tiba tiba batal? Kenapa?" Keisya heran dengan ucapan Arsenio yang membuatnya terkejut tidak percaya.
"Karena aku tidak menginginkan dia" jawab Arsenio dengan menaik turunkan alisnya.
"Bohong! Mana mungkin batal cuma karena itu" Keisya masih tidak percaya jika dibatalkan.
"Aku membiayai kuliahnya di luar negri sampai selesai. Sesuai perjanjian aku dan papanya Cassandra, semuanya batal" Arsenio menggenggam tangan Keisya di atas meja.
"Aku akan meminta papa tiri untuk melamarmu. Bagaimana jika tidak usah menikah? Kita langsungkan pernikahan saja" Arsenio tersenyum ingin segera tiba pada hari yang telah ditentukannya dan kakeknya.
"papamu yang melamarku?" tanya Keisya menggabungkan kedua alisnya.
Keisya mengembangkan senyum karena bahagianya mendengar berita dari Arsenio. Walaupun Keisya tidak tahu kapan dia mempunyai rasa spesial untuk Arsenio, dia yakin jika kedepannya akan happy ending.
Makanan datang di meja mereka. Karena Keisya lapar, segera menghabiskan makanan pesanannya. Berbeda dengan Arsenio yang hanya makan beberapa suap saja.
"Kenapa makannya dikit? Diet?" Tanya Keisya asal.
"Mana ada diet, nanti bagaimana menggendongmu ke ranjang jika aku tidak kuat?" Arsenio terkekeh dengan ucapannya sendiri.
__ADS_1
"Aku ngga gendut tau" Keisya mengalihkan pandangan karena tidak suka jika dibilang gendut. Memang tubuh Keisya indah dari atas sampai bawah, tapi entah kenapa bisa Arsenio menyebutnya gendut.
"Hahaha bagaimana jika besok kita menikah tubuhmu berubah jadi sumo? Nanti makan apapun akan aku berikan, apalagi saat kamu mengandung bayi kita" Keisya tidak percaya dengan ucapan Arsenio. Seorang ceo perusahaan Elard Zayn yang terkenal dengan dingin bisa mengucapkan kata kata seperti itu.
"Aku mau pulang!" Keisya mengambil tasnya, memanggil pelayan untuk membayar makanannya.
Sudah dibayarkan Arsenio. Keisya keluar diikuti Arsenio di belakangnya.
"Kamu ngapain?" Tanya Keisya melihat Arsenio yang mengikutinya "jam makan siang hampir habis, nanti aku kena marah papa jika terlambat, bukannya aku harus memberi contoh yang baik juga?" sambungnya.
"Aku akan mengantarmu" ucap Arsenio melangkahkan kakinya menuju mobil.
"Tapi aku bawa mobil" Keisya menunjuk mobilnya yang berada pada ujung.
"Daffin akan membawanya sayang" Arsenio menarik tangan Keisya agar masuk ke dalam mobil.
Sampai di perusahaan Keisya, mobil Keisya sudah diparkirkan ditempatnya oleh Daffin.
"Dari mana?" Andika bertanya kepada Keisya karena tahu tadi orang yang membawa mobilnya bukan Keisya sendiri.
"Makan" jawab Keisya singkat.
Andika menggenggam tangan Keisya "berikan aku kesempatan sekali lagi untuk mengejarmu" ucapnya dengan tatapan memohon.
Abian masuk ke dalam ruangan Keisya, segera ditarik tangan Keisya yang digenggam oleh Andika.
"Ada apa pa?" Tanya Keisya melihat raut wajah papanya bahagia.
__ADS_1
"Nanti malam, keluarga Elard Zayn akan berkunjung ke rumah kita" jawab Abian dengan senyumnya.
"Andika, aku membutuhkan bantuanmu untuk menemaniku menyambut mereka" pinta Abian kepada Andika.
"Baik pak" jawab Andika dengan menundukkan kepalanya.
"Sekarang kita pulang sayang, mama sudah papa beritahu tadi lewat telefon" Abian melangkahkan kakinya keluar dari ruangan Keisya.
Keisya dan Andika mengikuti di belakang Abian. Seorang ayah berusia 46tabun, berdiri tegak tersenyum melewati karyawan yang memberi hormat kepadanya.
Sampai di rumah Keisya segera membersihkan diri dan menata sebaik mungkin penampilannya untuk beberapa menit kedepan.
Ting
Bunyi pesan membuat Keisya mencari keberadaan ponselnya.
Arsenio
Tunggu kedatanganku
Keisya
Ada apa kamu kerumahku?
Arsenio
Lihat nanti, kamu pasti menyukainya
__ADS_1