Pilih Satu

Pilih Satu
bab 30


__ADS_3

"Hei mak lampir, jangan sok jual mahal kamu. Ngga inget dulu pernah dipeluk cowo waktu kamu sukses meraih peringkat pertama waktu SMA?" Ucap Rasya membuat Arsenio menggabungkan alisnya tanda penasaran.


Keisya tidak menjawab ocehan Rasya menurutnya. Dia lebih memilih mencari tempat untuk ngadem di bangku yang ada di bawah pohon untuk meluruskan kakinya.


Arsenio meminta Daffin membeli beberapa camilan untuk mereka. Sedangkan Rasya dan Arsenio berjalan bersamaan. Entah apa yang dibicarakan kedua lelaki terdekat Keisya. Keisya memilih mengeluarkan ponsel untuk memberitahukan mamanya jika dia ingin bersantai di taman.


"Benarkah?" Suara Rasya membuat Keisya melihat ke arah kedua lelaki yang sedang tertawa di depannya.


Keisya penasaran apa yang mereka bicarakan hingga tertawa seperti itu. Keisya ingin mendekati mereka, namun datang Daffin dengan membawa beberapa kantong plastik dan sebuah tikar untuk digunakan dalam menikmati udara pagi di taman.


"Makan!" Teriak Keisya duduk disamping Arsenio yang sedang mengeluarkan camilan dari dalam plastik.


"Cih, buat apa lari coba kalau habis lari makan segitu banyak lagi?" Tanya Arsenio.


Keisya tidak mendengarkan ucapan Arsenio. Dia lebih memilih menikmati makanan yang sudah ada dihadapannya. Mubadzir jika di diamkan.


Arsenio menunggu jawaban Keisya, sedangkan Rasya hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya melihat kebuasaan sahabatnya saat makan.

__ADS_1


Rasya dan Arsenio sedang berbincang mengenai pengalaman mereka tanpa mempedulikan Keisya yang hampir menghabiskan semua camilan yang ada.


Setelah cukup lama, Keisya meminta untuk pulang. Rasya berdiri dan segera mengambil mobil yang mereka gunakan untuk sampai di taman.


Arsenio mencegah Rasya, meminta agar Keisya dan Rasya menaiki mobil Adsenio lalu memerintahkan Daffin untuk mengambil mobil yang dibawa Rasya dan Keisya.


"Kamu jangan masuk rumah aku!" Keisya memperingatkan karena mereka sudah sepakat tidak akan memberitahu hubungan mereka kepada orang tua Keisya.


"Memangnya kenapa?" Arsenio sebenarnya tahu apa alasannya, namun dia menutupi agar Rasya tidak tahu.


"Rumahku banyak setannya!" Ucap Keisya melirik Rasya di belakang.


Rasya diam saja, dia tidak berani cerewet seperti sedang bersama Keisya karena dia tau kedudukan Arsenio sangat tinggi bila dibandingkan dengannya.


Setelah mobil berhenti di samping rumah Keisya, Rasya keluar untuk mengambil mobil yang dibawa Daffin.


Keisya membuka pintu, saat sedang melangkahkan sebelah kakinya, tiba tiba ditarik tangannya dan membuatnya terduduk kembali.

__ADS_1


"oh iya, lupa" ucap Keisya kembali memasukkan sebelah kakinya dan menutup pintu "ada apa?"


Arsenio mengambil nafas panjang untuk memulai pembicaraan "aku akan ke Amerika untuk perjalannan bisnis"


"Bukannya Amerika tempat kuliah tunangan kamu?" Potong Keisya saat Arsenio belum berhenti bicara.


"Dengarkan dulu" Arsenio meraih tangan Keisya untuk digenggamnya "iya, disana ada Cassandra. Tapi aku tidak akan menemuinya, bahkan dia tidak tahu kalau aku akan ada perjalanan bisnis disana. Memang tempatnya dekat dengan Universitas Cassandra, namun aku akan berusaha agar dia tidak melihatku" ucap Arsenio menjelaskan.


"Bagaimana mungkin? Kalau kamu disana, tetap dia akan tahu. Bahkan itu dekat dengannya" jawab Keisya menyipitkan pandangannya menatap Arsenio.


"Makanya aku sekarang bilang kepadamu. Bukankah dulunya perusahhan papamu sangat sukses? Cuma karena papamu sakit sakitan makanya bangkrut. Aku akan bekerja sama dengan perusahaan papamu. Dan akan meminta persetujuan papa tiri untuk membatalkan pertunanganku dengan Cassandra agar menikah denganmu" Arsenio menghembuskan nafas panjangnya "jangan salah paham kalau ada skandal mengenai aku dengannya" sambungnya.


"Baik" jawab Keisya "tapi kamu janji harus tanggung jawab dengan apa yang pernah kamu perbuat padaku!" Ucap Keisya menegaskan kembali agar Arsenio menjadi orang yang bertanggung jawab.


"Aku pasti akan tanggung jawab sayang" Arsenio mencium kening Keisya "karena aku mencintaimu" bibir Arsenio turun untuk berpindah ke bibir Keisya.


Tidak ada penolakan atau balasan dari Keisya. Sedangkan Arsenio menikmatinya dengan cukup lama.

__ADS_1


"Kasihan Rasya dan Daffin di luar" Keisya mendorong dada bidang Arsenio "kamu pulanglah!" Keisya membuka pintu untuk keluar meninggalkan Arsenio di dalam mobil.


Arsenio tersenyum melihat punggung Keisya yang semakin menjauh.


__ADS_2