
"hey kenapa hanya tersenyum, aku bertanya padamu" tanya Keisya dengan bibir monyongnya.
"ada waktunya jika kamu ingin mengetahuinya" jawab Arsenio tanpa menatap Keisya.
Keisya tidak suka dengan jawaban Arsenio, dia lebih memilih pamit pulang dari pada harus mendengarkan celotehan yang menyakitkan walaupun Keisya tidak menyukai Arsenio.
"aku mau pulang" ucapnya dengan menundukkan kepala.
Cup
Satu ciuman mendarat di pipi kanan yang membuat wajah Keisya merah seperti tomat.
"tunggu sebentar, nanti aku akan mengantarmu" Arsenio beranjak dari tempat duduknya menuju meja kerja untuk membereskan beberapa dokumen disana "boleh tidak nanti aku mampir di rumahmu?"
"tidak!" Keisya langsung nylonong jawab, memang dari dulu sampai sekarang belum pernah ada lelaki yang diajaknya kerumahnya, kecuali sahabatnya yang sekarang ada di Amerika.
Arsenio dan Keisya meninggalkan Elard Zayn menggunakan mobil Arsenio. Daffin duduk di belakang kemudi, sedangkan Arsenio dan Keisya dusuk di belakang.
__ADS_1
"kita makan dulu bagaimana?" tanya Arsenio kepada Keisya.
Sebenarnya dia lapar, tapi dia tau kalau siapa wanita yang bersama Arsenio pasti akan disorot media, Keisya tidak suka itu karena pasti kedepannya gerak gerik Keisya akan ikut tersorot juga. Jadi dia lebih memilih untuk menjauh dari masyarakat umum di luar sana.
"aku mau langsung pulang" jawab Keisya yang matanya menatap jalanan dari jendela mobil.
Mereka sampai di depan rumah Keisya, memang rumah Keisya tidak terlalu mewah, namun cukup berkelas untuk kalangan atas. Keisya tidak memperbolehkan Arsenio untuk memasuki gerbang rumahnya karena dia tidak mau diwawancarai oleh orang tuanya nanti ketika masuk rumah.
"byee" ucap Keisya saat membuka pintu dan ingin keluar, tapi tiba tiba tangannya ditarik oleh Arsenio, kemudian mereka berpelukan "ngapain lagi dia?" gumamnya yang didengar Arsenio.
"aku hanya ingin memelukmu sebentar" setelah Arsenio melepaskan pelukan Keisya, Keisya langsung melangkahkan kakinya keluar mobil.
"kenapa aku tidak ingin jauh darinya?" tanya Arsenio kepada Daffin
'karena anda menyukainya tuan, saya baru lihat kali ini anda memeluk dan mencium seorang wanita'batin Daffin dibelakang kemudi.
"mungkin anda menyukainya tuan" menurut Daffin memang begitu, karena tuannya itu baru kali ini ingin dimanja seorang wanita.
__ADS_1
"aah mana mungkin, aku tidak pernah menyukai seorang wanita" Arsenio mengelak jawaban Daffin karena memang kenyataannya Arsenio belum pernah menyukai seorang wanita sampai sekarang, bisa dikatakan dia terlalu sibuk mengurus perusahaannya.
Daffin hanya tersenyum di belakang kemudi tanpa menjawab ucapan tuannya. Dia memang dingin dan kejam menurut penilaian orang luar, Tapi kalau bersama tuan mudanya dia sangat berbeda, bahkan lebih bodoh dari patrict.
"apa dia cantik?" Arsenio bukan hanya sekali bertemu wanita cantik, bahkan wanita disekelilingnya yang sering menemaninya melakukan perjalanan bisnis pun sama cantiknya seperti Keisya. namun menurutnya Keisya berbeda.
"cantik tuan" jawab Daffin jujur dan dia tidak mau mengecewakan majikannya.
Arsenio memikirkan Keisya sepanjang perjalanan, dia melupakan keputusan papanya yang akan menikahkannya dengan wanita pilihan papanya 5hari lagi.
Dirumah Keisya
Ditaman ada papa Keisya yang sedang berbincang bincang dengan mamanya.
"baru pulang sayang?" tanya mama "kamu pulang dengan siapa? pak sopir tidak menjemputmu?"
Degg
__ADS_1
Keisya bingung bagaimana dia harus menjawab, jika dijawab dia pulang dengan Arsenio Elard Zayn, mungkin papanya akan marah memperhitungkan lefel kekayaan mereka dengan Arsenio yang tidak sederajat.
"aku aku pulang dengan Andika ma" jawab Keisya berbohong karena takut jika papanya marah nanti penyakitnya akan menyerang lagi. "aku masuk dulu ya ma, mau mandi sebentar" lanjut Keisya mengalihkan pembicaraan.