
Mobil menuju rumah Keisya dengan kecepatan sedang. Abian sibuk dengan laptop untuk melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Keisya melihat pesan dari Arsenio di ponselnya.
Arsenio
Makanlah bersamaku, aku akan menjemputmu di kantor.
Keisya
Aku sudah pulang bersama papa
Arsenio
Berhenti di situ, kirimkan lokasinya. Aku akan menjemputmu!
Keisya meminta izin kepada papanya karena diajak temannya makan diluar. Abian mengizinkan, namun jika Keisya turun di tempat tidak boleh.
Akhirnya dengan bujuk permohonan Keisya, Abian menurunkan Keisya di depan kafe x. Keisya turun kemudian mengirimkan lokasinya kepada Arsenio.
"hai sayang" sapa seseorang yang ada dalam mobil di depan Keisya "naiklah"
"mau makann dimana?" Keisya bertanya saat Arsenio mulai menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya.
"kamu suka memasak?" Arsenio bukannya menjawab pertanyaan Keisya tapi malah memberi pertanyaan yang lain.
"iya! aku sering masak bareng Rasya, bi inten atau mama" jawab Keisya dengan senyum sumringahnya "apa kamu juga?"
"hemmm" Arsenio berdehem tanpa menjawab pertanyaan Keisya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Arsenio mengemudi dengan tenang sedangkan Keisya masih penasaran akan dibawa kemana olehnya.
"stop! berhenti!" Arsenio terkejut mendengar teriakan Keisya.
__ADS_1
Ciittt
"ada apa?" Arsenio bertanya dengan nada kesalnya karena tiba tiba Keiaya berteriak.
"mau ituu" Keisya menunjukkan sebuah kedai ice yang ada di belakang.
Arsenio turun tanpa sepatah kata pun. Keisya mengamati ke mana Arsenio pergi. Ternyata dia membelikan ice untuk Keisya.
"kenapa cuma satu?" tanya Keisya setelah menerima ice pemberian Arsenio "kamu?"
Arsenio tidak segera melajukan mobilnya, menunggu suapan ice dari Keisya. Hampir setengah Keisya menghabiskan ice pemberian Arsenio.
"ini berapa, nanti uangnya aku ganti" ucap Keisya menatap Arsenio yang sedang kesal keinginannya tidak terpenuhi.
"apakah aku terlalu miskin untuk bembelikanmu ice?" lirikan mata Arsenio membuat Keisya terdiam.
Keisya kembali menghabiskannya. Namun baru tersadar Keisya bahwa ada Arsenio.
"tidak" ketus Arsenio kesal.
"kenapa tiba tiba kamu marah?" tanya Keisya memperlihatkan muka imutnya di depan wajah Arsenio.
"sekali sajaa" Keisya kembali menyodorkan "aaaa"
Aemm
Tidak kuasa Arsenio melihat wajah imut Keisya di depannya. Dia memakan ice dari Keisya agar mengubah raut wajah yang membuat Arsenio gemas.
Cup
Arsenio mengecup bibir manis Keisya. Mereka bertatapan cukup lama. Arsenio memiringkan kepalanya dan memejamkan matanya. Keisya yang terheran apa yang akan dilakukan Arsenio hanya diam dengan rasa penasaran.
__ADS_1
'hei jangan maju, apa yang akan kamu lakukan?' batin Keisya memundurkan kepalanya hingga tersudut di belakang.
Semakin dekat hingga terjadilah ciuman. Keisya memukul bahu Arsenio agar menghentikannya, namun Arsenio semakin erat memeluknya.
"kamu!" ucap Keisya setelah semuanya berkhir, Keisya hanya malu dan menghabiskan ice nya agar tidak terlihat wajahnya yang memerah.
Arsenio hanya tersenyum.
Arsenio kembali melajukan mobilnya menuju tujuan yang tidak diketahui Keisya. Mereka hanya diam sepanjang perjalanan, bahkan rasa penasaran Keisya pun hilang. Hanya ada suara kendaraan lalu lalang yang memenuhi suara.
Mobil memasuki sebuah pekarangan fila. Keisya terlelap tanpa sepengetahuan Arsenio. Setelah mobil berhenti, Arsenio melihat Keisya dengan mata terpejam.
Senyum Arsenio mengembang "dasar mak lampir, haha dari mananya ya mak lampir. Dia hanya wanita cantik dengan mata dan bibir yang manis".
Arsenio keluar dari mobil. Kemudian mengitari depan mobil menuju tempat Keisya. Arsenio telah membangunkan Keisya, namun sedikitpun Keisya tidak memberikan tanda bahwa dia bangun. Akhirnya Arsenio menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam filanya.
Baru saja melangkah pada tangga ke tiga, ponsel Arsenio berdering membuat Keisya terbangun.
"umm" Keisya mengumpulkan kesadarannya "hei turun! turun!" Keisya berteriak.
Arsenio kembali menuruni tangga, berdiri masih dengan tampang tampan yang tenang.
"kok turun?" tanya Keisya dengan menggabungkan kedua alisnya.
"katanya suruh turun? kan tadi baru menaiki tiga tangga" jawab Arsenio.
Keisya berdecak kesal "turunin aku maksudnya!"
Setelah Keisya turun, Arsenio melihat ponselnya lalu meminta izin untuk mengangkat panggilan.
Selesai berkomunikasi dengan orang yang ada entah dimana, Arsenio kembali mendekati Keisya lalu mengajaknya untuk memasuki fila.
__ADS_1
"ini tempat tinggalmu?" tanya Keisya dengan matanya berkeliling.