
Senyum Keisya mengembang. Dia tahu jika hari ini Arsenio akan memintanya dari papanya.
Zeline meminta Keisya untuk keluar dari kamarnya agar dia ikut menyambut kedatangan keluarga Elard Zayn.
"Mama heran mengapa keluarga Elard Zayn datang kesini" tanya Zeline saat menuruni tangga bersama Keisya.
Sebenarnya Keisya mengetahuinya. Namun dia tidak berani memberitahukan mamanya karena ini terlalu mendadak. Bahkan tadi Arsenio bilang akan melamarnya segera, dia tidak bilang jika bakal terjadi malam ini.
"Memang papa ngga ngasih tahu mama apa tujuan mereka kesini?" Keisya bertanya kepada mamanya "jangan jangan papa juga tidak tahu ma?" Sambungnya.
"Papa tidak bilang apa tujuan mereka kesini" mereka sampai pada tangga terakhir "kamu tau?" Tanya Zeline menatap Keisya.
"Mana Keisya tahu" Keisya mengalihkan pandangan dari Zeline yang menatapnya.
'maafkan dusta putrimu ini ma' batin Keisya.
__ADS_1
Mobil Arsenio memasuki pekarangan rumah Keisya. Keluar 3 orang dari mobil, segera menuju rumah Keisya.
Abian menyambut mereka dengan hormat ramahnya. Setelah mempersilahkan duduk, bi Inten membawakan minum untuk semua orang yang ada di situ.
"Monggo seadanya" bi Inten menawarkan.
Abian dan Zeline menawarkan apa yang ada di meja untuk suguhan.
'mengapa keluarga Elard Zayn berkunjung ke rumah Keisya? Jika ini sebuah kerja sama akubrasa tidak mungkin sampai mengajak keluarga' batin Andika merasa heran dengan kedatangan keluarga Elard Zayn.
'ooh itu kakeknya Arsenio. Kenapa bukan papa tirinya' batin Keisya penasaran.
"Terima kasih untuk keluarga Elard Zayn bersedia hadir di gubuk kami. Untuk keputusan kesediaan kami serahkan kepada putri kami sendiri Keisya" jawab Abian dengan senyum lebarnya "bagaimana sayang?" Tanya Abian kepada Keisya.
Keisya memainkan kedua jari tangan yang ada di pangkuannya. Begitu gugupnya Keisya dengan kejutan yang tiba tiba mendatangi keluarganya.
__ADS_1
Keisya menganggukkan kepala "saya bersedia menjadi istri tuan Arsenio" wajah Keisya merah ditambah dalam dadanya berdegup kencang membuatnya merasa tidak bisa mengendalikan tingkah lakunya.
Jawaban Keisya membuat Arsenio tersenyum dari kebimbangannya dari apa yang akan dijawab oleh Keisya. Arsenio mengusulkan untuk langsung menuju ke acara pernikahan tanpa ada pertunangan. Karena umur dan anak semata wayang digunakan untuk membuat alasan agar tidak menunggu terlalu lama.
Kedua keluarga setuju dengan permintaan Arsenio. Namun pihak orang tua menuntut agar pelaksanaannya dipercepat. Jadi pernikahan akan dilaksanakan 2 bulan lagi.
Abian mempersilahkan keluarga Arsenio untuk makan bersama. Arsenio mencari tempat duduk yang sampingnya kosong agar memberikan tempat untuk Keisya.
Keisya diminta kakek untuk duduk dibsebelah Arsenio. Keisya mematuhi perintah kakek Arsenio yang akan segera menjadi kakeknya juga.
"Sebenarnya Arsenio sudah di jodohkan oleh papanya, namun karena keinginan Arsenio terhadap Keisya begitu besar, akhirnya saat ini kita bisa berkumpul di sini haha" ucap Ahsan kekeknya Arsenio.
"Hahaha Keisya juga sudah kami pojokkan agar mau dijodohkan. Begitu mendengar bahwa akan ada yang segera mengambilnya, maka kami mengalah kepada keputusannya" Abian menceritakan kepada kakek Ahsan.
"Saya segera kesini dan meminta Keisya menolak yang lain" pandangan Arsenio tertuju pada Andika "karena saya yakin pasti akan bisa mempersuntingnya, begitu juga Keisya yang meminta saya untuk mempercepat melamarnya" jujur Arsenio yang membuat semuanya tertawa.
__ADS_1