Pilih Satu

Pilih Satu
bab 16


__ADS_3

Beberapa hari ini Keisya tidak bertemu dengan Arsenio, dia menghabiskan waktunya dengan Andika yang semakin menunjukkan rasa sukanya kepada Keisya.


"Keisya, apa kamu menyukai seseorang?" tanya Andika dengan menatap wajah Keisya.


Keisya mengalihkan pandangan dari Andika, karena memang dia bingung bagaimana perasaannya, dia harus memilih Andika atau Arsenio. Jika dia bersama Andika perusahaan ayahnya hancur, sedangkan jika dia bersama Arsenio dia belum tau bagaimana kedepannya nanti.


"aku.. aku tidak terlalu memikirkan itu" jawab Keisya berbohong, karena dia juga tidak ingin memberi harapan kepada Arsenio.


Andika dan Keisya melanjutkan makan siangnya dengan sedikit obrolan masalah pekerjaan, sesekali Andika diam diam menatap lekat wajah Keisya dan berfikir mungkin perasaan Andika akan sia sia jika dilanjutkan.


Setelah selesai makan siang, mereka melanjutkan pekerjaan mereka. Sampai waktunya pulang, Andika ingin mengantarkan Keisya pulang. karena tidak enak jika menolak maka Keisya menyetujui permintaan Andika.


"aku menjemputmu" suara dari samping ada seseorang yang berjalan mendekati Andika dan Keisya.


Keisya terkejut melihat Arsenio dengan gagahnya mendekatinya. Dia tidak ingin jika menimbulkan gosip tentangnya dengan Arsenio.


"aku.. aku, mmm dia ingin mengantarku pulang" jawab Keisya sambil matanya melihat ke arah Andika sekilas.


"apa kamu ingin aku kembali tanpamu sayang?" tanya Arsenio dengan memegang dagu Keisya.

__ADS_1


Andika mulai curiga dengan panggilan Arsenio kepada Keisya. Dia berfikir apakah ini alasan Keisya menjawab pertanyaannya tadi.


Keisya menfalihkan pandangan agar tangan Arsenio lepas dari dagunya "tapi dia mengajakku lebih dulu" Keisya menolak ajakan Arsenio karena memang Andika yang lebih dulu ingin mengantarnya.


"apa kamu tau apa yang bisa aku lakukan pada perusahaan ayahmu?" bisik Arsenio ditelinga Keisya.


'mengapa dia hobi mengancam' batin Keisya yang tidak suka dengan ancaman Arsenio.


"mmm Dika, maaf aku ada sedikit keperluan. Kita bisa pulang bersama dilain hari" pamit Keisya dengan sedikit membungkukkan kepalanya lalu pergi bersama Arsenio tanpa meminta persetujuan dari Andika.


Arsenio berjalan dengan memegang bahu Keisya dari belakang. Andika yang melihat mereka jalan sedekat itu, dia merasa cemburu. Tadi Andika tidak jadi mengtakan isi hatinya karena tidak mau jika Keisya menolak.


Andika segera mengambil mobilnya, kemudian mengikuti kemana Arsenio membawa Keisya pergi.


Mereka berhenti di sebuah mall, mall yang didepannya ada nama Arsenio Elard Zayn tertera jelas walau tidak terlalu besar, yang menandakan mall ini ada di kendalinya.


"kenapa Arsenio membawa Keisya kesini" gumamnya sambil mengikuti dari belakang.


Arsenio dan Keisya memilih gaun, sepatu, tas dan beberapa perhiasan. Andika tau kalau semua itu Arsenio yang membelikan, namun dia heran untuk apa itu semua.

__ADS_1


Selesai membeli fashion untuk Keisya, Arsenio membawa Keisya untuk makan. Keisya hanya menuruti apa yang Arsenio inginkan, dia tahu bahwa ancaman Arsenio tidak main main.


Ada panggilan dari ponsel Arsenio. Arsenio pamit meninggalkan Keisya sebentar untuk mengangkat panggilan yang entah dari siapa Keisya juga tidak ingin tahu.


Panggilan dari tunangan Arsenio yang merupakan artis yang sedang naik daun


'ada apa?' ketus Arsenio


'papamu ingin kita mencari kado bersama untuk ulang tahun mamamu' ucap perempuan dengan manja.


'aku sedang sibuk, cari saja sendiri, jangan ganggu waktu kerjaku' jawab Arsenio dengan dingin.


'tapi papamu,'


'bilang saja padanya aku menemanimu' putus Arsenio sebelum tunangannya menyelesaikan ucapannya.


Panggilan diputus oleh Arsenio. Sedangkan wanita itu merasa kesal dengan dinginnya Arsenio kepadanya. Dia mulai curiga apakah ada wanita dibelakang Arsenio yang bisa menaklukan hatinya.


Arsenio kembali ke meja yang sudah ada makanan pesanannya dan Keisya. Arsenio menjelaskan kalau dia mengajak Keisya membeli semuanya untuk menghadiri pesta ulang tahun mamanya Arsenio.

__ADS_1


Sebenarnya Keisya ingin menolak. Dia sedang mencari alasan agar Arsenio mempercayainya kalau dia tidak bisa menghadiri pesta dari keluarga Arsenio.


__ADS_2