
Setiap pagi Andika yang selalu mengajari Keisya hingga hubungan mereka semakin dekat, Andika juga mulai terpesona dengan wajah dan kepribadian Keisya.
"kita sampat disini dulu"ucap Andika
"ooh baiklah, ngomong ngomong kamu ngajarin aku gini setiap pagi emang pacar kamu ngga tau?" tanya Keisya yang semakin menyelidik karena perasaannya.
"hahaha, aku tidak punya pacar, aku lagi lebih suka sendiri" jujur Andika dengan senyum manisnya kepada Keisya, memang Andika tampan, namun dia tidak pernah memikirkan kekasih selama ini.
"sekarang waktu istirahat, bagaimna kalau kita makan siang bersama?" Keisya bosan karena harus makan siang sendiri, karena papanya sering sibuk.
"baiklah, mau makan dimana? di restoran depan perusahaan saja bagaimana?" Andika memang sering makan di restoran depan perusahaan dan Keisya juga mengetahuinya karena terakhir kali dia sering mengamati gerak gerik Andika.
"iya ayo" Keisya senang atas ajakan Andika.
Sambil jalan mereka mengobrol banyak tentang masalah pribadi, namun keduanya enggan mengungkapkan perasaan mereka. Andika ingin mengungkapkan namun ia masih belum yakin akan perasaannya mungkin ditunggu beberapa hari tumbuh dengan sendirinya.
Tin tiiinnnn
Suara klakson mobil yang mengagetkan Keisya dan Andika, karena Keisya yang menyebrang tanpa melihat kanan kiri hampir tertabrak mobil mewah yang melaju cukup normal karena keadaan ibukota yang ramai saat jam istirahat.
Andika menarik Keisya yang kemudian dia jatuh di pelukannya "mengapa kamu tidak menyebrang bareng aku, dan kenapa kamu tidak lihat kanan kiri" Andika marahi Keisya karena takut jika Keisya celaka.
Dalam mobil
"ada apa?" ketus seseorang yang duduk dibelakang.
"ada wanita ingin menyebrang tuan, namun sepertinya dia tidak melihat kanan kiri" jawab asisten yang menjadi sopir di belakang kemudi.
"berhenti"
__ADS_1
Ciiittttt
"bawa wanita itu kemari!" perintahnya.
"baik tuan" keluar seorang asisten dengan gagahnya menghampiri Keisya dan Andika. Berdiri tepat di depan mereka, Keisya merasa takut karena saat ini dia yang bersalah.
"kamu, ikut aku" dengan jari telunjuknya mengarah ke wajah Keisya, memerintahkan untuk mengikutinya dari belakang.
Keisya mengikuti asisten tersebut hingga sampai di samping mobil mewah hitam yang tadi hampir menabraknya. Keisya menatap lelaki yang duduk di dalam mobil. Sepertinya Keisya pernah melihatnya. Dengan wajah tampan namun terlihat galak dan kejam menatap tajam ke arah Keisya.
'tampan tapi galak' batin Keisya.
Melirik ke arah Keisya lalu meluruskan pandangannya lagi ke depan "apa kamu tidak mempunyai mata" ucap lelaki di dalam mobil dengan nada tinggi tanpa melihat Keisya.
"ma ma maafkan aku tuan" jawab Keisya dengan gagap karena takut kepada asisten yang berada di samping Keisya berdiri menatapnya.
"masuk" perintah Arsenio tanpa sedikitpun melihat ke arah Keisya.
"masuk!" bentaknya dengan nada tinggi.
Keisya memutari mobil dan langsung duduk di sebelah lelaki yang memarahinya. Tanpa bertanya dia langsung duduk dan membanting pintu saat ditutupnya.
"jalan" perintahnya kepada sekertarisnya.
Keisya bosan hanya duduk tanpa suara, dengan polosnya dia bertanya kepada lelaki disampingnya.
"siapa namamu, tuan?"
Lelaki disamping Keisya hanya terdiam tanpa menjawab pertanyaan Keisya.
__ADS_1
'sombong sekali dia' batin Keisya.
"apakah kamu tuli tuan?"
"Arsenio Elard Zayn" jawabnya ketus.
Keisya tidak percaya jika pria yang duduk disampingnya adalah sang idola, pantas jika tadi dia berfikir pernah melihatnya.
"kamu Arsenio Elard Zayn? ternyata lebih tampan dari pada di foto hihi. Mau kemana kamu membawaku?" tanya Keisya dengan tubuhnya menghadap Arsenio.
Arsenio melihat wajah Keisya yang cantik jelita dengan tubuh yang indah terlihat sangat menarik perhatiannya.
"hmm" jawab Arsenio dengan wajahnya yang kembali menghadap ke depan.
"hey aku bertanya akan kemana kamu membawaku" tanya Keisya dengan sedikit berteriak.
"jangan tinggikan suaramu jika bicara dengan tuan, nona" ucap sang sekertaris dibelakang kemudi tanpa melihat Keisya.
Keisya memajukan bibirnya, terlihat imut bibir monyongnya segera menghadap ke depan melihat jalanan yang dilewatinya.
'ternyata cantik juga dia, kenapa bibirnya dimajukan seperti itu' batin Arsenio yang memperhatikan wajah Keisya.
Cup
Dengan membulatkan matanya Keisya melihat Arsenio yang mengecup bibir Keisya.
"kenapa kamu menciumku?" tanya Keisya dengan nada tinggi serta melihat membesarkan matanya melihat wajah Arsenio.
'kenapa tuan menciumnya, baru kali ini dia menyentuh wanita. Walau dia dikelilingi wanita tapi tidak ada yang berani menyenruhnya' batin Daffin sang sekertaris yang melihat dari kaca dibelakang kemudi.
__ADS_1
"tuan Arsenio anda tahu? itu ciuman pertamaku, dan kamu mengambilnya sebelum kamu mengenaliku. Seharusnya ciuman ini untuk orang yang aku cintai" ucap Keisya dengan memegang bibirnya menggunakan kedua tangannya.
***