Pilih Satu

Pilih Satu
bab 18


__ADS_3

"iya, papa tiri bahkan menggunakan tipu muslihat bahwa papa kandung telah memerintahkan papa tiri dan mama untuk bersama. Waktu itu memang mama tidak menyetujuinya, tapi ada bukti palsu bahwa papa kandung menuliskannya untuk papa tiri. Jadi mama percaya. Bahkan papa tiri memindahkan semua perusahaan papa kandung atas nama papa tiri. Saat kelahiranku mama belum bisa melupakan papa kandung, jadi mama memberiku nama keluarga papa kandung. Saat itu sampai sekarang papa tiri memerintah mama semena mena tanpa berperi kemanusiaan dengan ancaman harta dari papa kandung. Mama menuruti semua keinginan papa tiri termasuk aku agar harta dari perjuangan papa kandungku tidak disalah gunakan" Arsenio menghentikan ucapannya lalu menghela napas panjang.


"Kamu harus mengambil alih perusaahan papa kamu bukan?" tanya Keisya dengan menyandarkan kepalanya di bahu Arsenio.


"iya" berhenti sejenak "termasuk pertunanganku" Arsenio semakin mempererat pelukannya kepada Keisya.


Keisya berusaha melepaskan pelukan Arsenio, namun Keisya tak sekuat Arsenio, akhirnya dia menyerah dan sebentar bertahan di pelukan Arsenio.


"jadi kamu sudah tunangan?" ucap Keisya menatap wajah Arsenio "lepaskan, lepaskan aku, akhiri hubungan kita, lepaskan!" teriak Keisya sambil berusaha melepaskan pelukan Arsenio.


"aku mencintaimu hanya kamu" Arsenio menghembuskan nafasnya tepat di leher Keisya.


Arsenio mengecup leher Keisya hingga meninggalkan ****** disana, Keisya hanya menangis dan sering kali mendesah karena kecupan Arsenio.


"tolong biarkan aku pergi, aku tidak mau menjadi pelakor antara kalian" ucap Keisya lirih "lepaskan aku!" teriak Keisya yang mendorong kepala Arsenio dari lehernya.

__ADS_1


'betapa menyedihkan aku, saat aku mulai ada hati pada seseorang yang mencintaiku, mengapa dia berkhianat' batin Keisya yang masih menangis.


"aku mencintaimu, hanya kamu" Arsenio mengangkat Keisya, lalu membawanya ke kamar ruangannya.


"turunkan aku! Arsenio turunkan aku!" teriak Keisya dengan usahanya melepaskan diri dari pelukan Arsenio.


Arsenio menurunkan Keisya di ranjang, dia mulai mencium ******* bibir manis Keisya. Keisya masih memberontak dengan segala penolakan tubuhnya.


"jangan banyak bergerak, aku tak bisa menahannya" bisik Arsenio di telinga Keisya yang kemudian ******* telinga Keisya.


"lepaskan aku mohon, lepaskan aku" suara Keisya lirih karena memang dia lelah dengan segala berontaknya yang tidak mempengaruhi kegiatan Arsenio sama sekali.


"Ars Arsenio, lepaskan tolong" Keisya mengeliat "aku mohon lepaskan" lirih Keisya yang tak henti hentinya mengeluarkan air matanya.


Arsenio melepaskan pakaian Keisya sampai hanya tersisa dua helai pakaian dalam yg melekat dalam tubuhnya.

__ADS_1


Kemudian dia berganti melepas semua pakaiannya kecuali penutup ****** jantannya.


Arsenio mencium seluruh bagian tubuh Keisya tanpa henti, Keisya hanya menangis dan mengeluarkan suara diluar kendalinya.


'kenapa dia mengambil hartaku sebelum dia meninggalkanku, bukankah dia akan menikah dengan tunangannya. Mengapa dia melakukan ini padaku' batin Keisya yang tak bisa diucapkan, dia tidak kuat bicara bahkan tidak bisa bergerak karena Arsenio tepat berada diatas menindihnya.


"sshh ssaa, ssakit" lirih Keisya "aku mohon lepaskan" ucap Keisya yang matanya terpejam.


Di dalam ruangan Arsenio melakukan semuanya. Keisya lemas hanya bisa memejamkan matanya dan berharap semua cepat berakhir.


Keisya tertidur tanpa sehelai benangpun yang ada di badannya. Ini pertama kalinya untuk mereka berdua.


"maafkan aku" ucap Arsenio lalu mencium kening Keisya.


Arsenio bergegas menutupi semua tubuh Keisya dengan selimut, lalu dia pergi bergegas untuk membersihkan diri di kamar mandi.

__ADS_1


'kenapa aku tidak bisa menahannya' batin Arsenio, dia tidak menyangka kelakuannya sendiri.


Arsenio menyesal namun hanya ini cara agar Keisya tidak meninggalkannya.


__ADS_2