Pilih Satu

Pilih Satu
bab 24


__ADS_3

Arsenio duduk di sebelah Keisya, setelah mendekat. Tanpa mengucapkan apapun, Arsenio membawa Keisya kedalam pelukannya. Keisya ingin menolak, namun malah pelukan Arsenio semakin erat.


Keisya tambah menangis sesenggukan di dalam pelukan Arsenio. Mata Arsenio pun berkaca kaca saat mendaratkan bibirnya di kening Keisya.


"berhenti menangis sayang" Arsenio melepaskan pelukannya dan membuka wajah Keisya yang ditutupi dengan kedua tangannya.


Dengan kedua tangan Keisya yang dipegang Arsenio, Arsenio mendaratkan bibirnya di bibir Keisya. Arsenio melepaskan tangan Keisya dan beralih memeluk pinggangnya. Tidak ada balasan atau penolakan dari Keisya.


Melihat air mata Keisya mengalir, Arsenio melepaskan ciuman yang menurutnya lama.


"baikan ya" ucap Arsenio mengulurkan jari kelingkingnya di depan Keisya dengan senyum yang berharap balasan.


Keisya hanya menatap Arsenio, tanpa menjawab permintaan Arsenio.

__ADS_1


Arsenio memegang tangan Keisya dan mengaitkan jari kelingkingnya dan jari kelingking Arsenio yang menandakan mereka telah berbaikan dari masalah beberapa hari lalu yang membuat Keisya sedih.


"berhenti mengenaliku, mulai sekarang jangan pernah hadir di depanku!" Keisya mengatakan tanpa menatap Arsenio. Sepasang matanya menuju ke meja di depannya.


"kenapa?" tanya Arsenio berusaha tenang agar Keisya tidak menangis lagi.


"karena kamu sudah tunangan dan akan menikah. Jadi tolong hargai aku dan setujui permintaanku." jawab Keisya menarik tangannya yang digenggam Arsenio.


"aku tidak jadi tunangan. Karena aku telah seperti itu bersamamu, maka aku akan bertanggung jawab. Aku akan memajukan perusahaan papamu dan meninggikan nama papamu, Dengan dengan begitu mungkin keluargaku akan menyetujui hubungan kita" ucap Arsenio "aku hanya mencintaimu, akan aku perjuangkan sampai aku mendapatkanmu" tambah Arsenio menjelaskan yang membuat Keisya luluh.


Keisya melingkarkan tangannya di perut Arsenio. Arsenio membenamkan wajah Keisya di dada bidangnya. Berkali kali Arsenio mencium kening Keisya, dia mengerti bahwa Keisya sedang tidak ingin bicara.


"aku berjanji kepadamu, jadi mulai sekarang jangan menjauh dariku lagi, oke?" tanya Arsenio meminta persetujuan Keisya.

__ADS_1


"bagaimana bisa kamu membatalkan pertunangannya?" Keisya masih belum percaya bahwa Arsenio membatalkan pertunangannya.


"saat hari itu kamu pergi meninggalkan kantorku, aku mengejarmu. Lebih tepatnya aku sampai di depan rumahmu, dan melihat kamu bersama Rasya sampai taman. Aku mengikuti kamu dari belakang, bahkan melihat dari Rasya menggendongmu sampai kalian memakan jagung bakar bersama salah satu rekan kerjamu. Hari mulai petang, membuatku pulang duluan meninggalkanmu. Tapi aku tidak menuju kediamanku, aku menuju hotel" Arsenio menjelaskan dengan menggenggam tangan Keisya "setelah pagi, keluargaku menghubungiku untuk melangsungkan pertunangan. Aku menolaknya, bahkan saat keluarga tuanganku sudah ada di kediamanku. Papa tiriku marah besar. Bagaimanapun aku masih menghawatirkanmu jadi tidak memperdulikannya. Sore setelah pulang dari perusahaan, aku dan Daffin mencarimu. Begitu berulang ulang sampai sekarang aku baru berani mendatangi kediamanmu dan meminta bekerja sama dengan papamu." Arsenio mencium kening orang yang ada di pelukannya.


"bagaimana dengan tunanganmu?" Keisya menanyakannya karena jika Keisya berada di posisinya pasti akan sangat bersedih.


"biarkan saja, aku akan mengirimnya ke Amerika untuk melanjutkan studynya. Daffin telah mengurusnya." Arsenio menenangkan Keisya, melepaskan Keisya dari pelukannya.


"baiklah, jangan marah lagi kepadaku. Aku menyayangimu dan tidak ingin kehilanganmu" Arsenio mengatakan yang menurutnya seperti anak kecil, mungkin karena sedang kasmaran Arsenio seperti ini fikirnya.


Arsenio memberikan senyumnya, ketampanannya semakin membuat Keisya klepek klepek melihatnya.


"bagaimana jika dia menuntutmu karena membatalkan pertunangan dan mempermalukan keluarga?" Keisya khawatir jika suatu saat nanti orang yang akan bertunangan dengan Arsenio datang kembali.

__ADS_1


__ADS_2