Pilih Satu

Pilih Satu
bab 27


__ADS_3

"iya" jawab Arsenio singkat dan memerintahkan Keisya untuk duduk di sofa dengan isyarat matanya.


Keisya duduk di sofa, matanya masih berkeliling melihat sekeliling ruangan. Dia mencari kemana hilangnya Arsenio.


Ada seorang ibu tua membawakannya minum "silahkan non" ucapnya menawarkan.


"iya, terima kasih" jawab Keisya dengan mengembangkan senyum manisnya.


Dua tangan melingkar di lehernya. Karena takut akan orang jahat, Keisya melemparkan bantal yang ada di sampingnya ke belakang.


"siapa? pergi!" teriak Keisya sambil memukul orang dibelakangnya menggunakan bantal.


"hei, ini aku" bisik Arsenio ditelinga Keisya.


Keisya mendongakkan kepalanya ke atas. melihat wajah tampan Arsenio yang tersenyum melihat Keisya.


Keisya memonyongkan bibirnya kesal. Arsenio merasa gemas ketika melihat bibir monyong Keisya yang bisa dikucir. Betapa imutnya dengan alis yang disambungkan.


Arsenio berpindah duduk disamping Keisya, melingkarkan tangannya di leher Keisya dengan kepala yang diletakkan di bahu Keisya.


"lapar" rengek Keisya manja.

__ADS_1


Arsenio berdiri dengan tangannya yang menarik tangan Keisya. Mengajak Keisya berjalan ke arah dapur.


"bagaimana kalau kita makan hasil olahan sendiri?" tanya Arsenio setelah sampai di dapur.


"emang kamu bisa masak?" Keisya tidak percaya jika orang sekaya Arsenio bisa masak sendiri, bahkan di rumah sebesar ini hanya ada satu asisten rumah tangga.


"mau makan hasil masakan aku? atau kita masak bersama?" Arsenio bertanya dengan nada lembutnya kepada Keisya.


"sebenarnya aku ingin masak sendiri, tapi karena kamu bilang bisa masak. Bagaimana kalau aku nunggu di situ?" Keisya menunjuk ke arah meja makan "jangan mengecewakan!" Keisya berkjalan menuju meja makan meninggalkan Arsenio.


Setelah cukup lama Keisya merasa bosan melihat Arsenio sibuk di dapur memasak untuknya. Keisya sebenarnya tidak percaya jika Arsenio bisa masak.


Merasa jenuh, Keisya berjalan mendekati Arsenio yang sedang memotong sayur. Keisya memandang wajah tampan Arsenio yang sedang serius dengan masakannya.


"hah? ohh ngga, abis kamu motongnya dengan tatapan penuh cinta. Nanti kalau sayurnya suka ke kamu gimana?" Keisya berjalan memutari Arsenio mengelilingi dapur.


"jangan jangan ini bukan kamu yang masak?" Keisya curiga tidak percaya melihat apa yang ada di atas piring.


"itu tadi daging, sayur dan bumbunya berangkat sendiri" ucap Arsenio yang masih sibuk dengan masakannya.


Keisya kembali tanpa menghiraukan jawaban Arsenio, duduk di meja makan menununggu masakan Arsenio datang.

__ADS_1


Cukup lama Keisya menunggu, Akhirnya meja makan penuh dengan masakan Arsenio. Terlihat cantik dari masakan ke masakan yang lainnya. Keisya tidak sabar menunggu, perutnya yang rewel semakin menjadi jadi.


"ambillah!" perintah Arsenio yang tersenyum kepada Keisya.


Keisya mengambil semua yang dia inginkan. Ternyata masakan Arsenio lebih sedap dari masakannya sendiri. Sekali suap mata Keisya terbelalak merasakan masakan Arsenio.


"bagaimana?" tanya Arsenio yang sudah tau jika masakannya membuat Keisya menyukainya.


"lumayan" jawab Keisya yang tidak ingin mengakui jika masakannya kalah saing dengan seorang lelaki. Namun mulutnya tidak berhenti beraktifitas.


Arsenio tersenyum melihat Keisya makan.


Keisya menghabiskan banyak hingga tidak ada yang tersisa. Mungkin sekarang perutnya sudah seperti orang hamil 7 bulan.


Arsenio mengambilkan minum untuk Keisya. Memberikan dengan senyum bangganya yang berhasil membuat Keisya merasa puas.


"aku tau makanan ini lebih enak dari masakanmu" ucap Arsenio membanggakan dirinya.


"cih narsis, ini habis karena aku lapar!" ketus Keisya tidak mau mengaku jika dia menyukai masakan Arsenio.


"tapi aku baru makan sedikit udah kamu habisin" bibir Arsenio cemberut memandang Keisya.

__ADS_1


"diet aja kamu!" perintah Keisya yang sedang menikmati minuman pemberian Arsenio.


"kamu kalau banyak makan seperti itu akan jadi tebal, seperti bab*!" Arsenio berlari menjauhi amukan Keisya yang mendengarnya.


__ADS_2